Indeks Dolar AS Menguat Dekati 99,50, Analisis Lengkap Penyebab dan Dampaknya

Indeks Dolar AS menguat mendekati 99,50 setelah turunnya ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed. Dapatkan analisis lengkap mengenai faktor pendorong, komentar pejabat The Fed, serta dampaknya terhadap pasar global.

PipTrail – Indeks Dolar AS terus menunjukkan penguatan selama dua sesi berturut-turut dan mendekati level 99,50 selama sesi perdagangan Asia. Kenaikan ini menunjukkan perubahan sentimen pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), terutama setelah menurunnya ekspektasi pemotongan suku bunga pada akhir tahun. Hal ini menandakan bahwa pasar global kembali melihat USD sebagai aset yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pergerakan Indeks Dolar AS ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kedua faktor ini berkontribusi pada penguatan USD terhadap enam mata uang utama lainnya dalam indeks.

Ekspektasi Pasar Terhadap Pemotongan Suku Bunga The Fed

Salah satu faktor terbesar yang mendorong penguatan Indeks Dolar AS adalah turunnya probabilitas pemotongan suku bunga The Fed pada bulan Desember. Ekspektasi pasar menunjukkan bahwa peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin turun menjadi sekitar 46%, dari 67% hanya seminggu sebelumnya. Penurunan tajam ini menunjukkan bahwa investor mulai meragukan apakah kondisi ekonomi saat ini cukup untuk mendorong pelonggaran kebijakan.

Selain perubahan ekspektasi tersebut, pasar obligasi pemerintah AS juga menunjukkan dinamika menarik. Imbal hasil Treasury mengalami penurunan:

  • Treasury 2-tahun: 3,60%
  • Treasury 10-tahun: 4,14%

Dalam banyak situasi, penurunan imbal hasil obligasi berpotensi melemahkan USD. Namun kali ini berbeda, karena fokus utama pelaku pasar adalah sinyal kebijakan The Fed. Persepsi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan yang lebih ketat mendorong penguatan dolar meski yield sedang menurun.

Komentar Pejabat The Fed yang Memengaruhi Dolar

Sejumlah komentar dari pejabat Federal Reserve turut memperkuat pandangan bahwa The Fed belum siap untuk segera melonggarkan kebijakan moneter.

Jeffery Schmid – Presiden Fed Kansas City

  • Menyatakan bahwa kebijakan moneter saat ini harus tetap “melawan pertumbuhan permintaan.”
  • Menilai kebijakan The Fed kini berada pada tingkat “moderat restriktif.”
  • Menganggap posisi tersebut sudah tepat untuk menjaga stabilitas inflasi.

Alberto Musalem – Presiden Fed St. Louis

  • Menegaskan bahwa suku bunga kini lebih dekat pada level netral dibandingkan restriktif.
  • Mengingatkan bahwa pelonggaran berlebihan bisa berdampak negatif.
  • Menunjukkan ruang pelonggaran sangat terbatas untuk saat ini.

Pandangan hawkish dari para pejabat The Fed ini memberikan dorongan tambahan terhadap Indeks Dolar AS, karena pasar menilai bank sentral belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Antisipasi Data Nonfarm Payrolls

Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis Nonfarm Payrolls (NFP) September yang dijadwalkan pada 20 November. NFP adalah indikator tenaga kerja terpenting di AS dan sangat berpengaruh terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, sehingga juga memengaruhi pergerakan Indeks Dolar AS.

Namun, tahun ini menghadapi tantangan tambahan. Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett, memperingatkan bahwa sebagian data ekonomi, terutama dari Oktober, kemungkinan tidak akan lengkap atau bahkan tidak tersedia akibat penutupan pemerintahan. Ketidakpastian mengenai kualitas dan ketersediaan data membuat pasar lebih sensitif terhadap setiap rilis indikator ekonomi.

Jika NFP menunjukkan penguatan lapangan kerja yang solid, dolar kemungkinan mendapat dorongan tambahan. Sebaliknya, laporan yang lemah bisa meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga, sehingga menekan DXY.

Dampak Penguatan Indeks Dolar AS pada Pasar Global

Penguatan Indeks Dolar AS memiliki dampak luas pada pasar global:

1. Harga Komoditas

Dolar yang menguat cenderung menekan harga komoditas seperti emas, minyak, dan logam industri. Emas khususnya sangat sensitif karena biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD.

2. Mata Uang Negara Berkembang

Mata uang negara berkembang sering melemah ketika dolar menguat, karena investor beralih ke aset berbasis USD yang dianggap lebih aman dalam kondisi ketidakpastian.

3. Pasar Saham Global

Saham AS, terutama sektor dengan pendapatan internasional besar, dapat tertekan ketika USD menguat, karena pendapatan luar negeri akan bernilai lebih rendah dalam dolar.

4. Pasar Obligasi

Imbal hasil yang turun sementara dolar menguat menunjukkan bahwa investor memilih USD sebagai aset lindung nilai, meski ada tanda-tanda perlambatan di pasar obligasi.

Analisis Teknis Indeks Dolar AS

Level teknikal utama yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Resistance: 99,60 – 100,00
  • Support: 98,85 dan 98,30

Jika tren bullish berlanjut, Indeks Dolar AS berpotensi menguji level psikologis 100, yang merupakan batas penting dan sering menjadi titik pembalikan atau percepatan tren.

Apa yang Mungkin Terjadi Selanjutnya?

Indeks Dolar AS diperkirakan tetap dalam tren naik selama ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed masih minim. Komentar pejabat The Fed yang berhati-hati serta rilis NFP yang akan datang menjadi faktor kunci yang menentukan arah DXY dalam waktu dekat.

Jika data tenaga kerja menunjukkan kekuatan, dolar kemungkinan terus menguat. Namun jika data mengecewakan, peluang penurunan suku bunga bisa kembali meningkat dan memicu koreksi pada nilai Indeks Dolar AS.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “Indeks Dolar AS Menguat Dekati 99,50, Analisis Lengkap Penyebab dan Dampaknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *