
Harga Perak XAG/USD melonjak di atas $85,50 didorong ketidakpastian The Fed dan risiko geopolitik. Permintaan safe-haven membuka peluang rekor baru menuju $90.
PipTrail – Harga Perak (XAG/USD) melanjutkan penguatan dan bertahan di zona positif di sekitar $85,75 pada awal perdagangan sesi Eropa hari Selasa. Logam putih ini semakin dekat dengan level tertinggi rekor, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat dan eskalasi risiko geopolitik global.
Pergerakan naik Perak mencerminkan perubahan sentimen pasar yang semakin defensif. Investor mulai mengalihkan dana dari aset berisiko menuju logam mulia sebagai perlindungan nilai, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve (The Fed) dan arah kebijakan suku bunga ke depan.
Ketidakpastian The Fed Dorong Permintaan Safe-Haven
Tekanan Politik terhadap The Fed Jadi Pemicu Utama
Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah melayangkan panggilan resmi kepada bank sentral terkait kesaksiannya pada bulan Juni mengenai proyek renovasi gedung The Fed. Powell menilai ancaman dakwaan kriminal tersebut sebagai dalih untuk memberikan tekanan agar The Fed menurunkan suku bunga lebih cepat.
Situasi ini memicu ketidakpastian yang signifikan di pasar keuangan. Intervensi atau tekanan politik terhadap bank sentral AS dipersepsikan sebagai risiko besar terhadap stabilitas kebijakan moneter, sehingga mendorong investor mencari aset lindung nilai seperti Perak dan Emas.
Logam Mulia Lebih Sensitif terhadap Suku Bunga
Perak, sebagai pasar logam mulia yang relatif lebih kecil dibandingkan emas, dikenal lebih sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan Dolar AS. Ketika independensi The Fed dipertanyakan, volatilitas meningkat dan Perak cenderung bereaksi lebih agresif.
Kondisi ini membuat XAG/USD mendapatkan momentum tambahan, terutama dalam lingkungan di mana suku bunga riil berpotensi turun atau setidaknya tidak naik agresif.
Prospek Bullish Perak di Tahun 2026
Perak Diuntungkan dari Ketidakpastian Global
Menurut pandangan pelaku pasar, meningkatnya campur tangan terhadap kebijakan The Fed dapat menjadi faktor bullish utama bagi logam mulia sepanjang 2026. Ketidakpastian kebijakan moneter menciptakan kebutuhan akan aset yang dianggap aman dan tidak bergantung pada kredibilitas institusi keuangan.
Dalam konteks ini, Perak berpotensi mendapatkan keuntungan ganda, baik sebagai logam safe-haven maupun sebagai komoditas industri yang tetap dibutuhkan dalam berbagai sektor strategis.
Potensi Uji Ulang Level Tertinggi Rekor
Dengan harga saat ini bergerak di atas $85,50, XAG/USD membuka peluang untuk menguji kembali level tertinggi rekor dalam waktu dekat. Selama sentimen pasar tetap defensif dan risiko makroekonomi meningkat, tekanan beli diperkirakan masih mendominasi.
Namun, investor juga perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung setelah reli signifikan.
Risiko Geopolitik Tambah Dukungan untuk Harga Perak
Ketegangan di Timur Tengah Tingkatkan Permintaan Aset Aman
Selain faktor moneter, eskalasi ketegangan geopolitik turut memperkuat harga Perak. Protes sipil yang meluas di Iran telah meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Laporan mengenai ratusan korban jiwa memperburuk sentimen risiko global.
Ketika konflik geopolitik meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk logam mulia.
Dampak Psikologis terhadap Pasar Global
Ketidakpastian geopolitik tidak hanya berdampak langsung pada kawasan konflik, tetapi juga menciptakan efek domino pada pasar global. Dalam kondisi seperti ini, Perak sering dipandang sebagai alternatif lindung nilai yang lebih terjangkau dibandingkan emas, sehingga permintaannya meningkat.
Fokus Pasar pada Data Inflasi AS
IHK AS Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Para pedagang kini menanti rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Desember. Data ini akan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, Dolar AS berpotensi menguat, yang dapat memberikan tekanan jangka pendek pada harga Perak. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter dan mendorong XAG/USD melanjutkan tren naik.
Volatilitas Jangka Pendek Masih Tinggi
Menjelang rilis data penting tersebut, volatilitas harga Perak diperkirakan tetap tinggi. Pergerakan tajam dalam jangka pendek sangat mungkin terjadi, terutama jika data inflasi memberikan kejutan bagi pasar.
Tren Perak Masih Konstruktif
Secara keseluruhan, prospek harga Perak tetap konstruktif dengan bias bullish. Ketidakpastian seputar The Fed, meningkatnya risiko geopolitik, serta fokus pasar pada data inflasi AS menjadi kombinasi faktor yang mendukung XAG/USD bertahan di atas $85,50. Selama sentimen safe-haven tetap dominan, peluang uji ulang level tertinggi rekor masih terbuka, meskipun koreksi jangka pendek tidak dapat dikesampingkan.




