AUD Stabil Jelang IHK 2026, Bidik 0,68

Dolar Australia bergerak stabil menjelang rilis IHK, didukung ekspektasi kenaikan suku bunga RBA dan pelemahan Dolar AS. AUD/USD bidik level 0,68.

PipTrail – Dolar Australia (AUD) bergerak relatif datar terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Selasa, setelah mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut. Pergerakan terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia bulan November, yang dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA).

Pasar global cenderung menahan posisi besar sembari menunggu kejelasan data inflasi, mengingat AUD saat ini berada di area teknikal penting setelah menembus level psikologis 0,6700.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA Jadi Penopang AUD

AUD memperoleh dukungan dari meningkatnya spekulasi bahwa RBA belum selesai dengan siklus pengetatan kebijakan moneternya. Sejumlah ekonom memperkirakan inflasi Australia masih akan bertahan di level tinggi setidaknya hingga satu tahun ke depan.

Ekspektasi tersebut memicu proyeksi dua kali kenaikan suku bunga tambahan, seiring inflasi yang masih berada di atas target resmi RBA sebesar 2–3%.

Inflasi Australia Masih Membandel

Inflasi umum Australia tercatat naik ke 3,8% pada Oktober 2025, meningkat dari 3,6% pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Selain itu, ekspektasi inflasi konsumen juga meningkat menjadi 4,7% pada Desember, menandakan risiko inflasi berkelanjutan.

Sejumlah bank besar Australia memproyeksikan kenaikan suku bunga ke level 3,85%, paling cepat pada pertemuan kebijakan RBA awal Februari 2026.

Pengaruh Data Tiongkok Terhadap Dolar Australia

Sebagai mitra dagang utama Australia, kondisi ekonomi Tiongkok memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan AUD. Data terbaru menunjukkan aktivitas sektor jasa dan manufaktur Tiongkok masih berada di zona ekspansi, meskipun pertumbuhannya terbatas.

PMI Manufaktur tercatat sedikit di atas level netral 50, sementara sektor non-manufaktur juga menunjukkan perbaikan moderat. Stabilitas ekonomi Tiongkok ini membantu menahan tekanan jual pada AUD, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong reli agresif.

Dolar AS Melemah, AUD Dapat Ruang Menguat

Dari sisi eksternal, AUD diuntungkan oleh pelemahan Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan tren turun dan diperdagangkan di area terendahnya, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve pada 2026.

The Fed Diperkirakan Lebih Dovish

Pasar saat ini memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga The Fed tahun depan, setelah serangkaian pemangkasan sebelumnya. Selain itu, ketidakpastian politik dan perubahan kepemimpinan di bank sentral AS menambah tekanan pada USD.

Risalah rapat Federal Open Market Committee menunjukkan mayoritas pejabat masih terbuka terhadap pelonggaran kebijakan, selama inflasi terus bergerak turun sesuai proyeksi.

Analisis Teknikal: AUD/USD Bidik 0,68

Pada perdagangan terbaru, AUD/USD berada di kisaran 0,6720, mendekati level tertinggi lebih dari satu tahun.

Struktur Grafik Masih Bullish

Grafik harian menunjukkan pasangan ini bergerak dalam pola ascending channel, menandakan tren naik yang masih terjaga. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di kisaran 65, mencerminkan momentum bullish yang sehat tanpa memasuki area jenuh beli.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

  • Resistance terdekat: 0,6727 (tertinggi sejak Oktober 2024)
  • Target berikutnya: area 0,6820 (batas atas ascending channel)
  • Support awal: EMA 9-hari di sekitar 0,6690

Jika terjadi penembusan di bawah channel, tekanan koreksi berpotensi membawa AUD/USD menuju area 0,6410, yang merupakan titik terendah beberapa bulan terakhir.

Peta Kekuatan Mata Uang Global

Secara keseluruhan, Dolar Australia menunjukkan kinerja relatif stabil terhadap mata uang utama lainnya. AUD tercatat paling kuat terhadap Yen Jepang, sementara pergerakannya terhadap USD dan EUR cenderung netral.

Kondisi ini mencerminkan pasar yang masih menunggu katalis baru, khususnya dari data inflasi Australia dan sinyal kebijakan lanjutan dari RBA.

Fokus ke Data IHK

Pergerakan Dolar Australia saat ini mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli sebelumnya. Dengan inflasi yang masih tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga RBA tetap menjadi faktor utama penopang AUD.

Rilis IHK Australia akan menjadi penentu arah jangka pendek. Data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mendorong AUD/USD melanjutkan tren naik menuju 0,68, sementara angka yang lebih lemah dapat memicu aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Bagi pelaku pasar, kombinasi faktor domestik Australia dan dinamika kebijakan The Fed tetap menjadi kunci dalam membaca arah AUD ke depan.

Related Posts

Gubernur Baru RBNZ Tegaskan Kesiapan Sesuaikan Kebijakan Jika Prospek Inflasi Berubah

Gubernur baru Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Anna Breman, menyampaikan bahwa komite kebijakan moneter siap menyesuaikan arah kebijakan apabila prospek inflasi mengalami perubahan. Ia menegaskan bahwa setiap langkah penyesuaian…

USD/INR Melemah ke 90,50, Rupee Menguat di Tengah Data AS dan Kesepakatan Dagang

Pasangan mata uang USD/INR melemah pada perdagangan Kamis setelah mencatat kenaikan moderat di sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi ketika Rupee India (INR) menemukan dukungan, sementara sebagian besar mata uang Asia bergerak…

One thought on “AUD Stabil Jelang IHK 2026, Bidik 0,68

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *