
EUR/GBP bergerak datar di sekitar 0,8675 setelah gagal menembus 0,8690. Data ekonomi Jerman yang beragam menahan penguatan euro, sementara pound tetap defensif di tengah kekhawatiran pertumbuhan Inggris.
PipTrail – Pasangan mata uang EUR/GBP bergerak relatif datar pada sesi awal perdagangan Eropa hari Jumat, bertahan di kisaran 0,8675 setelah gagal menembus level resistensi 0,8690 sehari sebelumnya. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam menanggapi rilis data ekonomi yang beragam dari Jerman serta minimnya katalis baru dari Inggris.
Secara mingguan, EUR/GBP berada di jalur untuk mencatatkan penurunan sekitar 0,3%, memperpanjang koreksi dari puncak pertengahan November di atas 0,8800, dengan total penurunan mendekati 1,5%.
Tekanan Teknis dan Sentimen Pasar
Penolakan di Area Resistensi
Kegagalan EUR/GBP menembus area 0,8690 menunjukkan bahwa minat beli terhadap euro masih terbatas. Level ini kini menjadi resistensi jangka pendek yang cukup kuat, sementara area 0,8650–0,8660 berfungsi sebagai zona penopang awal bagi pergerakan harga.
Dari perspektif teknikal, pergerakan sideways ini menandakan pasar sedang menunggu katalis yang lebih jelas, baik dari data ekonomi lanjutan maupun sinyal kebijakan moneter dari bank sentral.
Tren yang Lebih Luas
Dalam konteks yang lebih luas, tekanan terhadap EUR/GBP mencerminkan pelemahan euro secara bertahap sejak pertengahan November. Ketidakpastian prospek pertumbuhan Zona Euro serta sinyal ekonomi yang belum konsisten membuat euro kesulitan membangun momentum penguatan berkelanjutan terhadap pound.
Data Jerman: Sinyal Campuran
Produksi Industri Lebih Baik dari Perkiraan
Data Jerman yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa Produksi Industri tumbuh 0,8% pada bulan November, melambat dari kenaikan 2,0% di bulan sebelumnya. Meski demikian, capaian ini jauh lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan kontraksi sebesar 0,4%.
Angka ini sempat memberikan sentimen positif jangka pendek terhadap euro, karena mengindikasikan bahwa sektor industri Jerman masih menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global.
Surplus Perdagangan Menyusut
Namun, sentimen tersebut segera mereda setelah data perdagangan menunjukkan hasil yang mengecewakan. Surplus perdagangan Jerman menyusut menjadi €13,1 miliar pada bulan November, turun signifikan dari €16,9 miliar di bulan Oktober dan jauh di bawah perkiraan pasar sebesar €16,5 miliar.
Penurunan surplus ini terutama dipicu oleh kontraksi ekspor sebesar 2,5%, bertolak belakang dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kinerja ekspor akan stagnan.
Kekhawatiran terhadap Prospek Ekonomi
Melemahnya ekspor kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Jerman sebagai motor utama Zona Euro. Ketergantungan ekonomi Jerman pada perdagangan global membuatnya rentan terhadap perlambatan permintaan eksternal, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Fokus ke Data Zona Euro
Penjualan Ritel Jadi Sorotan
Menjelang akhir pekan, perhatian pelaku pasar tertuju pada data penjualan ritel Zona Euro. Angka bulanan diprakirakan naik 0,1% pada bulan November, setelah stagnan di bulan Oktober.
Secara tahunan, konsumsi ritel diperkirakan tumbuh 1,6%, sedikit lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 1,5% sebelumnya. Jika terealisasi, data ini dapat memberikan dukungan moderat bagi euro, meski dampaknya kemungkinan terbatas.
Konsumsi Masih Rapuh
Meski proyeksi menunjukkan perbaikan, konsumsi rumah tangga di Zona Euro masih menghadapi tekanan dari inflasi yang relatif tinggi dan ketidakpastian pendapatan. Kondisi ini membatasi potensi penguatan euro secara signifikan dalam jangka pendek.
Situasi di Inggris: Minim Katalis
Kalender Ekonomi yang Sepi
Berbeda dengan Zona Euro, kalender ekonomi Inggris pekan ini tergolong sangat tipis. Ketiadaan rilis data utama membuat pergerakan pound lebih dipengaruhi oleh sentimen dan perkembangan sebelumnya.
Dampak Revisi PMI Jasa
Pound Inggris tetap berada dalam posisi defensif setelah revisi turun PMI Jasa S&P Global awal pekan ini. Revisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa ekonomi Inggris mulai mengalami perlambatan pertumbuhan di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.
Kombinasi perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali menjadi dilema bagi Bank of England, karena ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter masih terbatas.
Implikasi bagi EUR/GBP
Keseimbangan Tekanan Dua Mata Uang
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa baik euro maupun pound sama-sama menghadapi tantangan domestik. Data Jerman yang beragam membatasi penguatan euro, sementara kekhawatiran pertumbuhan di Inggris menahan pelemahan pound.
Keseimbangan tekanan ini menjelaskan mengapa EUR/GBP bergerak dalam kisaran sempit dan cenderung datar dalam beberapa sesi terakhir.
Prospek Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, pergerakan EUR/GBP kemungkinan tetap dipengaruhi oleh:
- Data ekonomi lanjutan dari Zona Euro
- Sinyal kebijakan dari Bank Sentral Eropa dan Bank of England
- Perkembangan sentimen risiko global
Tanpa katalis kuat, pasangan mata uang ini berpotensi melanjutkan konsolidasi di bawah area 0,8700.
EUR/GBP saat ini tertahan di sekitar 0,8675 setelah gagal menembus resistensi 0,8690, di tengah rilis data Jerman yang memberikan sinyal campuran. Kinerja produksi industri yang lebih baik dari perkiraan belum cukup menutupi kekhawatiran akibat melemahnya ekspor dan menyusutnya surplus perdagangan. Sementara itu, minimnya data dari Inggris membuat pound bertahan dalam posisi defensif. Kondisi ini menjaga EUR/GBP bergerak stabil dengan kecenderungan melemah secara moderat dalam kerangka mingguan.





