
AUD/NZD jatuh ke 1,1440 setelah RBA menahan suku bunga di 3,6%. Simak analisis lengkap faktor pelemahan AUD, kekuatan NZD, dan prospek AUD/NZD untuk 2025.
PipTrail – Pasangan mata uang AUD/NZD melemah tajam menuju 1,1440 setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan Official Cash Rate (OCR) di 3,6%, sesuai ekspektasi pasar. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap kebijakan moneter yang dianggap kurang agresif, terutama ketika inflasi Australia meningkat pada kuartal ketiga 2025. Di sisi lain, Dolar Selandia Baru (NZD) justru menguat karena kebijakan moneter RBNZ dipandang lebih ketat dan stabil.
Pelemahan AUD terhadap NZD mempertegas tren bearish yang sudah terbentuk dalam beberapa pekan terakhir. Artikel ini membahas secara lengkap faktor-faktor yang memengaruhi AUD/NZD, mulai dari kebijakan suku bunga, inflasi, hingga proyeksi jangka menengah 2025–2026.
RBA Pertahankan OCR di 3,6%: Dampak Langsung ke AUD/NZD
Keputusan RBA mempertahankan suku bunga di 3,6% menjadi pemicu utama pelemahan AUD/NZD. Meskipun keputusan ini telah diprediksi luas oleh pasar, respons negatif muncul karena tidak adanya sinyal hawkish baru dari bank sentral Australia. Para pelaku pasar menilai bahwa RBA belum siap menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun tren inflasi kembali meningkat.
RBA lebih memilih pendekatan hati-hati dengan memantau data ekonomi selanjutnya, terutama perkembangan inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja. Sikap ini membuat Dolar Australia kehilangan momentum, sementara mata uang lain yang didukung prospek kebijakan lebih tegas—termasuk NZD—berhasil menguat.
Pelemahan AUD akibat keputusan RBA ini memberi tekanan tambahan pada AUD/NZD, mendorong pasangan mata uang tersebut semakin mendekati area support kritis.
AUD Menjadi Mata Uang Terlemah: Sentimen Pasar Berpihak pada NZD
Dalam perdagangan hari ini, AUD tercatat sebagai mata uang terlemah dibandingkan mayoritas mata uang utama lainnya. Sentimen negatif terhadap AUD ini turut menyeret AUD/NZD lebih rendah. Ketika sebuah mata uang melemah terhadap banyak pasangan lain, dampaknya pada pasangan silang seperti AUD/NZD menjadi lebih signifikan.
Sementara itu, NZD justru memperoleh dukungan luas di pasar. Hal ini membuat AUD/NZD bergerak bearish secara konsisten, bahkan ketika data ekonomi global menunjukkan volatilitas.
Inflasi Australia Naik ke 3,2%: Apakah Bisa Dorong Rebound AUD/NZD?
Pada kuartal ketiga 2025, inflasi tahunan Australia meningkat menjadi 3,2%, melonjak dari 2,1% pada kuartal sebelumnya. Secara teori, inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong RBA untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada periode mendatang.
Bahkan, beberapa analis memperkirakan potensi kenaikan suku bunga di pertengahan 2026 apabila inflasi terus menunjukkan ketahanan. Namun, untuk saat ini, kenaikan inflasi belum cukup untuk mengubah sentimen pasar secara signifikan. Trader tampaknya masih menunggu sinyal konkrit dari RBA sebelum bertindak agresif pada AUD.
Dengan demikian, inflasi yang meningkat belum menjadi katalis positif yang mampu menopang AUD/NZD dalam jangka pendek. Pasangan ini tetap berada pada tren melemah sambil menunggu data lanjutan yang lebih kuat.
Pernyataan Gubernur RBA: Sinyal Kebijakan yang Dianggap Kurang Tegas
Gubernur RBA, Michele Bullock, dalam testimoninya di hadapan Parlemen, menyatakan bahwa penyesuaian kebijakan moneter mungkin diperlukan jika inflasi terbukti persisten. Pernyataan ini sebenarnya memberikan harapan bahwa RBA akan bertindak ketika tekanan harga tidak mereda.
Namun, pasar menilai pernyataan Bullock masih terlalu umum dan belum menunjukkan urgensi. Ketidaktegasan ini berkontribusi pada persepsi dovish terhadap RBA, yang pada akhirnya menekan AUD dalam jangka pendek.
Reaksi pasar yang negatif terhadap komentar Bullock membuat AUD/NZD tetap dalam tekanan, terutama karena NZD saat ini dipandang lebih didukung oleh kebijakan yang lebih stabil.
Data Tenaga Kerja Australia sebagai Penggerak Berikutnya untuk AUD/NZD
Fokus pasar kini beralih pada rilis data ketenagakerjaan Australia untuk bulan November. Data ini dianggap sebagai penggerak utama jangka pendek bagi AUD/NZD.
Perkiraan pasar menunjukkan:
- Pertambahan pekerjaan: +20.000
- Sebelumnya: +42.200
- Tingkat pengangguran: 4,4%
- Sebelumnya: 4,3%
Jika data ketenagakerjaan rilis lebih lemah dari ekspektasi, AUD berpotensi melemah lebih dalam. Dalam skenario tersebut, AUD/NZD kemungkinan bisa menembus level 1,1400, yang merupakan salah satu support kunci di grafik teknikal.
Mengapa NZD Menguat Lebih Agresif? Sikap RBNZ Jadi Pembeda
Sementara AUD kesulitan mendapatkan momentum, NZD justru menjadi salah satu mata uang paling kuat saat ini. Keputusan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk menurunkan suku bunga 25 basis poin menjadi 2,25% pada November dipandang sebagai langkah terakhir dalam siklus pelonggaran.
Pasar menilai bahwa setelah pemotongan tersebut, RBNZ kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama. Prospek kebijakan yang lebih stabil ini memberi dukungan kuat bagi NZD, sekaligus menekan AUD/NZD lebih dalam.
Dibandingkan dengan RBA yang masih terkesan ragu, RBNZ dianggap lebih tegas dalam mengarahkan kebijakan moneternya.
Prospek AUD/NZD 2025–2026: Risiko Bearish Masih Mendominasi
Tren AUD/NZD dalam beberapa bulan mendatang akan ditentukan oleh beberapa faktor:
1. Level Support
- 1,1430 – 1,1400 menjadi area support penting yang berpotensi diuji kembali.
2. Level Resistance
- 1,1500 sebagai resistensi psikologis terdekat.
- 1,1570 resistensi teknikal kuat yang sulit ditembus tanpa katalis besar.
3. Faktor Fundamental Utama
- Data tenaga kerja Australia
- Perkembangan inflasi kuartal keempat
- Pertemuan kebijakan RBNZ awal 2026
- Kondisi global, terutama harga komoditas
Jika faktor-faktor domestik Australia tidak menunjukkan perbaikan signifikan, AUD/NZD kemungkinan tetap berada pada tren bearish hingga kuartal pertama 2026.
Pasangan mata uang AUD/NZD melemah menuju 1,1440 setelah RBA mempertahankan suku bunga di 3,6%. Beberapa penyebab utama pelemahan ini meliputi:
- Inflasi Australia yang naik, tetapi belum memicu langkah agresif dari RBA.
- Kebijakan RBNZ yang lebih tegas dan dipandang stabil.
- Prospek data tenaga kerja Australia yang diperkirakan melemah.
Dengan kombinasi faktor tersebut, AUD/NZD diprediksi tetap dalam tekanan dalam beberapa minggu ke depan, dan bisa menguji level lebih rendah jika rilis data ekonomi Australia tidak mendukung.





