
Harga perak terkoreksi ke $62 setelah cetak rekor $62,87. Prospek tetap bullish didukung pemangkasan suku bunga The Fed dan tren teknikal yang kuat.
PipTrail – Harga perak (XAG/USD) mengalami koreksi tipis menuju area $62,00 pada sesi perdagangan Asia setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di sekitar $62,87. Meskipun terjadi pelemahan jangka pendek, prospek harga perak tetap solid didukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve serta pelemahan bertahap dolar AS. Kondisi teknikal juga menunjukkan tren bullish masih dominan, meskipun indikator momentum mulai mendekati zona jenuh beli.
Perak Terkoreksi Setelah Mencapai Rekor Tertinggi Baru
Harga perak sempat melesat dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebelum terkoreksi menjelang sesi Asia. Penguatan signifikan ini terjadi setelah The Fed memutuskan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp), langkah yang sesuai ekspektasi pasar. Pergerakan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap logam mulia, termasuk perak, masih sangat kuat di tengah ketidakpastian global.
Meskipun terjadi penurunan ringan menuju area $62,00, tren besar harga perak tidak berubah. Pelaku pasar melihat koreksi tersebut sebagai fase pelepasan tekanan jangka pendek setelah reli panjang. Sejauh ini, minat beli tetap kuat, dan fokus investor kini tertuju pada sinyal arah kebijakan The Fed untuk menentukan momentum berikutnya.
Kebijakan The Fed: Satu Pemangkasan Lagi pada 2026
Ekspektasi Pelonggaran Tambahan Masih Terbuka
The Fed menegaskan bahwa arah kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja. Dalam dot plot terbaru, para pembuat kebijakan hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026. Ini menandakan bahwa bank sentral masih sangat berhati-hati dalam merespons tekanan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.
Meskipun demikian, keputusan suku bunga yang lebih rendah saat ini tetap menjadi dorongan positif bagi perak. Dalam periode pelonggaran kebijakan moneter, aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak umumnya mendapatkan keuntungan karena biaya peluangnya menjadi lebih rendah dibandingkan instrumen berimbal hasil.
Pernyataan Powell: Ambang Pemangkasan Lebih Lanjut Masih Tinggi
Ketua The Fed Jerome Powell menekankan bahwa peluang pemangkasan suku bunga tambahan masih terbatas. Ia menyatakan bahwa kondisi ekonomi harus menunjukkan penurunan inflasi yang lebih stabil dan berkelanjutan sebelum kebijakan lebih longgar dipertimbangkan kembali. Karena itu, pasar masih berhati-hati dalam membaca sinyal kebijakan ini.
Namun demikian, pasar komoditas, termasuk perak, tetap menanggapi dengan optimis karena penurunan suku bunga saat ini tetap menjadi faktor pendukung tren bullish. Investor memandang perak sebagai aset lindung nilai yang solid ketika kebijakan moneter mulai mengalami pelonggaran.
Dolar AS Berusaha Pulih dari Level Terendah
Dolar AS Menyentuh Level Terendah Tujuh Minggu
Dolar AS sempat jatuh ke level terendah dalam tujuh minggu terakhir, menyentuh area 98,50. Hal ini terjadi setelah pengumuman kebijakan The Fed yang dinilai lebih dovish daripada ekspektasi para analis. Pelemahan ini membuka ruang bagi penguatan harga perak karena hubungan keduanya yang biasanya bergerak berlawanan.
Namun, indeks dolar (DXY) kemudian mencoba bangkit kembali menuju area 98,70, mencerminkan upaya pemulihan jangka pendek. Meski demikian, tren pelemahan dolar belum sepenuhnya berakhir dan pergerakan ini masih memberikan dukungan bagi kenaikan logam mulia.
Pengaruh Dollar terhadap Perak
Perak memiliki sensitivitas tinggi terhadap pergerakan dolar AS. Ketika dolar melemah, investor global yang memegang mata uang lain dapat membeli perak dengan harga lebih murah, sehingga meningkatkan permintaan. Kondisi ini menjadi salah satu katalis positif yang menjaga pergerakan perak tetap di jalur bullish meskipun terjadi koreksi.
Analisis Teknikal Harga Perak
EMA 20-Hari Tetap Menanjak Tajam
Dari perspektif teknikal, pergerakan XAG/USD menunjukkan tren bullish yang sangat solid. Harga perak masih berada jauh di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang kini berada di level $56,24. Garis EMA tersebut telah naik tajam dalam beberapa sesi berturut-turut, menandakan dominasi pembeli dalam pasar.
Selama harga perak tetap berada di atas EMA 20-hari, bias jangka menengah hingga panjang tetap positif. Setiap koreksi menuju area EMA tersebut diperkirakan hanya menjadi retracement sementara.
RSI 14 Hari di Level 76: Momentum Kuat, Tapi Mendekati Jenuh Beli
Indikator Relative Strength Index (RSI) bergerak di level 76,52, berada di area yang menandakan momentum sangat kuat, namun mendekati zona jenuh beli. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun peluang kenaikan tetap terbuka, ada potensi konsolidasi jangka pendek untuk meredakan tekanan beli yang terlalu agresif.
Level Resistance dan Support Penting
- Resistance utama: $63,00
Penutupan harian di atas level ini akan membuka ruang bagi rekor tertinggi baru. - Support pertama: EMA 20-hari ($56,24)
Retest ke area ini dapat menjadi peluang beli jika tren naik tetap konsisten. - Support psikologis: $60,00
Level ini berfungsi sebagai batas bawah konsolidasi dalam jangka pendek.
Prospek Perak Tetap Positif
Kombinasi pelonggaran kebijakan The Fed, momentum teknikal yang kuat, serta pelemahan dolar AS memberikan dukungan kuat bagi harga perak. Meskipun ada potensi koreksi jangka pendek karena kondisi jenuh beli, tren besar perak tetap mengarah ke atas. Jika harga berhasil bertahan dan menutup di atas $63,00, peluang menuju rekor baru kembali terbuka lebar.





