
USD/INR bertahan di area 90,00 didukung intervensi RBI dan sikap hati-hati The Fed. Simak analisis fundamental dan teknikal terbaru.
PipTrail – Pasangan mata uang USD/INR membuka pekan dengan pergerakan yang relatif stabil setelah mencatatkan kinerja positif pada minggu sebelumnya. Rupee India (INR) diperdagangkan cukup kuat terhadap Dolar AS (USD) di area sekitar 90,00, mencerminkan keberhasilan otoritas moneter India dalam menahan tekanan depresiasi yang lebih dalam.
Stabilitas ini tidak terlepas dari langkah aktif Reserve Bank of India (RBI) yang melakukan intervensi ganda, baik di pasar spot maupun non-deliverable forward (NDF). Intervensi tersebut bertujuan menjaga volatilitas nilai tukar agar tetap terkendali, terutama di tengah ketidakpastian global dan dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat.
Peran Intervensi RBI dalam Menahan USD/INR
Aksi Jual Dolar AS oleh Bank Sentral
Pada pekan lalu, RBI tercatat menjual Dolar AS di pasar pada dua momen penting, yakni saat pembukaan perdagangan hari Rabu dan menjelang penutupan pasar hari Jumat. Langkah ini dilakukan untuk melindungi Rupee India dari tekanan depresiasi sepihak terhadap Greenback.
Meski demikian, secara year-to-date, mata uang India masih melemah sekitar 6,5% terhadap USD. Pelemahan ini menunjukkan bahwa tekanan struktural terhadap INR belum sepenuhnya hilang, meskipun intervensi RBI mampu menahan pergerakan ekstrem dalam jangka pendek.
Faktor Fundamental di Balik Kenaikan USD/INR
Penguatan USD/INR sepanjang tahun ini didorong oleh beberapa faktor utama. Permintaan Dolar AS dari importir India tetap tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan pembayaran impor energi dan komoditas. Di sisi lain, arus keluar dana asing dari pasar saham India juga memberi tekanan tambahan terhadap Rupee.
Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan India turut memperburuk sentimen investor global, mendorong sebagian modal asing untuk keluar dari aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk India.
Dinamika Arus Modal Asing
Aktivitas Investor Institusional Asing (FII)
Di pasar tunai, Investor Institusional Asing (FII) tercatat menjadi penjual bersih dalam tujuh dari sebelas bulan sepanjang tahun ini. Pada bulan berjalan, FII melepas kepemilikan saham senilai hampir Rs. 19.857 crore, menegaskan tekanan berkelanjutan pada pasar ekuitas domestik.
Namun, terdapat sinyal perbaikan dalam jangka sangat pendek. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih senilai sekitar Rs. 3.598 crore. Meski jumlahnya belum signifikan secara tahunan, aliran masuk ini membantu menopang stabilitas Rupee di awal pekan.
Kebijakan Federal Reserve dan Dampaknya
Sikap Hati-Hati The Fed
Dari sisi global, arah pergerakan USD/INR juga dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Dolar AS masih kesulitan untuk menguat signifikan terhadap Rupee setelah mencatat level terendah tiga minggu di sekitar 89,50 pada akhir pekan lalu.
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan sedikit lebih rendah di kisaran 98,60, mencerminkan pasar yang mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Probabilitas penurunan suku bunga pada pertemuan Januari relatif rendah, sehingga membatasi tekanan penurunan pada USD.
Komentar Pejabat Fed dan Data Inflasi
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menegaskan bahwa belum ada urgensi untuk memangkas suku bunga setidaknya hingga musim semi. Ia menekankan perlunya bukti yang lebih kuat bahwa inflasi benar-benar bergerak menuju target 2%.
Data inflasi AS bulan November memang menunjukkan perlambatan, dengan inflasi umum dan inti sama-sama turun. Namun, menurut Hammack, data tersebut memiliki keterbatasan karena adanya distorsi akibat penutupan pemerintah, sehingga belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan moneter.
Analisis Teknikal USD/INR
Posisi Harga dan Indikator Utama
Secara teknikal, USD/INR diperdagangkan di sekitar 90,04 dengan kecenderungan hati-hati. Harga tercatat sedikit turun di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-hari, yang berada di area 90,16. Kondisi ini mengindikasikan potensi pelemahan jangka pendek setelah reli yang cukup kuat sebelumnya.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di kisaran 51, menandakan momentum netral dan mengonfirmasi bahwa tekanan beli telah mereda dari zona jenuh beli.
Area Support dan Resistance
Garis tren naik yang terbentuk sejak level 83,91 masih menjaga bias bullish jangka menengah. Support penting berada di area 89,11, sementara penembusan di bawah level ini dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju 88,49.
Di sisi atas, penutupan yang konsisten kembali di atas EMA 20-hari berpotensi mendorong USD/INR untuk menguji kembali level tertinggi sepanjang masa di sekitar 91,50.
Pergerakan USD/INR di awal pekan mencerminkan keseimbangan antara intervensi agresif RBI dan sikap hati-hati Federal Reserve. Dalam jangka pendek, stabilitas di sekitar level 90,00 kemungkinan masih terjaga, dengan pelaku pasar menanti data ekonomi AS berikutnya dan arah arus modal asing. Kombinasi faktor domestik dan global akan tetap menjadi penentu utama arah Rupee India ke depan.





