Dolar Australia Stabil Setelah Data PMI Jasa Tiongkok Menguat

Dolar Australia (AUD) bergerak stabil terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Rabu, setelah menguat lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini didukung oleh rilis data Purchasing Managers Index (PMI) Jasa Tiongkok yang lebih kuat dari perkiraan, mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang utama Australia.

PMI Jasa Tiongkok Dukung AUD

Pasangan AUD/USD bertahan setelah PMI Jasa Tiongkok bulan Januari naik menjadi 52,3, dari 52,0 pada Desember. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar di 51,8, menandakan ekspansi aktivitas sektor jasa yang berlanjut.

Kuatnya data ekonomi Tiongkok memberikan sentimen positif bagi AUD, mengingat ketergantungan ekspor Australia terhadap permintaan dari negara tersebut.

PMI Australia Catat Ekspansi Terkuat Hampir Empat Tahun

Dolar Australia juga mendapat dukungan dari rilis PMI S&P Global Australia yang disesuaikan secara musiman. PMI Gabungan Australia naik tajam menjadi 55,7 pada Januari dari 51,0 pada Desember, mencatatkan ekspansi terkuat dalam 45 bulan.

Sementara itu, PMI Jasa meningkat menjadi 56,3 dari 51,1, level tertinggi sejak Februari 2022. Angka ini melampaui estimasi awal 56,0 dan bertahan di atas ambang ekspansi 50,0, memperpanjang periode pertumbuhan sektor jasa menjadi dua tahun berturut-turut.

RBA Naikkan Suku Bunga, Pasar Antisipasi Pengetatan Lanjutan

Pada Selasa, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,85 persen. Bank sentral menilai pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari perkiraan, sementara tekanan inflasi masih membandel.

Seiring dimulainya siklus pengetatan, pasar meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Mei menjadi sekitar 80 persen, dengan ekspektasi pengetatan tambahan sekitar 40 basis poin sepanjang tahun ini.

Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa tekanan inflasi masih terlalu tinggi dan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target. Ia menekankan bahwa dewan akan tetap bergantung pada data dan menghindari panduan ke depan.

Dolar AS Masih Tertekan

Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak lemah untuk sesi kedua berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 97,40. Pelemahan terjadi meskipun data terbaru menunjukkan rebound tak terduga pada aktivitas manufaktur AS.

PMI Manufaktur ISM AS naik menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember, mengalahkan ekspektasi pasar di 48,5, menegaskan ketahanan ekonomi AS.

Faktor Politik dan Inflasi AS Pengaruhi Dolar

Sentimen terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan dan inflasi. Presiden AS Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya, yang ditafsirkan pasar sebagai sinyal pendekatan moneter yang lebih disiplin.

Inflasi produsen AS tetap tinggi, dengan PPI bertahan di 3,0 persen yoy, sementara PPI inti meningkat menjadi 3,3 persen yoy, memperkuat sikap hati-hati bank sentral AS.

Pejabat Federal Reserve, termasuk Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga tambahan belum diperlukan dalam waktu dekat.

Data Domestik Australia Ikut Menopang AUD

Sejumlah indikator domestik Australia turut menopang pergerakan AUD. Inflasi RBA Trimmed Mean meningkat menjadi 0,2 persen MoM dan 3,3 persen YoY, sementara CPI bulanan naik 1,0 persen pada Desember.

Harga ekspor Australia melonjak 3,2 persen QoQ pada Kuartal IV 2025, menjadi kenaikan pertama dalam tiga kuartal. Harga impor juga naik 0,9 persen, berbalik dari penurunan pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, PMI Manufaktur Tiongkok RatingDog naik menjadi 50,3 pada Januari, menandakan ekspansi ringan dengan laju tercepat sejak Oktober. Indeks Inflasi TD-MI Australia meningkat menjadi 3,6 persen YoY, sementara iklan lowongan kerja ANZ melonjak 4,4 persen MoM pada Desember 2025.

AUD/USD Rebound Dekati Level Tertinggi Tiga Tahun

Secara teknikal, pasangan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7030. Grafik harian menunjukkan pasangan ini tetap berada dalam ascending channel, mengindikasikan bias bullish yang berlanjut.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di sekitar 73,30, mencerminkan momentum bullish meski mulai jenuh. Pasangan ini sempat rebound ke 0,7094, level tertinggi sejak Februari 2023.

Penembusan di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju area 0,7210 di batas atas channel. Di sisi bawah, support terdekat berada di EMA 9-hari di 0,6964, dengan support lanjutan di EMA 50-hari sekitar 0,6759.

Related Posts

Harga XAG/USD terkoreksi ke dekat $93,50

Harga perak (XAG/USD) terkoreksi ke dekat $93,50 setelah mencetak rekor tertinggi, tertekan aksi profit taking dan ekspektasi suku bunga The Fed, tetapi ditopang permintaan safe-haven akibat ketegangan tarif Trump–Eropa. Analisis…

AUD Bertahan Tipis 2026

Dolar Australia (AUD) bergerak terbatas saat PBOC menahan suku bunga LPR, ketidakpastian AS–Greenland menekan dolar AS, sementara inflasi Australia meningkatkan peluang kebijakan RBA lebih ketat. Analisis teknikal AUD/USD dan prospek…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *