
Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS didorong pelemahan USD, kekhawatiran terhadap The Fed, dan sinyal teknikal bullish AUD/USD. Simak analisis lengkapnya.
PipTrail – Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) setelah mengalami tekanan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya Dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap Federal Reserve (The Fed), perlambatan data ketenagakerjaan AS, serta dukungan teknikal pada pasangan AUD/USD.
Pergerakan ini menempatkan AUD sebagai salah satu mata uang dengan performa relatif solid di awal pekan, terutama terhadap Yen Jepang.
AUD Menguat Meski Data Domestik Australia Beragam
Penguatan Dolar Australia terjadi meskipun data ekonomi domestik menunjukkan hasil yang beragam. Lowongan Pekerjaan ANZ tercatat turun 0,5% pada Desember setelah penurunan yang direvisi sebesar 1,5% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan pasar tenaga kerja yang mulai melunak, meskipun belum menunjukkan pelemahan yang signifikan.
Di sisi lain, belanja rumah tangga Australia masih tumbuh 1,0% secara bulanan pada November 2025. Namun, laju pertumbuhan ini melambat dibandingkan kenaikan 1,4% pada Oktober, menandakan konsumen tetap berhati-hati di tengah suku bunga tinggi dan tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Prospek Kebijakan RBA Masih Tidak Pasti
Data Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia yang bervariasi membuat arah kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) belum sepenuhnya jelas. Meski demikian, pernyataan pejabat RBA menyiratkan bahwa inflasi masih berada dalam jalur yang sesuai dengan proyeksi bank sentral.
RBA juga menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat belum menjadi prioritas. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi kuartalan berikutnya yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan moneter Australia ke depan.
Dolar AS Tertekan Isu The Fed dan Data Ketenagakerjaan
Pelemahan Dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong penguatan AUD/USD. Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah di bawah level psikologis penting akibat meningkatnya ketidakpastian seputar Federal Reserve.
Isu penyelidikan terhadap pimpinan The Fed menambah tekanan terhadap sentimen pasar, memperkuat kekhawatiran akan stabilitas dan independensi bank sentral AS. Kondisi ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berbasis USD.
Data Tenaga Kerja AS Picu Ekspektasi Dovish
Dari sisi data, pertumbuhan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Desember tercatat lebih lemah dari ekspektasi pasar. Meski tingkat pengangguran menurun dan upah tetap tumbuh, laju penciptaan lapangan kerja yang melambat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Pasar juga menilai bahwa tren pelemahan bertahap di pasar tenaga kerja AS membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif ke depan, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Faktor Global Turut Mempengaruhi Pergerakan AUD
Selain faktor AS dan domestik Australia, perkembangan ekonomi global turut memengaruhi pergerakan Dolar Australia. Data inflasi Tiongkok yang menunjukkan pemulihan terbatas memberikan sentimen campuran bagi mata uang berbasis komoditas seperti AUD.
Di sisi perdagangan, surplus neraca dagang Australia yang menyempit akibat penurunan ekspor turut menjadi perhatian. Namun, pasar menilai faktor eksternal, khususnya pelemahan USD, masih lebih dominan dalam menentukan arah AUD/USD dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal: AUD/USD Kembali ke Jalur Bullish
Secara teknikal, pasangan AUD/USD diperdagangkan di sekitar area 0,6700 dan menunjukkan upaya untuk kembali ke dalam ascending channel pada grafik harian. Struktur ini mengindikasikan potensi pembaruan bias bullish apabila harga mampu bertahan di atas level kunci.
RSI dan Level Kunci yang Perlu Diperhatikan
Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di atas level 50, mencerminkan momentum positif yang masih terjaga. Jika penguatan berlanjut, AUD/USD berpotensi menguji resistance berikutnya di area 0,6760 yang menjadi level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Apabila momentum bullish semakin kuat, pasangan ini berpeluang bergerak menuju batas atas ascending channel di kisaran 0,6860. Sebaliknya, area 0,6700 menjadi support awal yang krusial, diikuti oleh rata-rata pergerakan jangka menengah sebagai penahan penurunan lebih dalam.
Penguatan Dolar Australia saat ini didorong oleh kombinasi pelemahan Dolar AS, ketidakpastian seputar The Fed, serta sinyal teknikal yang mendukung kenaikan AUD/USD. Meski data domestik Australia belum sepenuhnya solid, sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan.
Dalam jangka pendek, pergerakan AUD/USD akan sangat bergantung pada perkembangan kebijakan moneter AS, rilis data inflasi Australia, serta stabilitas sentimen global. Selama tekanan terhadap USD berlanjut, peluang penguatan lanjutan Dolar Australia tetap terbuka.





