
Dolar Australia melemah lima hari beruntun meski sikap RBA cenderung hawkish. Tekanan eksternal, data PMI, dan pergerakan USD membatasi penguatan AUD.
PipTrail – Dolar Australia (AUD) kembali berada di bawah tekanan dan melemah terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif AUD menjadi lima hari berturut-turut, meskipun pasar semakin mewaspadai kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) dalam waktu yang relatif dekat, bahkan secepat Februari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen hawkish dari bank sentral Australia belum cukup kuat untuk menopang pergerakan AUD. Faktor eksternal, mulai dari dinamika Dolar AS hingga perlambatan data ekonomi regional, masih menjadi penekan utama bagi mata uang Australia.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA Semakin Meningkat
Proyeksi Bank Besar Australia Lebih Agresif
Sejumlah bank besar Australia mulai merevisi pandangan mereka terhadap kebijakan moneter RBA. Commonwealth Bank of Australia dan National Australia Bank kini memperkirakan pengetatan moneter akan dimulai lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Revisi ini didasarkan pada inflasi yang dinilai masih membandel, serta kondisi ekonomi domestik yang menghadapi keterbatasan kapasitas.
Pandangan tersebut sejalan dengan sikap hawkish RBA dalam pertemuan terakhir tahun 2025, di mana bank sentral menegaskan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama. Pasar swap pun mencerminkan meningkatnya peluang kenaikan suku bunga, dengan probabilitas yang semakin besar mulai Februari hingga paruh kedua tahun.
Respons Pasar Masih Terbatas
Meski ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, respons pasar terhadap AUD masih relatif lemah. Hal ini menunjukkan bahwa faktor fundamental domestik belum mampu mengimbangi tekanan dari sisi global, terutama yang berasal dari pergerakan Dolar AS dan kondisi ekonomi mitra dagang utama Australia.
Data PMI Australia Memberi Sinyal Campuran
AUD tetap berada di bawah tekanan setelah rilis data aktivitas bisnis terbaru. PMI Manufaktur Australia tercatat meningkat, menunjukkan ekspansi yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, perbaikan ini tidak sepenuhnya diikuti oleh sektor jasa.
PMI Jasa justru mengalami penurunan, sementara PMI Gabungan juga melemah. Kombinasi data ini mencerminkan bahwa pemulihan ekonomi Australia belum merata di seluruh sektor. Ketidakseimbangan tersebut membuat pelaku pasar berhati-hati dalam merespons sentimen positif dari kebijakan moneter RBA.
Dolar AS Menemukan Dukungan di Tengah Data Beragam
Pasar Tenaga Kerja AS Mulai Mendingin
Di sisi lain, Dolar AS menunjukkan ketahanan meskipun data ekonomi AS memberikan sinyal yang beragam. Laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan pertumbuhan payrolls yang sedikit lebih baik dari perkiraan, namun revisi penurunan data bulan sebelumnya dan kenaikan tingkat pengangguran menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai mendingin secara bertahap.
Kondisi ini belum cukup kuat untuk mendorong ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve secara agresif. Akibatnya, Dolar AS masih mampu mempertahankan posisinya dan membatasi ruang penguatan bagi mata uang lain, termasuk AUD.
Ekspektasi Kebijakan The Fed Masih Terbelah
Pandangan pejabat Federal Reserve terkait arah kebijakan moneter ke depan masih terpecah. Sebagian melihat ruang untuk pelonggaran terbatas, sementara yang lain menilai tidak ada urgensi untuk penurunan suku bunga lanjutan. Ketidakpastian ini membuat USD tetap mendapat dukungan sebagai mata uang safe haven relatif.
Faktor Tiongkok Turut Membebani AUD
Sebagai mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok, AUD turut tertekan oleh data ekonomi Negeri Tirai Bambu yang lebih lemah dari perkiraan. Penjualan ritel dan investasi aset tetap menunjukkan perlambatan, sementara produksi industri hanya tumbuh moderat.
Data ini menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek permintaan eksternal bagi Australia, khususnya untuk komoditas. Sentimen tersebut memperkuat tekanan pada Dolar Australia, meskipun faktor domestik relatif stabil.
Kondisi Pasar Tenaga Kerja Australia Relatif Stabil
Dari dalam negeri, data ketenagakerjaan Australia menunjukkan stabilitas tingkat pengangguran yang berada di bawah ekspektasi pasar. Namun, penurunan jumlah lapangan kerja bersih pada bulan terbaru menimbulkan sinyal kehati-hatian.
Meskipun pasar tenaga kerja belum menunjukkan pelemahan signifikan, data ini belum cukup kuat untuk memberikan dorongan tambahan bagi AUD di tengah tekanan eksternal yang dominan.
Analisis Teknikal: AUD/USD di Titik Kritis
Bergerak di Dalam Ascending Channel
Secara teknikal, pasangan AUD/USD masih bergerak dalam pola ascending channel pada grafik harian, yang mencerminkan bias bullish jangka menengah. Namun, pergerakan harga saat ini berada di sekitar Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari, menandakan momentum jangka pendek yang cenderung netral.
Support dan Resistance Penting
Level support terdekat berada di sekitar batas bawah ascending channel. Penembusan di bawah area ini berpotensi membuka ruang pelemahan lebih dalam menuju area terendah beberapa bulan terakhir. Sebaliknya, di sisi atas, AUD/USD perlu menembus area resistance terdekat untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik dan menguji batas atas channel.
Hawkish RBA Belum Cukup Angkat AUD
Dolar Australia masih menghadapi tekanan meskipun ekspektasi kebijakan RBA semakin hawkish. Kombinasi faktor eksternal, mulai dari ketahanan Dolar AS hingga perlambatan ekonomi Tiongkok, membatasi potensi penguatan AUD. Selama sentimen global belum membaik dan AUD/USD gagal menembus level teknikal kunci, pergerakan mata uang ini cenderung tetap volatil dengan risiko pelemahan lanjutan.






