Slippage dalam Trading: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Slippage dalam trading merupakan fenomena yang sering dialami oleh para trader, baik pemula maupun profesional. Memahami konsep slippage dan bagaimana cara mengatasinya sangat penting untuk meningkatkan performa trading dan melindungi modal investasi Anda.

Apa Itu Slippage dalam Trading?

Slippage dalam trading adalah perbedaan antara harga yang diharapkan saat menempatkan order dengan harga eksekusi aktual yang diterima. Fenomena ini terjadi ketika order Anda dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang Anda lihat atau targetkan saat menekan tombol buy atau sell.

Misalnya, Anda melihat harga EUR/USD di 1.1000 dan memutuskan untuk membeli. Namun, saat order dieksekusi, harga yang Anda dapatkan adalah 1.1003. Selisih 3 pips tersebut adalah slippage yang Anda alami dalam transaksi tersebut.

Jenis-Jenis Slippage

Dalam dunia trading, slippage dapat dibagi menjadi dua kategori utama:

Slippage Positif

Slippage positif terjadi ketika order Anda dieksekusi pada harga yang lebih menguntungkan dari yang diharapkan. Sebagai contoh, jika Anda menempatkan order buy pada harga 1.1000 tetapi tereksekusi di 1.0998, maka Anda mendapatkan slippage positif sebesar 2 pips. Meskipun menguntungkan, kejadian ini relatif jarang terjadi dibandingkan slippage negatif.

Slippage Negatif

Slippage negatif adalah kondisi yang paling umum dialami trader, yaitu ketika order dieksekusi pada harga yang kurang menguntungkan dari yang diharapkan. Jenis slippage ini dapat mengurangi profit atau bahkan meningkatkan kerugian dalam trading Anda.

Penyebab Utama Slippage dalam Trading

Memahami penyebab slippage sangat penting agar Anda dapat mengambil langkah-langkah preventif yang tepat. Berikut adalah faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya slippage:

Volatilitas Pasar yang Tinggi

Volatilitas pasar merupakan penyebab utama slippage dalam trading. Ketika pasar bergerak sangat cepat, terutama saat rilis berita ekonomi penting atau pengumuman kebijakan moneter, harga dapat berubah dalam hitungan milidetik. Pergerakan cepat ini membuat eksekusi order pada harga yang tepat menjadi sangat sulit.

Likuiditas Pasar yang Rendah

Likuiditas mengacu pada kemudahan untuk membeli atau menjual aset tanpa mempengaruhi harganya secara signifikan. Pada saat likuiditas rendah, seperti saat pembukaan atau penutupan pasar, atau saat trading di luar jam perdagangan utama, slippage cenderung lebih sering terjadi karena tidak cukup pembeli atau penjual di harga yang Anda inginkan.

Kecepatan Eksekusi Order

Waktu yang dibutuhkan untuk order Anda sampai ke pasar dan dieksekusi juga mempengaruhi slippage. Broker dengan infrastruktur teknologi yang kurang memadai atau koneksi internet yang lambat dapat menyebabkan delay yang mengakibatkan slippage lebih besar.

Ukuran Order yang Besar

Order dengan volume besar lebih rentan terhadap slippage karena mungkin tidak ada cukup likuiditas pada satu tingkat harga. Order besar kemudian harus dieksekusi pada beberapa tingkat harga yang berbeda, menghasilkan harga rata-rata yang berbeda dari harga awal yang diharapkan.

Dampak Slippage terhadap Strategi Trading

Slippage dalam trading dapat memberikan dampak signifikan terhadap performa trading Anda, terutama jika Anda menggunakan strategi tertentu.

Pengaruh pada Scalping

Trader yang menggunakan strategi scalping sangat rentan terhadap dampak negatif slippage. Karena scalping menargetkan profit kecil dari pergerakan harga jangka pendek, slippage beberapa pips saja dapat menghabiskan sebagian besar atau bahkan seluruh profit yang diharapkan.

Dampak pada Trading dengan Stop Loss

Slippage juga dapat mempengaruhi order stop loss Anda. Saat pasar bergerak cepat melewati level stop loss, order Anda mungkin dieksekusi pada harga yang jauh lebih buruk dari yang ditetapkan, mengakibatkan kerugian lebih besar dari yang direncanakan.

Efek pada Algoritma Trading

Sistem trading otomatis atau algoritma trading juga dapat terpengaruh oleh slippage. Backtesting yang menunjukkan hasil menguntungkan mungkin tidak akurat jika tidak memperhitungkan slippage, karena performa real trading bisa jauh berbeda.

Cara Menghindari dan Meminimalkan Slippage

Meskipun slippage tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, ada beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk meminimalkan dampaknya:

Pilih Broker dengan Eksekusi Cepat

Memilih broker forex atau saham yang memiliki reputasi baik dalam hal kecepatan eksekusi sangat penting. Broker dengan teknologi ECN (Electronic Communication Network) atau STP (Straight Through Processing) umumnya menawarkan eksekusi yang lebih cepat dan slippage yang lebih minimal.

Hindari Trading Saat Volatilitas Tinggi

Jika Anda bukan trader yang berpengalaman, sebaiknya hindari trading saat rilis berita ekonomi penting seperti Non-Farm Payroll (NFP), keputusan suku bunga, atau pengumuman GDP. Periode-periode ini biasanya mengalami volatilitas ekstrem yang meningkatkan risiko slippage signifikan.

Gunakan Limit Order

Berbeda dengan market order yang dieksekusi pada harga pasar saat itu, limit order memungkinkan Anda menentukan harga maksimum yang bersedia Anda bayar (untuk buy) atau harga minimum yang bersedia Anda terima (untuk sell). Meskipun tidak menjamin eksekusi, limit order dapat melindungi Anda dari slippage negatif.

Trading pada Waktu dengan Likuiditas Tinggi

Trading saat sesi pasar utama seperti saat overlap sesi London dan New York biasanya menawarkan likuiditas yang lebih baik. Likuiditas tinggi mengurangi kemungkinan slippage karena ada lebih banyak pembeli dan penjual di berbagai tingkat harga.

Sesuaikan Ukuran Posisi

Mengurangi ukuran order Anda dapat membantu meminimalkan slippage, terutama saat trading instrumen dengan likuiditas terbatas. Order yang lebih kecil lebih mudah dieksekusi pada harga yang diinginkan.

Perbedaan Slippage pada Berbagai Jenis Pasar

Slippage dalam Forex Trading

Pasar forex adalah pasar dengan likuiditas tertinggi di dunia, sehingga slippage umumnya lebih rendah pada pair mata uang mayor seperti EUR/USD atau GBP/USD. Namun, pada pair eksotis atau saat berita besar, slippage masih dapat terjadi signifikan.

Slippage dalam Trading Saham

Trading saham, terutama saham dengan kapitalisasi kecil, dapat mengalami slippage lebih besar karena likuiditas yang lebih rendah dibandingkan forex. Saham blue chip dengan volume tinggi biasanya memiliki slippage lebih minimal.

Slippage dalam Cryptocurrency

Pasar cryptocurrency dikenal dengan volatilitasnya yang ekstrem dan likuiditas yang bervariasi antar exchange. Slippage dalam trading crypto dapat sangat signifikan, terutama pada altcoin dengan volume rendah.

Cara Menghitung Biaya Slippage

Untuk mengevaluasi dampak slippage terhadap trading Anda, penting untuk menghitung biaya yang ditimbulkan. Perhitungan slippage cukup sederhana yaitu dengan mengurangi harga eksekusi aktual dengan harga yang diharapkan, kemudian mengalikan dengan volume transaksi.

Contoh perhitungan: Jika Anda ingin membeli 100,000 unit EUR/USD pada harga 1.1000 tetapi tereksekusi di 1.1003, maka slippage adalah 3 pips. Dengan nilai pip untuk lot standar adalah $10, maka biaya slippage Anda adalah 3 x $10 = $30.

Tips untuk Trader Pemula dalam Menghadapi Slippage

Bagi trader pemula, slippage bisa menjadi kejutan yang tidak menyenangkan. Berikut beberapa tips untuk menghadapinya:

Pertama, selalu perhitungkan potensi slippage dalam money management Anda. Jangan berasumsi bahwa order akan selalu dieksekusi pada harga yang Anda lihat. Kedua, praktikkan terlebih dahulu dengan akun demo untuk memahami bagaimana slippage bekerja pada broker Anda. Ketiga, mulai dengan ukuran posisi kecil saat pertama kali trading dengan uang riil untuk meminimalkan dampak finansial dari slippage.

Monitoring dan Evaluasi Slippage

Sebagai trader yang serius, Anda perlu secara rutin memonitor dan mengevaluasi slippage yang terjadi pada trading Anda. Catat setiap transaksi, termasuk harga yang diharapkan dan harga eksekusi aktual. Data ini akan membantu Anda mengevaluasi apakah broker Anda memberikan eksekusi yang baik dan apakah strategi trading Anda perlu disesuaikan dengan mempertimbangkan faktor slippage.

Kesimpulan

Slippage dalam trading adalah realitas yang harus dihadapi oleh setiap trader. Meskipun tidak dapat sepenuhnya dihindari, pemahaman yang baik tentang penyebab dan cara meminimalkannya dapat membantu Anda melindungi profit dan mengurangi kerugian yang tidak perlu. Dengan memilih broker yang tepat, trading pada waktu yang optimal, dan menggunakan jenis order yang sesuai, Anda dapat mengelola slippage dengan lebih efektif.

Ingatlah bahwa slippage adalah bagian normal dari trading, dan bahkan trader profesional mengalaminya. Yang terpenting adalah bagaimana Anda mengelola dan memperhitungkannya dalam strategi trading Anda untuk tetap konsisten mencapai profitabilitas jangka panjang.

Related Posts

5 Beasiswa S1–S3 Luar Negeri Jarang Dilirik, Lolos Lebih Mudah

Jarang diketahui, 5 beasiswa S1–S3 luar negeri ini punya benefit lengkap dan persaingan lebih longgar. Peluang lolos jauh lebih besar. PipTrail – Beasiswa luar negeri masih menjadi impian banyak pelajar…

Beasiswa S2 Belgia 2026, Gratis & Bebas Karier Global

Beasiswa S2 Belgia 2026 dari VLIR-UOS ICP Connect menawarkan kuliah gratis, tunjangan €1.400 per bulan, dan tanpa kewajiban pulang ke Indonesia. PipTrail – Pemerintah Belgia kembali membuka peluang beasiswa S2…

One thought on “Slippage dalam Trading: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *