PBOC, Fakta Penting Kurs Tengah USD/CNY Turun 7,0875 yang Bikin Pasar Waspada

PBOC tetapkan kurs tengah USD/CNY di 7,0875. Simak 7 fakta penting yang memengaruhi pasar dan stabilitas Yuan.

PipTrail – People’s Bank of China (PBoC), sebagai bank sentral Republik Rakyat Tiongkok, kembali menarik perhatian pasar global setelah menetapkan kurs tengah USD/CNY di 7,0875 pada Jumat ini, lebih rendah dibandingkan penetapan sebelumnya di 7,0905 dan estimasi Reuters di 7,1154. Pergerakan ini menegaskan bahwa PBoC terus memainkan peran aktif dalam mengarahkan stabilitas nilai tukar Yuan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Kurs tengah harian USD/CNY merupakan instrumen penting karena menjadi acuan bagi pergerakan nilai tukar Yuan di pasar spot. Ketika PBoC menetapkan kurs tengah lebih kuat (lebih rendah), hal itu umumnya memberi sinyal bahwa bank sentral ingin menahan pelemahan Yuan yang terlalu cepat. Pembacaan ini juga mengindikasikan kesiapan PBoC untuk menjaga stabilitas finansial serta mengendalikan volatilitas pasar.

Apa yang Dilakukan PBoC?

Sebagai otoritas moneter, tujuan utama PBoC adalah menjaga stabilitas harga, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memastikan stabilitas nilai tukar Renminbi (RMB). Berbeda dengan banyak bank sentral di Barat yang fokus utamanya pada inflasi, PBoC memiliki mandat yang lebih luas, termasuk reformasi sistem keuangan, pengawasan perbankan tertentu, dan regulasi pasar uang.

PBoC juga menjadi pemain kunci dalam mendukung agenda strategis pemerintah Tiongkok seperti mendorong internalisasi Yuan, membuka pasar modal, serta menjaga ketahanan keuangan nasional. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, kebijakan moneter Tiongkok memiliki dampak langsung pada perdagangan global, pasar komoditas, hingga aliran modal internasional.

Siapa yang Memiliki dan Mengendalikan PBoC?

Tidak seperti Federal Reserve atau Bank of Japan yang memiliki struktur independensi tertentu, PBoC dimiliki sepenuhnya oleh negara Republik Rakyat Tiongkok. Dengan demikian, bank sentral Tiongkok tidak beroperasi sebagai lembaga otonom. Struktur pengawasan dan arah kebijakan PBoC berada di bawah pengaruh Komite Partai Komunis Tiongkok (CCP).

Meskipun PBoC memiliki Gubernur sebagai pimpinan formal, posisi yang paling berpengaruh adalah Sekretaris Komite Partai di PBoC—jabatan yang biasanya diisi oleh pejabat senior yang ditunjuk oleh Dewan Negara. Menariknya, saat ini Pan Gongsheng memegang dua jabatan sekaligus: Gubernur PBoC dan Sekretaris Komite Partai. Kombinasi ini memberikan konsistensi kebijakan, tetapi juga menunjukkan bahwa arah moneter Tiongkok sangat terkoordinasi dengan agenda pemerintah pusat.

Alat Kebijakan Utama yang Digunakan oleh PBoC

Sistem kebijakan moneter Tiongkok berbeda dari negara-negara Barat. Selain suku bunga kebijakan, PBoC memiliki seperangkat instrumen luas yang dirancang untuk mengatur likuiditas dan nilai tukar dalam sistem finansial.

1. 7-Day Reverse Repo Rate (RRR)

Instrumen ini digunakan untuk mengatur likuiditas jangka pendek melalui operasi pasar terbuka. Dengan menurunkan suku bunga reverse repo, PBoC menyuntikkan likuiditas dan mendorong kredit. Sebaliknya, kenaikan dalam reverse repo memperketat pasokan uang.

2. Medium-Term Lending Facility (MLF)

MLF adalah instrumen kunci untuk sinyal kebijakan jangka menengah. Suku bunga MLF biasanya menjadi dasar pergerakan Loan Prime Rate (LPR). Dengan mengubah MLF, PBoC dapat mempengaruhi biaya pendanaan bank dan pada akhirnya mempengaruhi suku bunga kredit.

3. Intervensi Valuta Asing

PBoC kerap melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas kurs. Intervensi dapat berupa pembelian atau penjualan mata uang asing, serta penggunaan instrumen derivatif.

4. Rasio Cadangan Wajib (RRR)

RRR adalah alat penting untuk mengelola likuiditas dalam sistem perbankan. Penurunan RRR memberikan ruang bagi bank untuk menyalurkan lebih banyak kredit, sedangkan kenaikannya menyerap likuiditas dari pasar.

5. Loan Prime Rate (LPR) – Suku Bunga Acuan

LPR merupakan suku bunga acuan yang digunakan bank-bank Tiongkok untuk menentukan bunga pinjaman dan hipotek. Perubahan LPR secara langsung memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, LPR merupakan salah satu instrumen paling diperhatikan oleh pasar global.

Selain Bank Negara, Apakah Bank Swasta Diizinkan di Tiongkok?

Ya, Tiongkok mengizinkan keberadaan bank swasta. Saat ini terdapat 19 bank swasta yang beroperasi, meski jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan dominasi bank-bank negara. Dua yang paling besar adalah WeBank dan MYbank, keduanya merupakan bank digital yang didukung raksasa teknologi—Tencent untuk WeBank dan Ant Group untuk MYbank.

Sejak 2014, pemerintah Tiongkok mulai membuka ruang bagi institusi swasta untuk mendirikan bank, asalkan didanai sepenuhnya oleh modal domestik. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi, memperluas akses kredit bagi UMKM, dan mendorong inovasi keuangan berbasis teknologi.

Penetapan kurs tengah USD/CNY di level 7,0875 memperlihatkan komitmen PBoC untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Dengan instrumen kebijakan moneter yang beragam dan struktur kelembagaan yang terintegrasi dengan pemerintah pusat, PBoC memiliki fleksibilitas besar dalam mengendalikan perekonomian Tiongkok. Di sisi lain, keberadaan bank swasta yang terus berkembang menunjukkan bahwa sistem finansial Tiongkok semakin terbuka dan berorientasi pada inovasi.

Jika Anda ingin versi lebih pendek, versi analisis pasar, atau gaya berita cepat, tinggal bilang saja.

Related Posts

BoJ Tegaskan Normalisasi, USD/JPY Melemah di 158,52

Bank of Japan menegaskan normalisasi kebijakan moneter dan potensi kenaikan suku bunga bertahap, sementara USD/JPY melemah dan bergerak di kisaran 158,52. PipTrail –  Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda,…

Emas Bertahan di $4.600 usai Rekor $4.643

Harga emas bertahan di sekitar $4.600 setelah pullback dari rekor $4.643, tertekan dolar menguat, data AS solid, dan meredanya risiko geopolitik, tetapi prospek tetap bullish. PipTrail – Harga emas (XAU/USD)…

One thought on “PBOC, Fakta Penting Kurs Tengah USD/CNY Turun 7,0875 yang Bikin Pasar Waspada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *