Harga Pertamax Naik, DPR Prediksi Masyarakat Beralih ke Pertalite

JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax diperkirakan akan mendorong sebagian masyarakat untuk beralih menggunakan Pertalite yang memiliki harga lebih terjangkau. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang ditanggung pemerintah.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa perubahan perilaku konsumen merupakan konsekuensi yang wajar ketika terjadi kenaikan harga BBM.

Menurutnya, masyarakat cenderung mencari alternatif bahan bakar dengan harga yang lebih rendah ketika terjadi penyesuaian harga pada produk BBM non-subsidi.

“Ketika harga naik, masyarakat tentu akan mempertimbangkan pilihan yang lebih murah. Hal ini berpotensi mendorong peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

Dampak Kenaikan Harga Masih Dikaji

Misbakhun menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada perhitungan rinci mengenai seberapa besar dampak kenaikan harga Pertamax terhadap pola konsumsi masyarakat maupun terhadap anggaran subsidi energi.

Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait masih melakukan kajian untuk melihat potensi perubahan konsumsi BBM serta konsekuensi fiskal yang mungkin muncul akibat kebijakan tersebut.

Ia menambahkan bahwa hasil perhitungan yang lebih mendalam diperlukan untuk mengetahui besaran dampak yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Berpotensi Memicu Kenaikan Inflasi

Selain berdampak pada konsumsi BBM, kenaikan harga Pertamax juga dinilai memiliki potensi mendorong laju inflasi nasional.

Harga bahan bakar menjadi salah satu komponen yang berpengaruh terhadap biaya transportasi dan distribusi barang. Karena itu, perubahan harga BBM sering kali berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan lainnya.

Meski demikian, besaran dampak inflasi akibat kenaikan harga Pertamax masih menunggu hasil kajian dan perhitungan lebih lanjut dari pemerintah.

Pemerintah Siapkan Opsi Stimulus

Di tengah kenaikan harga BBM, pemerintah disebut tengah membahas sejumlah opsi stimulus dan insentif yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan kelompok masyarakat yang terdampak langsung oleh kenaikan harga Pertamax.

Menurut Misbakhun, pemerintah saat ini masih menghitung bentuk bantuan atau stimulus yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok pengguna Pertamax yang berpotensi terdampak oleh penyesuaian harga.

Baca juga, Kisah Asmara Luna Maya dan Maxime Bouttier: Rahasia Menjaga Percikan Cinta Tetap Membara

Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga beberapa produk BBM non-subsidi.

Harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena dinilai dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat, tingkat inflasi, serta beban subsidi energi nasional dalam jangka pendek maupun menengah.

Related Posts

Kisah Asmara Luna Maya dan Maxime Bouttier: Rahasia Menjaga Percikan Cinta Tetap Membara

Kisah asmara pasangan selebritas Luna Maya dan Maxime Bouttier tampaknya kian hari kian menunjukkan kemesraan yang membuat banyak orang berdecak kagum. Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan yang kerap dipenuhi drama,…

Biaya Pendidikan Anak Terus Naik, Orang Tua Diminta Siapkan Peraencanaan Keuangan Sejak Dini

Kenaikan biaya pendidikan di Indonesia menjadi tantangan yang semakin besar bagi banyak keluarga. Kondisi ini membuat perencanaan dana pendidikan anak dinilai semakin penting agar kebutuhan sekolah hingga perguruan tinggi dapat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *