
Pound Sterling menguat mendekati 1,35 seiring ekspektasi Bank of England memilih pelonggaran moneter bertahap. Kelemahan Dolar AS dan prospek suku bunga global ikut menopang penguatan GBP.
PipTrail – Pound Sterling (GBP) menunjukkan performa impresif dengan menguat terhadap mayoritas mata uang utama, termasuk Dolar AS (USD). Pada perdagangan Eropa hari Selasa, GBP/USD kembali mendekati area 1,3500, level tertinggi hampir tiga bulan terakhir. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar bahwa Bank of England (BoE) akan menempuh jalur pelonggaran moneter yang lebih bertahap dibandingkan bank sentral utama lainnya.
Ekspektasi tersebut memberikan dukungan struktural bagi Pound, terutama di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian kebijakan suku bunga dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara maju.
BoE Dipandang Lebih Hati-Hati Turunkan Suku Bunga
Pemangkasan Terbatas, Nada Kebijakan Tetap Ketat
Pekan lalu, Bank of England memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%. Namun, keputusan tersebut diambil dengan selisih suara yang tipis di Komite Kebijakan Moneter (MPC). Hampir setengah anggota MPC memilih untuk menahan suku bunga, menandakan masih kuatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang membandel.
BoE juga menegaskan bahwa arah kebijakan ke depan adalah penurunan suku bunga secara bertahap dan terukur. Pesan ini ditangkap pasar sebagai sinyal bahwa bank sentral Inggris tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan, berbeda dengan ekspektasi terhadap beberapa bank sentral lain.
Inflasi Masih Jadi Tantangan
Inflasi tahunan Inggris memang telah menunjukkan tren penurunan dalam dua bulan terakhir, turun ke kisaran 3,2% dari puncak sebelumnya di sekitar 3,8%. Meski demikian, angka tersebut masih jauh di atas target inflasi BoE sebesar 2%.
Prospek pertumbuhan upah yang relatif solid turut memperkuat pandangan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Kondisi inilah yang membuat BoE cenderung menjaga kebijakan tetap ketat lebih lama, sehingga menopang daya tarik Pound Sterling di mata investor global.
Pasar Menilai Pemangkasan BoE Akan Sangat Terbatas
Pelaku pasar memperkirakan Bank of England hanya akan melakukan satu kali pemangkasan suku bunga tambahan pada paruh pertama 2026. Ekspektasi ini jauh lebih konservatif dibandingkan proyeksi penurunan suku bunga di Amerika Serikat.
Pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey yang optimistis inflasi dapat kembali mendekati target pada paruh pertama 2026 juga memperkuat keyakinan bahwa pelonggaran kebijakan tidak akan agresif. Bagi pasar mata uang, stabilitas kebijakan seperti ini sering kali menjadi faktor pendukung penguatan mata uang domestik.
Kelemahan Dolar AS Menjadi Katalis Tambahan
Ekspektasi Fed Semakin Dovish
Selain faktor domestik Inggris, penguatan GBP/USD juga dipicu oleh melemahnya Dolar AS secara luas. Dolar berada di bawah tekanan karena meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih dari satu kali pada 2026.
Pasar menilai kondisi pasar tenaga kerja AS yang mulai melunak serta dampak inflasi dari kebijakan tarif yang bersifat sementara akan membuka ruang bagi Fed untuk bersikap lebih akomodatif. Sentimen ini membuat investor mengurangi eksposur terhadap Dolar dan beralih ke mata uang lain, termasuk Pound Sterling.
Data PDB AS Jadi Sorotan
Fokus pasar pada sesi perdagangan Selasa tertuju pada rilis data awal Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal ketiga. Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed, yang berpotensi menekan Dolar lebih lanjut.
Analisis Teknikal: Tren Bullish GBP/USD Masih Terjaga
Harga Bertahan di Atas Rata-Rata Bergerak
Dari sisi teknikal, pasangan GBP/USD mempertahankan tren naik yang solid. Harga bergerak stabil di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari, yang terus menanjak dan mencerminkan dominasi buyer dalam jangka pendek.
Kemiringan EMA yang semakin curam menunjukkan momentum bullish masih kuat, meskipun potensi koreksi teknis tetap perlu diwaspadai.
RSI Mendekati Jenuh Beli
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di area mendekati 68, hampir memasuki zona jenuh beli. Kondisi ini mengindikasikan momentum kenaikan masih sehat, tetapi ruang penguatan lanjutan mungkin mulai terbatas dalam jangka sangat pendek.
Level Fibonacci retracement 61,8% di sekitar 1,3490–1,3500 menjadi area kunci. Jika mampu ditembus secara meyakinkan, GBP/USD berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area 1,3600-an.
Pound Diuntungkan Kombinasi Faktor Fundamental dan Global
Penguatan Pound Sterling saat ini bukan sekadar reaksi jangka pendek, melainkan hasil kombinasi antara kebijakan BoE yang relatif hawkish, ekspektasi pelonggaran Fed yang lebih agresif, serta sentimen pasar global yang bergeser dari Dolar AS.
Selama BoE mempertahankan pendekatan hati-hati dan data ekonomi AS menunjukkan tanda perlambatan, Pound Sterling berpeluang tetap berada dalam jalur penguatan. Namun, investor tetap perlu mencermati dinamika inflasi, data pertumbuhan, dan komunikasi bank sentral yang dapat mengubah arah pasar secara cepat.





