Harga Perak Turun 1% dari Rekor

Harga perak XAG/USD turun lebih dari 1% dari puncak sepanjang masa dan bergerak di bawah $66,00. Analisis teknikal menunjukkan peluang beli saat turun dengan dukungan SMA dan indikator momentum.

PipTrail – Harga perak (XAG/USD) mengalami koreksi pada perdagangan Kamis setelah sempat menyentuh puncak sepanjang masa pada sesi sebelumnya. Logam mulia ini bergerak turun lebih dari satu persen dan diperdagangkan di bawah level psikologis $66,00. Meski demikian, tekanan jual yang muncul sejauh ini masih tergolong terbatas dan lebih mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek. Struktur teknikal jangka pendek hingga menengah secara umum masih menunjukkan bias bullish, sehingga membuka peluang munculnya kembali minat beli saat harga melemah.

Pergerakan Harga Terkini XAG/USD

Pada sesi Asia, perak menarik tekanan jual dan bergerak di kisaran $65,75–$65,70. Pelemahan ini terjadi setelah reli kuat pada perdagangan sebelumnya yang membawa harga mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Jarak harga yang relatif dekat dengan level puncak tersebut mengindikasikan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya berubah negatif. Minat beli masih terlihat bertahan, sementara volatilitas yang meningkat mencerminkan adanya tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

Pergerakan harga yang cenderung terkonsolidasi ini juga menunjukkan bahwa pasar sedang menilai ulang kekuatan tren kenaikan sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, koreksi ringan kerap dianggap sebagai bagian normal dari pergerakan harga yang sehat, bukan sebagai sinyal pembalikan tren.

Faktor Pendorong Koreksi Jangka Pendek

Salah satu faktor utama yang mendorong koreksi harga perak adalah kondisi Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian yang berada di area jenuh beli. Ketika indikator momentum menunjukkan kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung mengambil keuntungan untuk mengamankan posisi, terutama setelah kenaikan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

Aksi profit taking ini lazim terjadi pada pasar komoditas yang sedang berada dalam tren naik kuat. Koreksi yang terjadi justru dapat membantu meredakan tekanan beli berlebihan dan memberi ruang bagi pasar untuk membangun fondasi yang lebih stabil sebelum melanjutkan pergerakan ke arah yang sama.

Level Teknis Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, penembusan harga di atas penghalang horizontal di sekitar $64,00 pada perdagangan sebelumnya menjadi katalis penting bagi penguatan perak. Level ini kini bertransformasi menjadi area support krusial dan bertepatan dengan Simple Moving Average (SMA) 100-jam. Kombinasi antara bekas resistance dan indikator moving average memperkuat peran area tersebut sebagai penyangga harga dalam jangka pendek.

Selama harga mampu bertahan di atas zona ini, prospek kenaikan lanjutan masih tetap terjaga. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat membuka ruang bagi koreksi yang lebih dalam.

Support Utama di SMA 100-Jam

Kemiringan SMA 100-jam yang mengarah ke atas menjadi sinyal tambahan bahwa tren jangka pendek masih berada dalam jalur positif. Moving average yang naik biasanya mencerminkan dominasi pembeli dalam struktur pasar. Oleh karena itu, setiap penurunan menuju area SMA ini berpotensi menarik kembali minat beli, terutama dari pelaku pasar yang menerapkan strategi beli saat harga turun.

Bagi trader jangka pendek, area ini kerap dijadikan acuan penting untuk menentukan titik masuk dengan risiko yang relatif lebih terukur.

Resistensi dan Target Kenaikan

Di sisi atas, area di sekitar $66,00 kembali menjadi resistensi terdekat yang perlu diperhatikan. Level psikologis ini sebelumnya menjadi batas yang sulit ditembus dan masih berpotensi menahan laju kenaikan dalam jangka pendek. Penembusan yang bersih dan berkelanjutan di atas level tersebut dapat membuka peluang bagi perak untuk mencetak rekor baru.

Namun, dengan momentum yang saat ini sedikit mendingin, pergerakan naik kemungkinan memerlukan konfirmasi tambahan dari indikator teknikal agar reli dapat berlanjut secara meyakinkan.

Analisis Indikator Momentum

Indikator teknikal memberikan sinyal yang beragam namun masih cenderung konstruktif. RSI pada grafik 1-jam berada di sekitar 59,95, mencerminkan kondisi netral ke bullish. Posisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren yang lebih besar.

Sementara itu, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) tercatat berada di bawah nol. Hal ini mengindikasikan bahwa garis MACD melintasi di bawah garis sinyal, mencerminkan pendinginan momentum setelah reli cepat. Meski demikian, sinyal ini masih bersifat korektif dan belum menjadi indikasi pembalikan tren secara menyeluruh.

Strategi Trading dan Prospek Pasar

Dengan latar belakang teknikal yang masih mendukung, banyak pelaku pasar mempertimbangkan strategi buy on dip. Koreksi menuju area support utama dipandang sebagai peluang untuk masuk kembali ke pasar dengan rasio risiko dan imbal hasil yang lebih menarik. Namun, disiplin dalam manajemen risiko tetap menjadi faktor kunci.

Penembusan tegas di bawah SMA 100-jam dapat mengubah pandangan jangka pendek menjadi lebih netral atau bahkan bearish. Oleh karena itu, pemantauan ketat terhadap reaksi harga di area-level kunci menjadi sangat penting.

Secara keseluruhan, penurunan harga perak di bawah $66,00 lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah reli kuat dibandingkan perubahan arah tren. Selama harga mampu bertahan di atas support utama, prospek kenaikan lanjutan masih terbuka. Fokus pasar kini tertuju pada konfirmasi indikator momentum dan kemampuan harga mempertahankan struktur teknikal positif dalam beberapa sesi ke depan.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “Harga Perak Turun 1% dari Rekor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *