Pembacaan teknikal lintas aset pagi ini bertumpu pada satu tema utama: Euro diperdagangkan di bawah 1,13, yang kami baca sebagai tanda dimulainya pergerakan bearish jangka menengah. Di sisi lain, Indeks Dolar sudah naik cukup baik, tetapi perlu bertahan di atas 102 untuk memastikan kenaikan lebih lanjut. Selama konfirmasi itu belum terpenuhi, sebagian besar target pada aset lain di bawah ini sebaiknya dibaca sebagai skenario bersyarat, bukan kepastian.
Gambar berikut merangkum bias dan level kunci pada empat kelompok aset: mata uang, imbal hasil, ekuitas, dan komoditas.

Peta bias lintas aset berdasarkan pembacaan teknikal pagi ini. Panah menunjukkan arah bias, titik menunjukkan kondisi bertahan atau bersyarat.
Mata Uang: Dolar Menguat, Konfirmasinya Ada di Level 102
Dua pembacaan utama di pasar mata uang saling terkait. Indeks Dolar telah naik cukup baik, namun belum sepenuhnya terkonfirmasi sebelum bertahan di atas 102. Pada saat yang sama, Euro berada di bawah 1,13, level yang kami pandang sebagai awal pergerakan bearish jangka menengah pada EUR/USD.
Pembacaan pada pasangan silang sejalan dengan tema tersebut. USD/JPY dapat naik perlahan menuju 159, sementara EUR/JPY terlihat lemah. Pada pasangan rupee, EUR/INR berpotensi mengalami penurunan terbatas dan dapat segera memantul kembali dalam sesi-sesi mendatang, sedangkan USD/CNY dapat tetap stabil sepanjang pekan ini.
USD/INR memiliki ruang terbatas untuk menguji 95,50 selama berada di atas 96,35, sebelum menghadapi penolakan dari sana menuju 96–95,80. Penembusan tegas di atas 96,50 bisa bersifat bullish. Adapun Aussie dan Pound dapat bertahan di atas support krusial masing-masing di 0,69 dan 1,32.
Ringkasan pembacaan pada mata uang dan pasangannya:
| Pasangan/Indeks | Pembacaan | Level Kunci |
| Indeks Dolar | Naik cukup baik, perlu konfirmasi | Bertahan di atas 102 |
| EUR/USD | Bearish jangka menengah dimulai | Diperdagangkan di bawah 1,13 |
| USD/JPY | Dapat naik perlahan | Menuju 159 |
| EUR/JPY | Terlihat lemah | — |
| EUR/INR | Penurunan terbatas, dapat segera memantul | — |
| USD/CNY | Dapat tetap stabil pekan ini | — |
| USD/INR | Ruang terbatas menguji 95,50 selama di atas 96,35; penolakan menuju 96–95,80 | Tembus tegas di atas 96,50 bisa bullish |
| AUD/USD | Dapat bertahan di atas support krusial | 0,69 |
| GBP/USD | Dapat bertahan di atas support krusial | 1,32 |
Imbal Hasil: AS dan India Naik, Jerman Turun Tajam
Imbal hasil Treasury AS telah naik kembali dengan baik dari posisi terendahnya pada hari Jumat, dan support-nya bertahan dengan sangat baik. Kondisi ini menjaga pandangan bullish kami untuk melihat kenaikan lebih lanjut tetap utuh.
Arah imbal hasil Jerman berbeda. Imbal hasil tersebut telah turun tajam dan dapat turun lebih jauh untuk menguji support-nya. Setelah itu, kenaikan yang lebih luas dapat berlanjut. Divergensi jangka pendek antara imbal hasil AS yang naik dan imbal hasil Jerman yang turun ini layak dicermati bersamaan dengan pergerakan EUR/USD.
Di India, imbal hasil GoI 10 tahun telah bergerak naik lebih lanjut. Pandangan bullish tetap utuh, dan imbal hasil masih memiliki ruang untuk naik lebih lanjut dari level saat ini.
Ekuitas: Dow Lemah, Nikkei Tetap Positif
Pasar saham menunjukkan gambaran yang terbelah. Dow tetap lemah di bawah 52000 dan dapat turun menuju 50000–49800. Di Eropa, DAX perlu menembus 25500 untuk naik menuju 25750–26000.
Di Asia, Nifty perlu bertahan di atas 22600 untuk naik menuju 23000, sedangkan Nikkei tetap positif di atas 70000 dan dapat naik menuju 72000. Pasar saham Shanghai tetap ditutup untuk libur Golden Week dan akan kembali diperdagangkan pada 8 Oktober, sehingga belum ada sinyal harga dari pasar tersebut.
Komoditas: Energi dan Emas Positif, Tembaga Lemah
Brent dan WTI tetap positif di atas support, dengan potensi kenaikan lebih lanjut masing-masing menuju US$105–110 dan US$95–100.
Pada logam mulia, emas perlu bertahan di 4100 untuk naik menuju US$4.300–4.400, sedangkan perak perlu bertahan di atas US$60 untuk pemulihan menuju US$63–65. Tembaga berbeda arah: tetap lemah dan dapat turun menuju US$6,55–6,50. Gas alam dapat naik menuju US$3,10–3,20 selama berada di atas US$2,91.
Rangkuman Level Pemicu dan Target
Tabel dan gambar berikut mengumpulkan level pemicu serta target pada aset ekuitas dan komoditas dalam satu tampilan:
| Aset | Kondisi/Level Pemicu | Target | Arah |
| Emas | Bertahan di 4100 | US$4.300–4.400 | Naik |
| Perak | Bertahan di atas US$60 | US$63–65 | Naik |
| Brent | Positif di atas support | US$105–110 | Naik |
| WTI | Positif di atas support | US$95–100 | Naik |
| Tembaga | Tetap lemah | US$6,55–6,50 | Turun |
| Gas alam | Di atas US$2,91 | US$3,10–3,20 | Naik |
| Dow | Lemah di bawah 52000 | 50000–49800 | Turun |
| DAX | Perlu menembus 25500 | 25750–26000 | Naik |
| Nifty | Bertahan di atas 22600 | 23000 | Naik |
| Nikkei | Positif di atas 70000 | 72000 | Naik |

Peta level pemicu (titik biru) dan zona target (area berwarna) pada aset ekuitas dan komoditas. Skala setiap baris berbeda.
Baca juga, Emas Bergerak Waspada di Sesi Asia, Sinyal Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan
Hal yang Perlu Dicermati
- Apakah Indeks Dolar mampu bertahan di atas 102, karena level ini menjadi syarat konfirmasi kenaikan lebih lanjut.
- Apakah Euro tetap di bawah 1,13, yang menjadi dasar pembacaan bearish jangka menengah pada EUR/USD.
- Apakah emas bertahan di 4100, sebagai syarat menuju US$4.300–4.400.
- Apakah imbal hasil Jerman menguji support-nya, dan apakah kenaikan yang lebih luas kemudian berlanjut.
- Kembalinya perdagangan saham Shanghai pada 8 Oktober, setelah libur Golden Week.
Catatan: level dan target di atas merupakan pandangan teknikal yang bersifat kondisional, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Pergerakan aktual dapat berbeda dari skenario yang dibahas.
