Pivot point adalah metode menghitung level support dan resistance berdasarkan harga tertinggi (high), terendah (low), dan penutupan (close) hari sebelumnya. Karena rumusnya objektif, banyak trader di seluruh dunia memakai level yang sama, sehingga level pivot sering menjadi area reaksi harga.

Rumus Pivot Point Klasik
| Level | Rumus |
|---|---|
| Pivot (P) | (High + Low + Close) ÷ 3 |
| R1 | (2 × P) − Low |
| S1 | (2 × P) − High |
| R2 | P + (High − Low) |
| S2 | P − (High − Low) |
| R3 | High + 2 × (P − Low) |
| S3 | Low − 2 × (High − P) |
Contoh Hitungan EUR/USD
Misalkan harga EUR/USD kemarin: High 1,1250, Low 1,1170, Close 1,1203.
- P = (1,1250 + 1,1170 + 1,1203) ÷ 3 = 1,1208
- R1 = (2 × 1,1208) − 1,1170 = 1,1245
- S1 = (2 × 1,1208) − 1,1250 = 1,1165
- R2 = 1,1208 + 0,0080 = 1,1288
- S2 = 1,1208 − 0,0080 = 1,1128
- R3 = 1,1250 + 2 × (1,1208 − 1,1170) = 1,1325
- S3 = 1,1170 − 2 × (1,1250 − 1,1208) = 1,1085
Angka di atas adalah ilustrasi untuk memahami rumus.
Cara Membaca Pivot
- Harga di atas P → bias intraday cenderung naik, R1 dan R2 menjadi target.
- Harga di bawah P → bias intraday cenderung turun, S1 dan S2 menjadi target.
- R3 dan S3 jarang tersentuh, biasanya hanya saat ada berita besar.
Dua Strategi Umum
1. Pantulan (bounce). Saat pasar datar, trader mencari pantulan di S1 untuk beli atau di R1 untuk jual, dengan stop loss sedikit di luar level tersebut.
2. Penembusan (breakout). Saat ada berita besar, penutupan candle di atas R1 atau di bawah S1 dipakai sebagai tanda pergerakan berlanjut ke level berikutnya.
Konfirmasi dengan pola candlestick, seperti dijelaskan di cara membaca candlestick forex, membuat sinyal lebih kuat.
Jenis Pivot Lain
| Jenis | Ciri |
|---|---|
| Klasik | Paling umum, rumus di atas |
| Fibonacci | Jarak R/S memakai rasio 38,2%, 61,8%, dan 100% |
| Camarilla | Level lebih rapat, populer untuk trading jangka sangat pendek |
| Woodie | Memberi bobot lebih pada harga penutupan |
Konsep rasio Fibonacci dijelaskan di Fibonacci retracement.
Batasan Pivot Point
- Tidak memperhitungkan berita. Pada hari FOMC atau keputusan bank sentral, harga bisa menembus semua level.
- Jam penutupan berbeda antarbroker, sehingga hasil hitungan bisa sedikit berbeda.
- Paling cocok untuk trading harian, kurang relevan untuk posisi jangka panjang.
- Tetap butuh manajemen risiko. Lihat manajemen risiko trading forex.
Level pivot dipakai dalam analisa harian kami, misalnya analisa XAU/USD hari ini. Penjelasan tambahan tersedia di Investopedia.
Materi ini bersifat edukasi. Contoh angka bersifat ilustratif, dan tidak ada metode analisis yang menjamin hasil. Trading forex menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana rumus pivot point?
Pivot point klasik dihitung dengan (High + Low + Close) ÷ 3 dari harga hari sebelumnya. R1 = (2 × P) − Low dan S1 = (2 × P) − High.
Apa arti harga di atas pivot point?
Harga di atas pivot point menunjukkan bias intraday cenderung naik, dengan R1 dan R2 sebagai target berikutnya. Harga di bawah pivot menunjukkan bias cenderung turun.
Apakah pivot point cocok untuk semua strategi?
Pivot point paling cocok untuk trading harian. Untuk posisi jangka panjang, level dari timeframe lebih besar atau analisis lain biasanya lebih relevan.
