
Yen Jepang (JPY) mencatat pemulihan terbatas terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan sesi Asia Jumat, setelah sempat menyentuh level terendah dua pekan pada sesi sebelumnya. Meski tekanan jual mereda, pergerakan JPY masih dibayangi kehati-hatian pasar di tengah ketidakpastian politik domestik, prospek kebijakan moneter, serta dinamika global.
Intervensi dan Sentimen Risiko Dukung Yen
Pemulihan JPY terjadi seiring meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan intervensi terkoordinasi Jepang–AS guna menahan pelemahan mata uang tersebut. Perubahan sentimen risiko global dan meningkatnya volatilitas turut menguntungkan posisi JPY sebagai aset safe-haven.
Selain itu, ekspektasi kebijakan yang lebih hawkish dari Bank of Japan (BoJ) menjadi faktor pendukung tambahan bagi penguatan Yen dalam jangka pendek.
Data Konsumsi Jepang Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
Data ekonomi terbaru menunjukkan belanja rumah tangga Jepang turun 2,6 persen secara tahunan (YoY) pada Desember 2025, berbalik tajam dari kenaikan 2,9 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan tekanan biaya hidup yang tinggi terhadap konsumsi domestik.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa BoJ dapat melakukan kenaikan suku bunga lebih awal, terutama untuk merespons tekanan inflasi yang masih berlanjut.
Ringkasan pendapat rapat BoJ Januari yang dirilis sebelumnya juga menunjukkan para pembuat kebijakan membahas tekanan harga akibat pelemahan Yen, serta menilai bahwa kenaikan suku bunga lanjutan dapat menjadi langkah yang tepat seiring waktu.
Ketidakpastian Politik Batasi Penguatan Yen
Meski mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter, penguatan JPY masih tertahan oleh kekhawatiran terhadap situasi fiskal dan ketidakpastian politik Jepang menjelang pemilu sela majelis rendah pada 8 Februari.
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi diperkirakan meraih kemenangan signifikan. Namun, pasar menilai rencana kebijakan fiskal ekspansif berpotensi memperburuk kondisi keuangan publik Jepang yang sudah tertekan.
Baca juga : Harga XAG/USD terkoreksi ke dekat $93,50
Data AS Tekan Dolar, Namun USD Masih Bertahan
Dari Amerika Serikat, data ketenagakerjaan menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Klaim awal pengangguran meningkat menjadi 231 ribu pada pekan yang berakhir 31 Januari, naik dari 209 ribu pada pekan sebelumnya dan melampaui estimasi pasar.
Survei Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) juga menunjukkan jumlah lowongan kerja turun menjadi 6,542 juta pada akhir Desember, dari revisi sebelumnya 6,928 juta. Data ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Meski demikian, pemulihan USD dari level terendah empat tahun masih relatif solid, sehingga membatasi tekanan penurunan pada pasangan USD/JPY, yang sebelumnya sempat menyentuh area di atas 157,00.
Pasar Tunggu Data Sentimen AS
Pelaku pasar kini menantikan rilis Indeks Sentimen Konsumen Michigan dan Ekspektasi Inflasi AS, serta komentar dari para pejabat FOMC, yang berpotensi memengaruhi pergerakan USD dan USD/JPY pada sesi Amerika Utara. Namun, reaksi pasar diperkirakan terbatas menjelang agenda politik penting di Jepang.




