Emas Bertahan di $4.600 usai Rekor $4.643

Harga emas bertahan di sekitar $4.600 setelah pullback dari rekor $4.643, tertekan dolar menguat, data AS solid, dan meredanya risiko geopolitik, tetapi prospek tetap bullish.

PipTrail – Harga emas (XAU/USD) bergerak di sekitar level $4.600 per troy ons pada perdagangan Kamis setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi baru di $4.643. Meski sempat mengalami koreksi, logam mulia ini masih bertahan di zona tinggi, mencerminkan tarik-menarik antara faktor fundamental makroekonomi, pergerakan dolar AS, serta dinamika risiko geopolitik global.

Penurunan emas terjadi di tengah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih lama. Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik, terutama terkait situasi di Iran, turut mengurangi permintaan emas sebagai aset safe haven.

Tekanan dari Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed

Salah satu faktor utama yang membebani harga emas adalah serangkaian data ekonomi AS yang solid. Indeks Harga Produsen (IHP) dan Penjualan Ritel menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari estimasi pasar, mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi masih cukup tangguh.

Biro Sensus AS melaporkan bahwa Penjualan Ritel naik 0,6% pada November menjadi $735,9 miliar, melampaui ekspektasi kenaikan 0,4%. Sementara itu, IHP umum dan inti sama-sama mencatat kenaikan 3% secara tahunan, menunjukkan tekanan inflasi di sisi produsen masih cukup signifikan.

Data tenaga kerja juga memberikan sinyal campuran. Nonfarm Payrolls (NFP) Desember meningkat 50.000, lebih rendah dari ekspektasi 60.000, tetapi tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,6%. Rata-rata pendapatan per jam naik menjadi 3,8% YoY, menandakan kondisi pasar tenaga kerja tetap relatif ketat.

Kombinasi data ini membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga. Analis Morgan Stanley bahkan memundurkan proyeksi pemangkasan suku bunga ke Juni dan September, dari sebelumnya Januari dan April.

Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, juga menyatakan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh dan dampak tarif lebih rendah dari perkiraan. Beige Book The Fed mencatat peningkatan aktivitas ekonomi pada laju kecil hingga moderat di sebagian besar wilayah, memperkuat argumen untuk kebijakan moneter yang tetap ketat.

Dolar Menguat, Emas Tertekan

Penguatan dolar AS menjadi faktor teknis utama yang menekan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik ke sekitar 99,10 setelah sebelumnya melemah.

Karena emas dihargai dalam dolar, penguatan mata uang AS membuat logam mulia ini menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan dan menekan harga.

Dalam lingkungan suku bunga tinggi, emas—yang tidak memberikan imbal hasil—cenderung kurang menarik dibandingkan aset berbunga seperti obligasi. Inilah alasan utama mengapa prospek kebijakan The Fed sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga emas.

Geopolitik Mereda, Safe Haven Melemah

Selain faktor ekonomi, dinamika geopolitik turut memengaruhi pergerakan emas. Sebagai aset safe haven, emas biasanya menguat saat ketidakpastian global meningkat. Namun, belakangan ini, risiko geopolitik tampak sedikit mereda.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa laporan menunjukkan pembunuhan terkait penindasan di Iran mulai berkurang dan tidak ada rencana eksekusi berskala besar. Meski ia tidak menutup kemungkinan tindakan militer, pernyataannya cenderung meredakan kekhawatiran pasar.

Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia HRANA melaporkan bahwa jumlah korban tewas dalam protes di Iran telah mencapai 2.571 orang, menunjukkan bahwa situasi masih jauh dari stabil. Trump juga memperingatkan kemungkinan penerapan tarif 25% terhadap negara yang melakukan bisnis dengan Iran, menambah tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Meskipun demikian, pasar tampaknya lebih fokus pada data ekonomi AS ketimbang risiko geopolitik dalam jangka pendek, sehingga dukungan safe haven terhadap emas sedikit berkurang.

Kekhawatiran atas Independensi The Fed

Permintaan terhadap emas berpotensi kembali meningkat seiring munculnya kekhawatiran mengenai independensi The Fed. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengkritik langkah pemerintahan Trump yang memanggilnya, menyebutnya sebagai bentuk intimidasi terhadap bank sentral.

Trump menyatakan bahwa ia tidak berencana memecat Powell saat ini, meskipun ada penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman terhadap Ketua The Fed. Namun, ia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan langkahnya ke depan.

Ketidakpastian politik ini dapat menjadi katalis positif bagi emas, karena setiap potensi gangguan terhadap independensi bank sentral biasanya meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai.

Analisis Teknikal: Emas Masih Bullish, tetapi Rentan Koreksi

Secara teknikal, emas masih berada dalam tren naik jangka pendek meskipun menunjukkan tanda-tanda potensi pelemahan momentum. Pada grafik harian, XAU/USD membentuk pola ascending wedge, yang sering kali menjadi sinyal peringatan kemungkinan pembalikan bearish jika harga menembus ke bawah.

Saat ini, harga masih bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari yang miring ke atas, menandakan bahwa tren jangka pendek tetap positif. EMA 50-hari juga terus bergerak naik, mendukung bias bullish dalam jangka menengah.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 66,05, menunjukkan momentum positif tetapi belum berada di wilayah overbought ekstrem. Jika RSI mulai melemah menuju garis tengah, koreksi teknis bisa terjadi, namun selama tetap tinggi, tekanan beli masih berpeluang berlanjut.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Di sisi atas, resistance terdekat berada di rekor tertinggi $4.643. Jika level ini ditembus, target berikutnya berada di sekitar batas atas ascending wedge di $4.660. Penembusan di atas zona ini berpotensi membuka jalan menuju $4.700.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi, support awal berada di EMA sembilan hari sekitar $4.535,64. Di bawahnya, batas bawah ascending wedge di sekitar $4.490 menjadi level krusial yang perlu dipertahankan agar tren naik tidak terancam.

Konsolidasi Tinggi dengan Risiko Dua Arah

Secara keseluruhan, emas saat ini berada dalam fase konsolidasi di level tinggi setelah mencetak rekor baru. Tekanan dari dolar yang menguat dan data ekonomi AS yang solid membatasi kenaikan jangka pendek, sementara ketegangan geopolitik yang mereda mengurangi daya tarik safe haven.

Namun, prospek jangka menengah tetap didukung oleh risiko politik, kekhawatiran terhadap independensi The Fed, serta tren teknikal yang masih bullish. Dengan demikian, pergerakan emas ke depan kemungkinan akan sangat bergantung pada perkembangan data inflasi, kebijakan The Fed, serta dinamika geopolitik global.

Related Posts

BoJ Tegaskan Normalisasi, USD/JPY Melemah di 158,52

Bank of Japan menegaskan normalisasi kebijakan moneter dan potensi kenaikan suku bunga bertahap, sementara USD/JPY melemah dan bergerak di kisaran 158,52. PipTrail –  Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda,…

GBP/JPY Meledak ke 212,30, Yen Jepang Kian Rapuh

GBP/JPY melonjak ke 212,30, tertinggi multi-tahun, didorong tekanan politik Jepang dan ekspektasi suku bunga Inggris yang tetap ketat PipTrail – Pasangan mata uang GBP/JPY mencetak level tertinggi multi-tahun di area…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *