
NZD/USD melemah ke bawah 0,5800 setelah data ekonomi Tiongkok mengecewakan. Pasar menanti NFP AS dan sikap bank sentral RBNZ serta The Fed.
PipTrail – Pasangan mata uang NZD/USD kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan, dengan pergerakan turun ke area 0,5780 dalam sesi perdagangan Asia hari Senin. Pelemahan ini terjadi seiring rilis data ekonomi Tiongkok yang berada jauh di bawah ekspektasi pasar, sehingga memicu sentimen negatif terhadap Dolar Selandia Baru (NZD). Di sisi lain, pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang tertunda untuk bulan Oktober.
Tekanan Awal di Sesi Asia
Pada sesi Asia, minat jual terhadap NZD meningkat cukup signifikan. NZD dikenal sebagai mata uang yang sensitif terhadap kondisi ekonomi Tiongkok, mengingat negara tersebut merupakan mitra dagang utama Selandia Baru. Ketika data ekonomi Tiongkok mengecewakan, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset-aset berisiko, termasuk mata uang komoditas seperti NZD.
Sementara itu, Dolar AS (USD) relatif bertahan karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut dari arah kebijakan moneter The Federal Reserve serta perkembangan data tenaga kerja AS.
Data Penjualan Ritel Tiongkok Mengecewakan
Penjualan Ritel Jauh di Bawah Ekspektasi
Data terbaru dari Biro Statistik Nasional Tiongkok menunjukkan bahwa Penjualan Ritel hanya tumbuh 1,3% secara tahunan (YoY) pada November, melambat tajam dibandingkan 2,9% pada Oktober. Angka ini juga jauh lebih rendah dari perkiraan pasar yang berada di kisaran 2,9%.
Lemahnya konsumsi domestik Tiongkok menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi negara tersebut masih rapuh, meskipun berbagai stimulus telah digulirkan oleh pemerintah.
Produksi Industri Ikut Melambat
Selain penjualan ritel, Produksi Industri Tiongkok juga menunjukkan pelemahan. Produksi hanya tumbuh 4,8% YoY, sedikit di bawah perkiraan 5,0% dan lebih rendah dari capaian sebelumnya. Kombinasi data ini memperkuat pandangan bahwa permintaan domestik dan aktivitas manufaktur masih menghadapi tantangan.
Dampak Langsung ke Dolar Selandia Baru
NZD sering dipandang sebagai proksi ekonomi Tiongkok. Ketika indikator ekonomi utama Tiongkok melemah, arus modal cenderung keluar dari NZD. Tekanan jual yang muncul pada hari Senin mencerminkan kekhawatiran investor bahwa perlambatan Tiongkok dapat berdampak langsung pada ekspor dan pertumbuhan ekonomi Selandia Baru.
Pernyataan Gubernur RBNZ Menahan Pelemahan
Sikap Hati-hati Bank Sentral Selandia Baru
Di tengah tekanan eksternal, pernyataan dari Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Anna Breman memberikan sedikit penopang bagi NZD. Ia menyampaikan bahwa prospek ekonomi secara umum berkembang sesuai dengan ekspektasi Komite Kebijakan Moneter, dengan tanda-tanda pemulihan pertumbuhan yang mulai terlihat.
Suku Bunga Diperkirakan Bertahan
Meskipun masih ada peluang kecil untuk penurunan suku bunga tambahan, Official Cash Rate (OCR) diperkirakan akan bertahan di level 2,25% untuk beberapa waktu ke depan jika kondisi ekonomi berjalan sesuai proyeksi. Sikap yang cenderung netral hingga hati-hati ini membantu membatasi tekanan jual yang lebih dalam pada NZD.
The Fed dan Arah Dolar AS
Pemangkasan Suku Bunga Terakhir Tahun Ini
Pekan lalu, The Federal Reserve mengumumkan pemangkasan suku bunga ketiga sekaligus terakhir pada tahun ini, dengan penurunan sebesar 25 basis poin. Suku bunga acuan kini berada di kisaran 3,50%–3,75%.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk mengevaluasi dampak kumulatif dari tiga kali pemangkasan suku bunga terhadap perekonomian AS.
Dolar AS Menunggu Katalis Baru
Pernyataan tersebut membuat Dolar AS bergerak relatif terbatas, karena pasar belum mendapatkan sinyal yang jelas mengenai arah kebijakan selanjutnya. Fokus kini tertuju pada data ekonomi, khususnya laporan tenaga kerja.
Fokus Pasar pada Laporan NFP AS
Penentu Arah Jangka Pendek
Laporan Nonfarm Payrolls AS bulan Oktober yang akan dirilis pada hari Selasa menjadi agenda utama pasar. Data ini dinilai krusial untuk menilai kesehatan pasar tenaga kerja AS, sekaligus menentukan ekspektasi kebijakan The Fed pada pertemuan bulan Januari.
Potensi Dampak ke NZD/USD
Jika laporan NFP menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, Dolar AS berpotensi melemah dan membuka ruang pemulihan bagi NZD/USD. Sebaliknya, data yang kuat dapat memperkuat USD dan menekan pasangan ini lebih lanjut.
Kesimpulan
Pelemahan NZD/USD ke bawah 0,58 mencerminkan kombinasi sentimen negatif dari data ekonomi Tiongkok yang lemah dan sikap hati-hati investor menjelang rilis NFP AS. Meski pernyataan RBNZ memberikan sedikit dukungan, arah jangka pendek pasangan ini masih sangat bergantung pada data ekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Dalam kondisi volatil seperti ini, pasar cenderung bergerak sensitif terhadap setiap rilis data penting.





