
Dolar Australia menguat di 2026 ditopang inflasi domestik, pertumbuhan PDB Tiongkok Q4, pelemahan Dolar AS, sinyal RBA, dan prospek teknikal AUD/USD menuju 0,6766.
PipTrail – Dolar Australia (AUD) menunjukkan ketahanan yang relatif kuat di awal 2026, bertahan di kisaran atas meskipun pasar global diwarnai oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter yang ketat. Pergerakan AUD tidak hanya ditentukan oleh faktor domestik Australia, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang utama, serta arah kebijakan Federal Reserve (Fed) yang memengaruhi kekuatan Dolar AS (USD).
Sepanjang pekan berjalan, pasangan AUD/USD diperdagangkan stabil di sekitar level 0,6680, mencerminkan keseimbangan antara tekanan eksternal dan dukungan fundamental domestik. Pasar tampak menunggu katalis baru, tetapi beberapa indikator kunci memberikan sinyal bahwa AUD masih memiliki potensi penguatan lebih lanjut jika kondisi global tetap kondusif.
Inflasi Australia Menguat dan Implikasinya
Salah satu faktor utama yang menopang Dolar Australia adalah kenaikan inflasi domestik. Indeks Inflasi TD-MI meningkat menjadi 3,5 persen year-on-year pada Desember 2025, naik dari 3,2 persen pada periode sebelumnya. Secara bulanan, inflasi melonjak 1,0 persen, laju tercepat sejak Desember 2023, menandakan tekanan harga yang kembali meningkat setelah sempat mereda.
Kenaikan inflasi ini memberikan dilema bagi Reserve Bank of Australia (RBA). Di satu sisi, inflasi utama telah turun menjadi 3,4 persen pada November, level terendah sejak Agustus, tetapi masih berada di atas target 2–3 persen. Di sisi lain, lonjakan inflasi terbaru menunjukkan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya jinak.
RBA mengakui bahwa risiko inflasi masih condong ke sisi atas, meskipun risiko dari perlambatan global mulai berkurang. Proyeksi bank sentral menunjukkan inflasi inti kemungkinan tetap di atas 3 persen dalam jangka pendek sebelum turun mendekati 2,6 persen pada 2027. Dengan kondisi ini, ekspektasi pasar condong pada kemungkinan hanya satu penurunan suku bunga tambahan sepanjang 2026.
Peran Kunci Ekonomi Tiongkok
Sebagai mitra dagang terbesar Australia, kinerja ekonomi Tiongkok memiliki pengaruh signifikan terhadap AUD. Data terbaru menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 1,2 persen secara kuartalan pada Kuartal IV 2025, lebih tinggi dari Kuartal III dan melampaui ekspektasi pasar.
Secara tahunan, PDB Tiongkok tumbuh 4,5 persen, sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya, tetapi tetap di atas perkiraan konsensus. Hal ini memberikan sinyal bahwa ekonomi Tiongkok masih relatif solid, meskipun menghadapi tantangan dari sektor properti dan permintaan domestik yang belum sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, data Penjualan Ritel Desember hanya tumbuh 0,9 persen year-on-year, lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan konsumsi domestik masih lemah. Namun, Produksi Industri meningkat 5,2 persen, mengindikasikan aktivitas manufaktur yang membaik. Kombinasi data ini menciptakan gambaran ekonomi yang bercampur, tetapi tidak cukup lemah untuk menekan AUD secara signifikan.
Tekanan pada Dolar AS Menguntungkan AUD
Di pasar global, Dolar AS justru berada di bawah tekanan. Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke sekitar 99,20, dipengaruhi oleh meningkatnya penghindaran risiko terkait ketegangan politik antara Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa atas isu Greenland.
Pernyataan Presiden AS mengenai potensi tarif terhadap sejumlah negara Eropa menambah ketidakpastian pasar, mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman dan menekan greenback. Selain itu, pasar tenaga kerja AS yang masih kuat membuat Fed tidak terburu-buru menurunkan suku bunga, tetapi ekspektasi pemangkasan baru bergeser ke paruh kedua 2026.
Analis memperkirakan hanya dua pemotongan suku bunga pada 2026, kemungkinan pada Juni dan September. Dengan prospek suku bunga AS yang masih relatif tinggi, tekanan terhadap USD bisa bertahan, memberi ruang bagi AUD untuk menguat secara gradual.
Sikap Kebijakan RBA dan Ekspektasi Pasar
Futures suku bunga kas antarbank ASX untuk Februari 2026 menunjukkan probabilitas 22 persen bahwa RBA justru akan menaikkan suku bunga menjadi 3,85 persen pada pertemuan berikutnya. Meskipun peluang ini relatif kecil, sinyal tersebut mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap risiko inflasi yang kembali meningkat.
RBA tampaknya akan mempertahankan pendekatan wait-and-see, menilai perkembangan inflasi dan kondisi global sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut. Selama inflasi belum kembali ke target secara berkelanjutan, ruang untuk pelonggaran kebijakan tetap terbatas.
Analisis Teknikal AUD/USD
Secara teknikal, pasangan AUD/USD menunjukkan bias netral hingga bullish jangka pendek. Harga bergerak dekat Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari di sekitar 0,6690, menandakan konsolidasi yang sehat setelah kenaikan sebelumnya.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 52,78, sedikit di atas garis tengah, menunjukkan momentum masih condong ke sisi naik tanpa tanda overbought. Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas 0,6690, target berikutnya berada di 0,6766, level tertinggi sejak Oktober 2024.
Sebaliknya, jika terjadi koreksi di bawah EMA sembilan hari, support terdekat berada di 0,6642 (EMA 50-hari). Penurunan lebih lanjut dapat membawa AUD/USD menuju 0,6414, level terendah sejak Juni 2025.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meskipun prospek AUD relatif stabil, sejumlah risiko tetap membayangi. Perlambatan tajam ekonomi Tiongkok, eskalasi ketegangan geopolitik, atau perubahan kebijakan Fed yang lebih hawkish dapat menekan mata uang komoditas seperti AUD.
Selain itu, jika inflasi Australia kembali melonjak lebih tinggi dari perkiraan, RBA bisa terpaksa mempertahankan suku bunga lebih lama, yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi domestik dalam jangka menengah.
Dolar Australia memasuki 2026 dengan pijakan yang cukup solid, didukung oleh inflasi domestik yang masih tinggi, kinerja ekonomi Tiongkok yang relatif stabil, dan tekanan terhadap Dolar AS. Meskipun volatilitas tetap mungkin terjadi, kombinasi faktor fundamental dan teknikal saat ini cenderung mendukung stabilitas hingga potensi penguatan moderat AUD/USD dalam beberapa bulan ke depan.




