Inflasi Tiongkok Desember 2025 0,8%, IHP Masih Tekan Pasar

Inflasi konsumen Tiongkok Desember 2025 naik 0,8% YoY, sedikit di bawah ekspektasi 0,9%, sementara Indeks Harga Produsen turun 1,9%. Data ini menekan AUD/USD dan menunjukkan pemulihan ekonomi yang lambat.

PipTrail – Data inflasi terbaru dari Tiongkok pada bulan Desember menunjukkan adanya kenaikan moderat pada Indeks Harga Konsumen (IHK) secara tahunan. Berdasarkan laporan resmi, inflasi IHK tercatat sebesar 0,8% year-on-year (YoY), lebih tinggi dibandingkan bulan November yang berada di level 0,7%. Namun demikian, angka ini masih sedikit di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksikan inflasi sebesar 0,9%.

Rilis ini menegaskan bahwa tekanan harga di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut masih relatif lemah, meskipun terdapat tanda-tanda perbaikan secara bertahap menjelang akhir tahun.

Pergerakan IHK Bulanan dan Tahunan

Kenaikan Tahunan yang Terbatas

Secara tahunan, inflasi IHK Tiongkok masih berada di bawah 1%, mencerminkan rendahnya permintaan domestik dan sikap hati-hati konsumen. Meskipun terjadi kenaikan dibanding bulan sebelumnya, angka 0,8% menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok belum sepenuhnya keluar dari fase tekanan deflasi yang sempat membayangi sepanjang tahun.

Faktor-faktor seperti lemahnya sektor properti, perlambatan konsumsi rumah tangga, serta ketidakpastian global masih membatasi ruang kenaikan harga.

Perbaikan Secara Bulanan

Dari sisi bulanan, inflasi IHK Desember mencatatkan kenaikan 0,2% month-on-month (MoM). Angka ini merupakan perbaikan signifikan dibandingkan bulan November yang mengalami kontraksi sebesar -0,1%.

Kenaikan bulanan ini terutama didorong oleh:

  • Peningkatan harga pangan musiman
  • Stabilitas harga energi
  • Permintaan konsumen menjelang akhir tahun

Meski bersifat sementara, pergerakan positif MoM memberikan sinyal bahwa tekanan harga jangka pendek mulai pulih.

Indeks Harga Produsen Masih Tertekan

IHP Masih Negatif

Sementara inflasi konsumen menunjukkan perbaikan terbatas, Indeks Harga Produsen (IHP) masih berada di wilayah negatif. Pada bulan Desember, IHP Tiongkok tercatat turun 1,9% YoY, melanjutkan tren deflasi produsen yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Namun, penurunan ini lebih baik dibandingkan bulan November yang mencatat kontraksi sebesar 2,2% serta sedikit lebih baik dari ekspektasi pasar di -2,0%.

Makna Deflasi Produsen

Deflasi pada tingkat produsen mengindikasikan bahwa:

  • Biaya input industri masih rendah
  • Permintaan global terhadap barang manufaktur Tiongkok belum sepenuhnya pulih
  • Margin keuntungan produsen masih tertekan

Meski terjadi perbaikan, angka IHP negatif menunjukkan bahwa tekanan struktural di sektor industri masih menjadi tantangan utama bagi perekonomian Tiongkok.

Implikasi Terhadap Kebijakan Ekonomi

Ruang Stimulus Masih Terbuka

Kombinasi inflasi konsumen yang rendah dan deflasi produsen memberikan ruang bagi pemerintah dan bank sentral Tiongkok untuk melanjutkan kebijakan stimulus. Tekanan inflasi yang minim memungkinkan:

  • Pelonggaran kebijakan moneter tambahan
  • Dukungan fiskal untuk sektor-sektor prioritas
  • Upaya mendorong konsumsi domestik

Kondisi ini juga menurunkan risiko pengetatan kebijakan dalam waktu dekat.

Tantangan Permintaan Domestik

Meski data Desember menunjukkan perbaikan, permintaan domestik masih menjadi perhatian utama. Konsumen Tiongkok cenderung menahan belanja akibat ketidakpastian pendapatan dan prospek ekonomi jangka menengah.

Tanpa pemulihan konsumsi yang lebih kuat, kenaikan inflasi berpotensi tetap terbatas di bulan-bulan mendatang.

Reaksi Pasar Keuangan

Dampak ke Pasar Valuta Asing

Pasar keuangan merespons data inflasi Tiongkok secara relatif netral. Pasangan mata uang AUD/USD tercatat bertahan di area rendah sekitar 0,6690 dan melemah tipis sekitar 0,06% pada hari yang sama.

Reaksi yang terbatas ini mencerminkan pandangan pelaku pasar bahwa data inflasi tersebut bersifat campuran dan belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi makro secara signifikan.

Hubungan Tiongkok dan Dolar Australia

Sebagai mitra dagang utama Tiongkok, dolar Australia sangat sensitif terhadap data ekonomi dari negeri tersebut. Inflasi yang lemah di Tiongkok dapat mengindikasikan permintaan bahan baku yang belum optimal, sehingga membatasi penguatan mata uang Australia dalam jangka pendek.

Prospek Inflasi ke Depan

Potensi Pemulihan Bertahap

Ke depan, inflasi Tiongkok diperkirakan akan bergerak secara bertahap seiring:

  • Dukungan kebijakan pemerintah
  • Stabilitas harga energi
  • Perbaikan aktivitas ekonomi global

Namun, laju pemulihan kemungkinan tetap moderat mengingat tantangan struktural yang masih ada.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Beberapa risiko utama yang dapat menekan inflasi antara lain:

  • Perlambatan ekonomi global
  • Tekanan di sektor properti
  • Lemahnya kepercayaan konsumen

Selama faktor-faktor ini belum sepenuhnya teratasi, inflasi Tiongkok diperkirakan akan tetap berada di level rendah.

Data inflasi Tiongkok bulan Desember menunjukkan sinyal perbaikan yang terbatas namun belum meyakinkan. Kenaikan IHK ke 0,8% YoY dan inflasi bulanan positif menjadi tanda stabilisasi, tetapi deflasi produsen yang masih berlangsung menegaskan bahwa tekanan ekonomi belum sepenuhnya hilang. Bagi pasar, data ini lebih mencerminkan proses pemulihan bertahap dibandingkan perubahan tren yang signifikan.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “Inflasi Tiongkok Desember 2025 0,8%, IHP Masih Tekan Pasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *