
Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama untuk mengisi kekosongan pimpinan setelah Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Penunjukan tersebut diputuskan melalui Rapat Direktur pada Jumat, 30 Januari 2026.
Ditunjuk Lewat Rapat Direktur, Langsung Efektif
Penetapan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Direktur Utama BEI dilakukan dalam Rapat Direktur (Radir) pada Jumat (30/1). Pada hari yang sama, Jeffrey langsung efektif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan sementara BEI.
“Pak Jeffrey. Waktu hari Jumat langsung,” kata Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Sunandar, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/2).
Bukan Orang Baru di Lingkungan BEI
Mengacu pada laman resmi BEI, Jeffrey Hendrik merupakan figur yang sudah lama berkecimpung di pasar modal Indonesia. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI, posisi yang diembannya berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Dalam perannya tersebut, Jeffrey terlibat aktif dalam pengembangan produk serta inisiatif strategis pasar modal nasional.
Rekam Jejak Panjang di Industri Pasar Modal
Karier Jeffrey Hendrik di industri keuangan dimulai pada 1994 di PT Zone Pratama. Ia kemudian memperdalam pengalaman di bidang corporate finance melalui PT Transpacific Securindo pada periode 1996–1999.
Nama Jeffrey semakin dikenal luas setelah menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, dari 1999 hingga 2022. Periode tersebut menempatkannya sebagai salah satu tokoh senior di industri perusahaan efek Indonesia.
Aktif di Organisasi dan Komite Strategis
Selain berkarier secara profesional, Jeffrey juga aktif dalam berbagai organisasi dan forum strategis pasar modal. Ia pernah menjadi:
Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020)
Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Departemen Perdagangan Efek (2020–2022)
Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK sejak 2021
Dari sisi akademik, Jeffrey Hendrik meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995.
Iman Rachman Mundur di Tengah Tekanan Pasar
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang mengalami tekanan dalam dua hari terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di Gedung BEI pada Jumat (30/1), tanpa sesi tanya jawab. Iman menegaskan keputusan itu diambil demi kepentingan pasar modal Indonesia ke depan.
“Hari ini saya menyampaikan satu statement… sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman.




