Gubernur Baru RBNZ Tegaskan Kesiapan Sesuaikan Kebijakan Jika Prospek Inflasi Berubah

Gubernur baru Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Anna Breman, menyampaikan bahwa komite kebijakan moneter siap menyesuaikan arah kebijakan apabila prospek inflasi mengalami perubahan.

Ia menegaskan bahwa setiap langkah penyesuaian akan diarahkan untuk memastikan inflasi kembali dan tetap berada pada target yang telah ditetapkan bank sentral.

Kondisi Ekonomi dan Dinamika Inflasi

Dalam pernyataannya pada hari Kamis, Breman memaparkan sejumlah indikator ekonomi utama:

  • Pertumbuhan upah dinilai masih moderat, sementara kapasitas ekonomi yang belum terpakai (spare capacity) masih tersedia.

  • Terdapat ketidakpastian terkait bagaimana perusahaan menyesuaikan strategi penetapan harga seiring pemulihan ekonomi.

  • Konsumsi mulai menunjukkan peningkatan, didukung oleh stabilitas pasar tenaga kerja dan tren inflasi yang menurun.

  • Meski konsumsi rumah tangga mulai tumbuh, lajunya masih relatif lemah dibandingkan pola historis.

Menurutnya, perubahan dalam perilaku penetapan harga dapat memperkuat pemulihan ekonomi secara signifikan.

Potensi Pengetatan Kebijakan Lebih Awal

Breman menekankan bahwa apabila terjadi perubahan perilaku harga yang mendorong pemulihan ekonomi menjadi lebih kuat—sehingga berpotensi mendukung suku bunga yang lebih tinggi—maka RBNZ tidak akan ragu untuk bertindak lebih cepat dalam memperketat kebijakan moneter.

Pernyataan ini mengindikasikan pendekatan berbasis data (data-dependent), di mana kebijakan akan disesuaikan dengan dinamika inflasi dan aktivitas ekonomi terkini.

Read More at Moldremediationorlando

Reaksi Pasar Valuta Asing

Pasca pernyataan tersebut, pasangan mata uang NZD/USD tercatat melemah tipis sebesar 0,05% pada hari yang sama dan diperdagangkan di level 0,5962 saat berita ini ditulis.

Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap sinyal kebijakan yang disampaikan otoritas moneter Selandia Baru.

Related Posts

USD/INR Melemah ke 90,50, Rupee Menguat di Tengah Data AS dan Kesepakatan Dagang

Pasangan mata uang USD/INR melemah pada perdagangan Kamis setelah mencatat kenaikan moderat di sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi ketika Rupee India (INR) menemukan dukungan, sementara sebagian besar mata uang Asia bergerak…

Penjualan Ritel Indonesia Desember 2025 Melambat, USD/IDR Stabil di Area 16.800

Penjualan ritel Indonesia pada bulan Desember 2025 tercatat mengalami pertumbuhan 3,5% secara tahunan (year-on-year). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 6,3% pada November 2025, serta berada di bawah prakiraan pasar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *