
Dolar AS melemah di level 98 karena pasar memprediksi lebih banyak pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026 dibanding proyeksi resmi.
PipTrail – Indeks Dolar AS (DXY) kembali berada di bawah tekanan sepanjang pekan ini, terseret oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melakukan lebih banyak pemangkasan suku bunga pada 2026 dibandingkan proyeksi resmi bank sentral. Tekanan terhadap Greenback semakin terlihat setelah indeks sempat mendekati level terendah tujuh minggu di 98,13.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter yang lebih agresif, komentar dari Gedung Putih, serta fokus investor terhadap data ekonomi utama Amerika Serikat menjadi faktor pendorong utama lemahnya Dolar AS.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Dorong Dolar Tertekan
Pasar saat ini menilai bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meredanya inflasi membuka peluang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga secara lebih agresif. Menurut CME FedWatch Tool, terdapat probabilitas 58% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sedikitnya dua kali hingga Oktober 2026.
Proyeksi Pasar vs. Proyeksi The Fed
- Pasar: Memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026.
- The Fed: Berdasarkan dot plot terbaru, pejabat bank sentral hanya memproyeksikan satu kali penurunan, dengan suku bunga diperkirakan turun ke 3,4% pada akhir 2026.
Perbedaan ekspektasi ini menciptakan tekanan tambahan terhadap Indeks Dolar AS, yang kini bergerak melemah terhadap mayoritas mata uang utama.
Komentar Gedung Putih Tambah Tekanan ke Dolar AS
Pernyataan terbaru dari Gedung Putih juga berperan dalam melemahkan Greenback. Juru bicara Karoline Leavitt menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump menginginkan lebih banyak pemangkasan suku bunga setelah The Fed melakukan pengurangan 25 basis poin pekan lalu.
Trump menilai ekonomi membutuhkan pelonggaran lebih lanjut untuk memperkuat momentum ekspansi dan mendukung pertumbuhan lapangan kerja. Pernyataan tersebut semakin meningkatkan spekulasi pasar bahwa tekanan politik terhadap The Fed mungkin akan berlanjut ke depan.
Indeks Dolar Bertahan di Level 98, Rentan terhadap Tekanan Baru
Indeks Dolar AS bergerak mendatar namun rentan, berada di sekitar level 98,13, level terendah tujuh minggu yang dicatat pada Kamis. Pergerakan ini mencerminkan melemahnya minat terhadap aset berbasis Dolar di tengah meningkatnya keyakinan investor bahwa kebijakan moneter AS akan semakin dovish.
Heat Map: Dolar AS menjadi Mata Uang Terlemah Minggu Ini
Berdasarkan data pergerakan mata uang utama, USD menjadi yang paling lemah dibandingkan Franc Swiss (CHF), dengan pelemahan mencapai -1,15%. Terhadap mata uang lain seperti Euro, Poundsterling, dan Dolar Kanada, Dolar AS juga menunjukkan tekanan yang konsisten.
Kinerja Dolar AS Minggu Ini (Ringkasan):
- Terkuat terhadap: Yen Jepang (+0,28%)
- Terlemah terhadap: Franc Swiss (-1,15%)
- Lemah moderat terhadap: EUR, GBP, CAD, AUD, NZD
Data tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar global lebih condong ke aset yang dianggap aman seperti CHF, serta mata uang komoditas yang diuntungkan oleh prospek pemulihan ekonomi.
Data Ekonomi AS Menjadi Fokus: NFP, Penjualan Ritel, dan PMI
Para pelaku pasar kini menantikan serangkaian data ekonomi penting yang akan dirilis pada Selasa mendatang. Tiga indikator utama tersebut berpotensi mengubah arah pergerakan Dolar AS secara signifikan.
1. Nonfarm Payrolls (NFP) – November
Data ketenagakerjaan ini menjadi fokus utama karena dianggap sebagai cerminan kekuatan permintaan tenaga kerja AS. Jika data NFP melemah, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga kemungkinan semakin menguat.
2. Penjualan Ritel – November
Kinerja konsumsi tetap menjadi tulang punggung ekonomi AS. Angka penjualan ritel yang lebih rendah dari ekspektasi dapat semakin menekan Dolar.
3. PMI S&P Global – Desember (Pendahuluan)
Indeks sektor manufaktur dan jasa akan memberikan gambaran awal kondisi aktivitas bisnis menjelang akhir tahun. Hasil yang melemah diperkirakan memperkuat pandangan dovish terhadap kebijakan The Fed.
Prospek Dolar AS: Masih Rentan Tekanan
Hingga kini, tidak ada sinyal kuat bahwa Dolar AS akan mampu rebound signifikan dalam waktu dekat. Perbedaan proyeksi antara pasar dan The Fed, ditambah komentar politik, membuat investor terus bersikap defensif terhadap Greenback.
Jika data ekonomi yang dirilis pekan depan menunjukkan pelemahan, tekanan terhadap DXY kemungkinan akan meningkat dan membuka peluang koreksi lebih dalam di bawah level 98.
Sebaliknya, jika data menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid, Dolar AS berpeluang mengalami koreksi teknikal dan penguatan dalam jangka pendek.





