IHSG 8.651, Lanjut Koreksi Jelang Keputusan Suku Bunga BI

IHSG terkoreksi ke 8.603 meski dibuka gap atas di 8.651. Pasar menanti keputusan suku bunga BI pekan depan dan harga emas Antam makin menanjak.

PipTrail – Di luar dinamika pasar modal, berbagai aktivitas pejabat tinggi pemerintah turut menjadi perhatian investor sepanjang pekan ini. Pergerakan indeks yang cenderung terkoreksi dibarengi oleh sejumlah agenda regulasi dan diplomasi ekonomi yang memiliki potensi memengaruhi arah pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

Pembahasan Regulasi Industri untuk Tingkatkan Daya Saing

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama sejumlah asosiasi industri strategis, termasuk sektor baja, alas kaki, tekstil, dan garmen. Pertemuan ini difokuskan pada upaya memperbaiki regulasi yang saat ini dianggap menekan efisiensi industri serta membahas peluang ekspansi usaha.

Diskusi tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperbaiki ekosistem bisnis nasional. Purbaya menekankan pentingnya penyesuaian kebijakan yang lebih adaptif terhadap tantangan global, terutama terkait daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Dengan kondisi permintaan global yang masih belum stabil, penyempurnaan regulasi menjadi langkah krusial untuk meningkatkan ekspor dan menarik lebih banyak investasi.

Pertemuan tersebut juga mencerminkan respons cepat pemerintah terhadap masukan pelaku industri. Sektor-sektor seperti tekstil dan garmen, misalnya, selama ini menghadapi tekanan berat dari kompetisi regional. Dengan adanya dialog terbuka tersebut, industri berharap pemerintah dapat menyusun regulasi yang lebih efisien dan mendukung daya saing jangka panjang.

Perkembangan Aksesi Indonesia ke OECD Mendapat Dukungan Internasional

Selain agenda regulasi industri, pembahasan mengenai aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga menjadi sorotan penting. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Deputy Secretary General OECD, Frantisek Ruzicka, untuk membahas perkembangan terbaru proses aksesi ini.

Status Indonesia sebagai kandidat aksesi sejak Maret 2024 menandai babak baru dalam upaya reformasi ekonomi nasional. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga memaparkan kemajuan yang telah dicapai pemerintah dalam berbagai bidang, termasuk tata kelola pemerintahan, penguatan institusi, dan reformasi regulasi.

OECD menegaskan kesiapan mereka untuk menyediakan pendampingan teknis bagi Indonesia. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia mempercepat implementasi reformasi lintas sektor, sekaligus mendekatkan posisi Indonesia menuju standar negara maju. Bagi investor, proses aksesi ini menjadi sinyal positif mengenai arah kebijakan ekonomi nasional yang semakin terintegrasi dengan standar global.

Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia Pekan Depan

Dalam konteks pasar keuangan, faktor utama yang sedang dinantikan investor adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan diumumkan pada Rabu depan. Tidak adanya rilis data ekonomi domestik hari ini membuat perhatian pasar tertuju sepenuhnya pada langkah BI tersebut.

Pada keputusan bulan lalu, BI mempertahankan BI-Rate di level 4,75%, sementara suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan Lending Facility berada di 5,50%. Sikap kebijakan ini dianggap konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Investor menunggu apakah BI akan mulai membuka ruang untuk pelonggaran moneter seiring melandainya inflasi, atau memilih mempertahankan suku bunga untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Keputusan tersebut dapat memengaruhi arah IHSG, pergerakan obligasi, hingga rupiah dalam beberapa pekan ke depan.

Yield Obligasi 10 Tahun Stabil di Tengah Tren Penurunan

Imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun berada di level 6,189%, tidak berubah dibandingkan sesi sebelumnya. Yield tersebut masih berada dalam tren penurunan sejak awal bulan, meskipun sempat naik dari level terendah tahun 2025 yaitu 5,924% pada 16 Oktober.

Stabilnya yield menunjukkan permintaan yang relatif kuat terhadap obligasi pemerintah. Yield yang rendah dan stabil cenderung menguntungkan pasar saham karena menurunkan biaya pembiayaan perusahaan serta meningkatkan daya tarik aset berisiko. Kondisi ini juga mencerminkan persepsi stabilitas fiskal Indonesia yang tetap terjaga.

Harga Emas Antam Sentuh Tertinggi Baru Desember

Harga emas Antam kembali mencatat kenaikan signifikan, mencapai Rp2.453.000 per gram. Kenaikan Rp22.000 dari hari sebelumnya tersebut sekaligus menandai level tertinggi baru untuk Desember 2025.

Kenaikan harga emas domestik sejalan dengan penguatan harga emas global. Harga emas dunia (XAU/USD) ditutup naik 1,21% menjadi $4.279 per troy ons, mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut setelah The Fed menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin sesuai ekspektasi pasar.

Meskipun tidak ada data ekonomi AS yang dirilis hari ini, pasar masih menunggu komentar dari sejumlah pejabat The Fed seperti Paulson, Hammack, dan Goolsbee. Pernyataan mereka dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter ke depan, yang tentunya akan memengaruhi harga emas dan aset berisiko lainnya.

Tren Bullish IHSG Masih Terjaga

Secara teknikal, tren jangka panjang IHSG masih tergolong kuat. Struktur harga membentuk pola higher highs dan higher lows, di mana rekor tertinggi 8.776,97 minggu ini menjadi indikator bahwa tren naik tetap dominan.

Selama IHSG tidak menembus support penting di 8.288,27, tren bullish dinilai masih berlaku. SMA 200 hari yang berada di 7.443 juga mengarah naik, menjadi fondasi kuat bagi tren jangka panjang.

RSI 14 hari berada di level 57,59—masih dalam wilayah bullish, meski cenderung melemah dari area overbought. Jika pelemahan ini hanya merupakan koreksi teknikal, IHSG memiliki potensi kembali menguji resistance di 8.776,97. Penembusan di atasnya membuka peluang menuju level psikologis 8.800, 8.850, hingga 8.900.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “IHSG 8.651, Lanjut Koreksi Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *