AUD Stabil Usai PMI China 50,1, Uji 0,6700

Dolar Australia stabil setelah PMI Manufaktur China naik ke 50,1. AUD/USD menguji 0,6700 di tengah sikap hawkish RBA dan FOMC yang hati-hati.

PipTrail – Dolar Australia (AUD) bergerak relatif stabil terhadap Dolar AS (USD) setelah rilis data Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) resmi Tiongkok yang menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi. PMI Manufaktur China untuk Desember tercatat naik ke level 50,1, melampaui capaian bulan sebelumnya di 49,2 sekaligus mengalahkan ekspektasi pasar.

Stabilnya pergerakan AUD juga dipengaruhi oleh minimnya volume transaksi menyusul libur Tahun Baru di Australia. Meski demikian, sentimen global tetap menjadi penopang utama, terutama perkembangan ekonomi China, sikap bank sentral utama, serta dinamika inflasi domestik Australia.

PMI China Jadi Penopang Sentimen AUD

PMI Manufaktur dan Non-Manufaktur Menguat

PMI Manufaktur China yang kembali ke atas level ekspansi 50 menjadi sinyal positif bagi mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Australia. Sebagai mitra dagang utama Australia, setiap indikasi pemulihan ekonomi China langsung berdampak pada prospek ekspor dan pertumbuhan Australia.

Selain itu, PMI Non-Manufaktur China juga naik menjadi 50,2 dari 49,5 di bulan sebelumnya. Kenaikan ganda pada sektor manufaktur dan jasa memperkuat keyakinan pasar bahwa aktivitas ekonomi China mulai menunjukkan stabilisasi menjelang awal tahun.

AUD Bertahan di Tengah Volume Tipis

Pasangan AUD/USD bergerak tipis namun mampu bertahan selama dua sesi berturut-turut. Kondisi pasar yang sepi membuat pergerakan cenderung terbatas, namun bias tetap condong ke arah penguatan moderat selama tidak ada sentimen negatif baru dari global.

Ekspektasi Suku Bunga RBA Masih Hawkish

RBA Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga 2026

Dolar Australia juga mendapatkan dukungan dari meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA). Gubernur RBA, Michele Bullock, menyatakan bahwa meski kenaikan suku bunga belum menjadi skenario utama, dewan telah membahas kondisi di mana pengetatan kebijakan mungkin diperlukan pada 2026.

Risalah rapat Desember RBA menegaskan bahwa bank sentral siap bertindak jika inflasi tidak melambat sesuai perkiraan. Fokus utama pasar kini tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Kuartal IV yang dijadwalkan pada 28 Januari.

Inflasi Australia Masih di Atas Target

Inflasi umum Australia tercatat naik ke 3,8% pada Oktober dari 3,6% di bulan sebelumnya, tetap berada di atas kisaran target RBA sebesar 2–3%. Selain itu, ekspektasi inflasi konsumen meningkat menjadi 4,7% pada Desember, mengindikasikan tekanan harga yang masih bertahan.

Sejumlah bank besar memperkirakan RBA berpotensi menaikkan suku bunga menjadi 3,85% paling cepat pada pertemuan kebijakan awal tahun depan, jika tekanan inflasi berlanjut.

Dolar AS Menguat Usai Risalah FOMC

The Fed Cenderung Menahan Pemangkasan

Di sisi lain, Dolar AS mendapatkan dukungan setelah rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Desember. Mayoritas pejabat The Fed menilai bahwa menahan pemotongan suku bunga lebih lanjut akan tepat jika inflasi terus melandai secara bertahap.

Beberapa pejabat bahkan menilai suku bunga perlu dipertahankan untuk sementara waktu, setelah The Fed melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun 2025.

Probabilitas Tahan Suku Bunga Meningkat

Pasar kini memperkirakan probabilitas 85,1% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari. Ekspektasi pemangkasan sebesar 25 basis poin pun menurun, mencerminkan sikap pasar yang semakin berhati-hati terhadap arah kebijakan moneter AS.

Analisis Teknikal: AUD/USD Uji 0,6700

Bias Bullish Masih Terjaga

Secara teknikal, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6690 dan tetap berada dalam pola ascending channel pada grafik harian. Hal ini mengindikasikan bias bullish yang masih bertahan dalam jangka pendek.

Pasangan ini bertahan di atas EMA 9-hari yang mengarah ke atas, menandakan minat beli tetap muncul setiap kali terjadi koreksi. RSI 14-hari berada di kisaran 64, mencerminkan momentum bullish tanpa memasuki area jenuh beli.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

  • Resistance terdekat: 0,6700
  • Resistance lanjutan: 0,6727 (tertinggi sejak Oktober 2024)
  • Target atas channel: 0,6850

Sementara itu, support awal berada di area 0,6680–0,6684. Penembusan di bawah channel berpotensi membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area 0,6414, yang menjadi level terendah enam bulan.

Dolar Australia tetap stabil dengan kecenderungan menguat setelah PMI China naik ke 50,1, didukung oleh prospek kebijakan RBA yang masih hawkish dan sentimen risiko global yang membaik. Meski Dolar AS mendapat sokongan dari sikap hati-hati The Fed, AUD/USD masih menjaga bias bullish selama bertahan di atas area support kunci dan terus menguji level psikologis 0,6700.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “AUD Stabil Usai PMI China 50,1, Uji 0,6700

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *