IHSG Cetak Rekor 8.970 Jelang Data Devisa

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi di area 8.970 didorong sentimen positif awal tahun, penguatan saham komoditas, serta optimisme menjelang rilis data cadangan devisa dan keyakinan konsumen.

PipTrail – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa pada perdagangan hari ini dengan menyentuh area 8.970. Penguatan ini melanjutkan tren positif awal tahun yang masih kuat, meskipun pasar domestik relatif minim rilis data ekonomi penting. Pada saat penulisan, IHSG berada di level 8.958 atau naik sekitar 0,27% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sejak pembukaan, IHSG sudah menunjukkan sentimen positif dengan gap atas kecil di area 8.959. Tidak lama setelah perdagangan dimulai, indeks langsung mencetak rekor baru di level 8.970,86. Pergerakan ini mencerminkan optimisme investor yang masih terjaga, didorong oleh kombinasi sentimen global, kinerja emiten tertentu, serta ekspektasi terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Kinerja Indeks dan Saham Unggulan

IDXSMC-LIQ Pimpin Penguatan

Di antara indeks sektoral dan tematik, IDXSMC-LIQ menjadi indeks dengan kinerja terbaik pada awal perdagangan, mencatatkan kenaikan lebih dari 1%. Penguatan indeks ini terutama ditopang oleh lonjakan signifikan pada saham-saham sektor pertambangan dan energi.

Beberapa emiten yang menjadi motor penggerak antara lain saham nikel dan batu bara yang mencatatkan kenaikan dua digit hingga mendekati belasan persen. Kinerja saham-saham ini menunjukkan masih kuatnya minat investor terhadap sektor komoditas, terutama yang terkait dengan transisi energi dan permintaan global jangka menengah.

Mayoritas Indeks di Zona Hijau

Secara umum, mayoritas indeks saham di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona hijau pada awal perdagangan. Hal ini mencerminkan luasnya partisipasi pasar dalam reli IHSG, bukan hanya terfokus pada satu atau dua saham berkapitalisasi besar saja. Kondisi ini biasanya menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan tren dalam jangka pendek.

Sentimen Domestik: Swasembada Beras dan Kebijakan Pemerintah

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025. Pernyataan tersebut menjadi salah satu sentimen domestik yang turut memperkuat optimisme pasar. Keberhasilan ini dicapai lebih cepat dari target awal dan membuat Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang tahun 2025.

Dalam pandangan pasar, capaian swasembada pangan berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi makro, menekan tekanan inflasi dari sisi pangan, serta memperbaiki neraca perdagangan. Presiden juga menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak bagi Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas harga beras global.

Selain itu, pemerintah menegaskan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Program ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.

Menanti Data Cadangan Devisa dan Keyakinan Konsumen

Kalender Ekonomi Masih Sepi

Pada hari ini, kalender ekonomi Indonesia relatif kosong dari rilis data penting. Namun, perhatian investor mulai tertuju pada dua data utama yang akan dirilis menjelang akhir pekan, yakni Cadangan Devisa Desember 2025 dan Indeks Keyakinan Konsumen.

Data cadangan devisa akan menjadi indikator penting untuk menilai ketahanan eksternal Indonesia, terutama di tengah dinamika global dan pergerakan nilai tukar. Sementara itu, indeks keyakinan konsumen akan memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan prospek ke depan.

Obligasi Pemerintah Masih Stabil

Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun tercatat relatif stabil di kisaran 6,08%. Yield ini melanjutkan tren penurunan dari level tertinggi akhir November lalu, mencerminkan persepsi risiko yang masih terjaga serta minat investor terhadap surat utang negara.

Emas Antam dan Harga Emas Dunia Menguat

Harga emas batangan Antam 1 gram kembali naik dan diperdagangkan di kisaran Rp2,58 juta. Kenaikan ini melanjutkan tren positif sejak awal pekan dan membawa harga emas domestik semakin dekat ke rekor tertingginya.

Di pasar global, harga emas dunia juga menguat lebih dari 1% dan bertahan di area historis yang tinggi. Ketegangan geopolitik internasional serta ketidakpastian kebijakan moneter global menjadi faktor utama yang menopang permintaan aset safe haven seperti emas.

Ke depan, rilis data ketenagakerjaan dan aktivitas manufaktur Amerika Serikat berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas, terutama melalui ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Analisis Teknikal IHSG: Bullish Namun Waspada

Tren Jangka Menengah Masih Kuat

Secara teknikal, tren jangka menengah hingga panjang IHSG masih tergolong bullish. Indeks bergerak stabil di atas rata-rata pergerakan 200 hari dan berhasil menembus fase konsolidasi yang terbentuk selama beberapa waktu terakhir.

Struktur pergerakan harga juga menunjukkan pola higher high dan higher low yang konsisten, menandakan tren naik yang sehat. Rekor tertinggi terbaru memperkuat validitas tren ini.

RSI Masuk Zona Jenuh Beli

Namun demikian, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di atas level 70, yang mengindikasikan kondisi jenuh beli. Situasi ini membuka peluang terjadinya koreksi teknikal dalam jangka pendek, terutama jika investor mulai melakukan aksi ambil untung.

Apabila IHSG mampu mengabaikan sinyal jenuh beli, target psikologis selanjutnya berada di area 9.000 dan seterusnya. Sebaliknya, jika terjadi koreksi, beberapa level support teknis penting berada di kisaran 8.770, 8.520, hingga area 8.280.

Related Posts

BoJ Tegaskan Normalisasi, USD/JPY Melemah di 158,52

Bank of Japan menegaskan normalisasi kebijakan moneter dan potensi kenaikan suku bunga bertahap, sementara USD/JPY melemah dan bergerak di kisaran 158,52. PipTrail –  Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda,…

Emas Bertahan di $4.600 usai Rekor $4.643

Harga emas bertahan di sekitar $4.600 setelah pullback dari rekor $4.643, tertekan dolar menguat, data AS solid, dan meredanya risiko geopolitik, tetapi prospek tetap bullish. PipTrail – Harga emas (XAU/USD)…

One thought on “IHSG Cetak Rekor 8.970 Jelang Data Devisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *