
Harga perak (XAG/USD) terkoreksi ke dekat $93,50 setelah mencetak rekor tertinggi, tertekan aksi profit taking dan ekspektasi suku bunga The Fed, tetapi ditopang permintaan safe-haven akibat ketegangan tarif Trump–Eropa. Analisis prospek dan teknikal.
PipTrail – Harga Perak (XAG/USD) melemah ke kisaran $93,60 pada awal perdagangan sesi Asia hari Selasa, melanjutkan koreksi setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh aksi profit taking para pelaku pasar yang memanfaatkan lonjakan harga baru-baru ini.
Koreksi jangka pendek ini tidak mengejutkan mengingat pergerakan Perak dalam beberapa pekan terakhir yang sangat kuat. Logam putih tersebut sempat menguat tajam didorong oleh kombinasi faktor geopolitik, inflasi global, dan permintaan terhadap aset lindung nilai.
Meski demikian, tekanan jual tampaknya masih terbatas. Permintaan terhadap aset safe-haven berpotensi membantu menahan pelemahan lebih dalam, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Tarif Trump Memicu Permintaan Safe-Haven
Sentimen pasar kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana penerapan tarif impor tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris.
Langkah ini dikaitkan dengan tuntutan Trump agar Amerika Serikat diizinkan untuk membeli Greenland, yang memicu ketegangan diplomatik dengan Uni Eropa. Ancaman tarif tersebut meningkatkan risiko perang dagang baru, yang pada gilirannya mendorong investor mencari perlindungan di aset-aset safe-haven, termasuk Perak.
Respons Eropa tidak kalah tegas. Presiden Prancis dilaporkan mendorong Uni Eropa untuk mengaktifkan apa yang disebut sebagai “bazoka perdagangan”, yang dapat mencakup pembatasan akses Amerika ke pasar UE hingga kontrol ekspor terhadap barang-barang strategis.
Potensi eskalasi konflik dagang ini menciptakan lingkungan yang tidak pasti bagi pasar keuangan global. Dalam situasi seperti ini, logam mulia cenderung mendapat dukungan karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan disrupsi ekonomi.
Kebijakan The Fed Membayangi Pergerakan Perak
Di sisi lain, prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) menjadi faktor penekan bagi Perak. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan kebijakan bulan Januari.
Berdasarkan indikator pasar berjangka, peluang penurunan suku bunga pada bulan ini hanya sekitar 5 persen. Ini menunjukkan bahwa mayoritas investor masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menguntungkan dolar AS dan menekan harga logam mulia seperti Perak, yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika biaya peluang memegang aset tanpa bunga meningkat, permintaan terhadap Perak biasanya melemah.
Namun, jika data ekonomi AS ke depan menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga bisa berubah, yang berpotensi menghidupkan kembali reli Perak.
Dolar AS sebagai Faktor Penentu
Pergerakan dolar AS tetap menjadi salah satu penentu utama harga Perak. Penguatan dolar biasanya membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Saat ini, dolar AS berada dalam posisi relatif kuat berkat kebijakan The Fed yang hawkish. Namun, ketidakpastian geopolitik dan potensi konflik dagang dapat membatasi ruang penguatan lebih lanjut.
Jika indeks dolar AS melemah akibat eskalasi ketegangan global atau data ekonomi yang mengecewakan, Perak berpotensi mendapatkan dorongan tambahan.
Dinamika Permintaan Industri dan Investasi
Selain faktor makroekonomi dan geopolitik, permintaan fisik terhadap Perak juga berperan penting. Perak memiliki peran ganda sebagai logam mulia dan komoditas industri, terutama dalam sektor energi terbarukan, elektronik, dan teknologi.
Permintaan dari sektor energi surya terus meningkat seiring transisi global menuju energi bersih. Panel surya membutuhkan Perak sebagai komponen konduktor utama, yang mendukung permintaan jangka panjang.
Di sisi investasi, minat terhadap ETF berbasis Perak dan kontrak berjangka juga meningkat selama periode ketidakpastian pasar, memberikan dukungan struktural terhadap harga.
Analisis Teknikal XAG/USD
Secara teknikal, koreksi menuju area $93,50–$93,60 dapat dipandang sebagai pullback sehat setelah rally tajam. Zona ini berpotensi menjadi area support jangka pendek.
Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut dan kembali menguat, target berikutnya berada di area rekor tertinggi sebelumnya. Penembusan di atas level tersebut dapat membuka ruang kenaikan lebih lanjut.
Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah $93,00, support berikutnya berpotensi berada di kisaran psikologis $90,00. Penurunan lebih dalam dapat menguji area $88,00 sebagai level pertahanan berikutnya.
Indikator momentum menunjukkan bahwa Perak masih berada dalam tren naik jangka menengah, meskipun kondisi overbought sebelumnya meningkatkan risiko koreksi lebih lanjut.
Prospek Jangka Pendek dan Menengah
Dalam jangka pendek, pergerakan Perak kemungkinan akan tetap dipengaruhi oleh kombinasi aksi profit taking dan sentimen risiko global. Ketegangan tarif antara AS dan Eropa dapat terus memberikan dukungan safe-haven.
Dalam jangka menengah, arah kebijakan The Fed akan menjadi faktor kunci. Jika bank sentral AS mulai memberi sinyal pelonggaran kebijakan, Perak berpotensi melanjutkan tren kenaikan.
Sebaliknya, jika The Fed mempertahankan sikap hawkish lebih lama dari perkiraan, dolar AS bisa tetap kuat dan membatasi potensi kenaikan Perak.
Koreksi harga Perak ke sekitar $93,50 mencerminkan dinamika pasar yang seimbang antara tekanan profit taking dan dukungan safe-haven. Ketegangan geopolitik memberikan bantalan terhadap penurunan, sementara kebijakan The Fed menjadi faktor pembatas kenaikan.
Dengan faktor risiko global yang masih tinggi dan permintaan struktural yang solid, Perak tetap memiliki prospek menarik bagi investor jangka menengah, meskipun volatilitas jangka pendek kemungkinan akan berlanjut.




