IHSG Naik 0,34%, Sentimen Data Ritel & Fed Jadi Fokus

IHSG naik 0,34% ke 8.686 saat pasar menunggu data penjualan ritel Indonesia dan keputusan suku bunga The Fed. Sentimen global dan domestik tetap dominan.

PipTrail – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari Rabu dengan gap atas pada level 8.713,71, sempat menyentuh 8.720,88, sebelum kembali terkoreksi ke area 8.668,60 dalam satu jam pertama. Pada pertengahan sesi, IHSG bergerak di 8.686,82, naik 0,34% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Meskipun awalnya dibuka positif, kenaikan IHSG belum dapat dipertahankan. Pelaku pasar menahan diri menjelang rilis data Penjualan Ritel Indonesia yang dijadwalkan keluar pada siang hari. Data ini menjadi rilis makro domestik terakhir dalam pekan ini dan dianggap akan memberi petunjuk arah pasar jangka pendek.

Kontribusi Indeks Sektoral dan Pergerakan Emiten Utama

Indeks Syariah Pimpin Penguatan

Beberapa indeks sektoral Indonesia bergerak positif. Salah satu yang menonjol adalah Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 1,26%, menjadikannya indeks dengan kenaikan tertinggi pada sesi awal perdagangan. Namun, sebagian dari kenaikan ini berasal dari gap atas yang terjadi pada pembukaan.

Emiten Pendorong Kenaikan

Beberapa saham utama yang menopang JII antara lain:

  • BUMI naik 20,59%
  • BRMS naik 5,21%
  • EXCL naik 3,78%
  • TLKM naik 2,52%

Kombinasi kenaikan komoditas, sentimen positif di sektor telekomunikasi, serta rotasi capital jangka pendek memberi kontribusi pada performa indeks syariah dan menopang IHSG agar tetap di zona hijau meski tidak kuat.

Hubungan Ekonomi Indonesia–Pakistan: Dorongan Sentimen Eksternal Tambahan

Tujuh Kerja Sama Melalui MoU

Dalam kunjungan resmi ke Pakistan, Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyaksikan penandatanganan tujuh Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut meliputi:

  • Pendidikan
  • Kemitraan UMKM
  • Bidang kesehatan
  • Kerja sama ekonomi dan teknologi
  • Sektor lain yang berpotensi meningkatkan hubungan strategis

Implementasi kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan hubungan bilateral sekaligus memberi dampak positif pada aktivitas ekonomi Indonesia ke depan.

Lonjakan Transaksi Digital: QRIS dan BI-FAST Terus Menguat

QRIS Tumbuh Lebih dari 100%

Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi digital terus meningkat pesat. Pada Oktober 2025:

  • Volume transaksi BI-FAST naik 31,96% menjadi 446,8 juta transaksi.
  • Volume transaksi QRIS melonjak 139,45%, dengan jumlah pengguna mencapai 58,30 juta.

Pertumbuhan ini menegaskan akselerasi digitalisasi pembayaran di Indonesia, yang menjadi salah satu faktor struktural penting dalam mendukung aktivitas konsumsi dan stabilitas ekonomi.

Keyakinan Konsumen Tetap Optimis

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)

IKK Indonesia untuk November berada di angka 124, lebih tinggi dari bulan sebelumnya (121,2) dan dari proyeksi 122. Posisi di atas 100 menandakan keyakinan konsumen masih berada dalam area optimis.

Optimisme ini mencerminkan:

  • Kestabilan ekonomi domestik
  • Kepercayaan terhadap pendapatan rumah tangga
  • Ekspektasi positif terhadap kondisi bisnis dan lapangan kerja

Namun, pelaku pasar tetap menunggu data Penjualan Ritel untuk memastikan apakah optimisme tersebut tercermin pada perilaku konsumsi nyata.

Data Penjualan Ritel Jadi Fokus Pasar

Data Penjualan Ritel Indonesia untuk Oktober diperkirakan meningkat menjadi 4,0%, dari sebelumnya 3,7%. Data ini penting karena memberi gambaran langsung mengenai kondisi konsumsi rumah tangga, yang menjadi motor utama perekonomian Indonesia.

Rilis ini juga menjadi indikator apakah sentimen optimis konsumen benar-benar diterjemahkan menjadi aktivitas belanja.

Menanti Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

Setelah rilis data hari ini, pasar akan menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia pada 17 Desember 2025. Beberapa hal yang dinantikan:

  • Sikap BI terhadap inflasi
  • Pandangan BI terhadap volatilitas global
  • Potensi langkah stabilisasi nilai tukar

Kebijakan BI akan menjadi penentu penting arah IHSG dan rupiah menjelang akhir tahun.

Pergerakan Harga Emas Antam dan Sentimen Global

Harga Emas Domestik

Harga emas Antam kembali naik tipis:

  • Rp2.416.000/gram, naik Rp13.000 dari hari sebelumnya.

Meski meningkat, harga emas domestik belum mencerminkan tren kuat karena harga emas global masih berkonsolidasi.

Harga Emas Dunia

Harga emas dunia bergerak stabil di sekitar $4.200/oz, dengan investor menunggu keputusan suku bunga The Fed.

The Fed Menjadi Penentu Sentimen Global

Pasar global menunggu keputusan The Fed yang akan diumumkan pada malam hari. Fed diperkirakan:

  • Menurunkan suku bunga sebesar 25 bps
  • Mengirim sinyal arah kebijakan ke depan melalui konferensi pers Jerome Powell

Setiap tanda dovish dapat meningkatkan selera risiko dan berpotensi mendorong IHSG.

Analisis Teknikal IHSG

Struktur Tren Masih Bullish

IHSG masih mempertahankan struktur higher highs dan higher lows sejak April 2025. Penembusan ke rekor tertinggi 8.749,26 pada perdagangan kemarin menegaskan tren naik masih dominan.

Indikator Penting

  • RSI 14-hari di 66,08, menandakan momentum bullish meski mulai turun dari area jenuh beli.
  • IHSG diperdagangkan di atas SMA 200 hari, menegaskan tren naik jangka panjang.

Area Support

  • 8.622,26 (high 27 November)
  • 8.288,27
  • 8.000 (support psikologis)

Area Resistance

  • 8.749,26 (ATH)
  • 8.800
  • 8.850

Penembusan resistance akan membuka jalan menuju rekor baru.

IHSG masih bergerak di area positif namun belum mampu melanjutkan lonjakan pembukaan. Pasar menunggu data Penjualan Ritel dan keputusan The Fed yang akan menjadi katalis utama. Secara teknikal, tren jangka panjang tetap bullish, namun koreksi jangka pendek masih mungkin terjadi.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “IHSG Naik 0,34%, Sentimen Data Ritel & Fed Jadi Fokus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *