
Harga emas bergerak mendekati area $4.100 dan memasuki fase siaga menjelang rilis data utama AS. Simak faktor penentu gerak selanjutnya yang dapat memicu volatilitas XAU/USD.
PipTrail – Harga emas bergerak naik dan kembali menunjukkan kekuatan pada perdagangan Rabu pagi. Setelah mencatat rebound signifikan pada sesi sebelumnya, logam mulia ini bertahan stabil di bawah area kunci $4.100. Penguatan ini muncul setelah Dolar AS mulai kehilangan momentum reli-nya, sementara para pelaku pasar menahan diri menjelang dua rilis data penting: Risalah Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan laporan ketenagakerjaan utama AS, Nonfarm Payrolls (NFP).
Pada awal pekan, Dolar AS sempat berada di level tertinggi mingguan, didorong oleh meningkatnya permintaan aset-aset safe-haven akibat ketidakpastian di pasar keuangan global. Namun, pada Rabu pagi, greenback mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, membuka ruang bagi kenaikan harga emas. Pelemahan dolar tersebut membantu XAU/USD mendekati kembali area resistance terdekat di kisaran $4.075–$4.100. Selain itu, emas juga berhasil mempertahankan posisinya di atas Simple Moving Average (SMA) 21-hari, level penting yang direbut kembali pada perdagangan Selasa dan berfungsi sebagai indikasi pergeseran momentum jangka pendek ke arah bullish.
Sentimen Pasar dan Faktor Fundamental
Rebound emas yang terjadi baru-baru ini tidak datang secara tiba-tiba. Aksi jual besar-besaran di pasar global—khususnya saham teknologi—telah memicu aliran modal kembali ke aset aman, termasuk emas. Investor semakin waspada terhadap potensi overvaluasi pada saham-saham berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) setelah beberapa analis memperingatkan bahwa reli agresif sektor tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh fundamental jangka pendek.
Di saat yang sama, data tenaga kerja AS juga memberikan tekanan tambahan pada sentimen risiko. Laporan terbaru menunjukkan adanya pelemahan signifikan di pasar tenaga kerja:
- Klaim tunjangan pengangguran AS mengalami lonjakan antara pertengahan September dan pertengahan Oktober, menandakan meningkatnya tekanan di pasar kerja.
- Data ADP memperlihatkan bahwa sektor swasta kehilangan rata-rata 2.500 pekerjaan per minggu dalam empat pekan yang berakhir pada 1 November. Angka ini jauh dari ekspektasi stabilitas pasar tenaga kerja yang menjadi salah satu pondasi penting ketahanan ekonomi AS.
Kombinasi data tenaga kerja yang melemah dan kekhawatiran valuasi di sektor teknologi membuat investor kembali menghindari risiko. Kondisi ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tradisional. Selain itu, pasar juga mengantisipasi laporan pendapatan kuartalan Nvidia—salah satu perusahaan chip terbesar dunia—yang akan dirilis Rabu malam. Dengan tingginya sensitivitas pasar terhadap kinerja sektor teknologi, laporan ini diperkirakan dapat memicu lonjakan volatilitas tambahan.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian tersebut, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada Risalah The Fed Oktober. Dokumen ini diprediksi akan menunjukkan bahwa pembuat kebijakan masih terbagi mengenai prospek suku bunga jangka menengah, terutama mengenai peluang pemangkasan suku bunga pada Desember. Menurut CME FedWatch, peluang pemotongan suku bunga pada Desember masih berada di kisaran “koin flip,” menunjukkan tidak adanya konsensus yang kuat.
Risalah tersebut juga akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai sejauh mana The Fed bersedia mempertimbangkan pelonggaran kebijakan dalam beberapa bulan mendatang. Dengan adanya jeda pada data inflasi terbaru dan pelambatan pasar tenaga kerja, risalah FOMC menjadi krusial untuk membaca arah kebijakan selanjutnya.
Selain itu, pasar juga menunggu data NFP September, yang menurut proyeksi ekonom akan menunjukkan penciptaan 50.000 pekerjaan—lebih tinggi dibandingkan 22.000 pekerjaan pada Agustus. Namun, angka ini tetap mencerminkan pasar tenaga kerja yang kurang bertenaga dibandingkan periode akhir 2023 hingga awal 2024. Hasil NFP akan sangat menentukan arah Dolar AS dan, pada akhirnya, pergerakan harga emas dalam beberapa sesi mendatang.
Analisis Teknis XAU/USD
Dari perspektif teknikal, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.074 pada grafik harian. Harga berada di atas seluruh garis SMA utama—21, 50, 100, dan 200 hari—yang menandakan bahwa bias jangka menengah tetap bullish. Keberhasilan emas bertahan di atas SMA 21-hari di sekitar $4.048 memperkuat struktur teknikal positif jangka pendek.
Level teknikal penting yang perlu diperhatikan:
- Resistance terdekat:
- 38,2% Fibonacci di $4.075
- 50% retracement di $4.133
- Support utama:
- SMA 21-hari di $4.048
- SMA 50-hari di $3.964
- Target bullish lanjutan:
- 61,8% Fibonacci di $4.191
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 52,9, mencerminkan momentum yang masih netral tetapi dengan kecenderungan naik.
Jika emas mampu menembus resistance awal di $4.075 dan bergerak stabil di atas $4.100, peluang kenaikan menuju $4.133 bahkan $4.192 akan terbuka semakin lebar. Namun, bila penembusan gagal terjadi, harga kemungkinan akan kembali berkonsolidasi di dalam rentang yang ditentukan oleh moving average.
Dengan banyaknya pemicu volatilitas dalam beberapa hari ke depan—mulai dari risalah The Fed, laporan Nvidia, hingga NFP—emas berpotensi memasuki fase pergerakan yang lebih agresif, baik ke atas maupun ke bawah. Untuk saat ini, bias tetap condong bullish, tetapi arah jelas akan ditentukan oleh data yang akan dirilis dalam waktu dekat.





