
Yen Jepang pulih 2025 berkat ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dan tekanan dovish Fed. Simak analisis lengkap pergerakan USD/JPY dan faktor yang membentuk tren pasar.
PipTrail – Yen Jepang pulih dari level terendah dua minggu terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Rabu, ditopang oleh data ekonomi domestik serta meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melakukan pengetatan kebijakan lebih cepat dari perkiraan. Pemulihan Yen terjadi di saat Federal Reserve (Fed) justru mengarah pada sikap lebih dovish, menciptakan perbedaan kebijakan moneter yang semakin lebar antara kedua bank sentral utama dunia tersebut.
Pergerakan ini memberi dampak langsung pada pasangan USD/JPY, yang sempat rebound namun kembali tertekan menjelang keputusan FOMC. Kombinasi faktor fundamental dan teknikal menjadikan Yen berada pada fase penting yang berpotensi menentukan arah pergerakan dalam waktu dekat.
Yen Jepang Pulih Berkat Data Harga Produsen
Pemulihan Yen dimulai setelah rilis Indeks Harga Barang Korporat (CGPI) menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,7%, tidak jauh dari bulan sebelumnya yang berada pada 2,8%. Meski sejalan dengan konsensus, angka ini memperlihatkan bahwa inflasi Jepang tetap berada pada level yang kuat secara historis.
Dampak pada Ekspektasi Kebijakan BoJ
- Data inflasi ini memperkuat narasi bahwa BoJ kini semakin dekat melakukan kenaikan suku bunga.
- Pasar memproyeksikan lebih dari 75% peluang bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 18–19 Desember.
- Gubernur BoJ Kazuo Ueda sebelumnya menegaskan bahwa proyeksi inflasi Jepang menunjukkan kecenderungan semakin stabil, meningkatkan urgensi normalisasi kebijakan.
Pernyataan Ueda juga menyoroti kesiapan BoJ untuk meningkatkan pembelian obligasi jika terjadi lonjakan yield yang terlalu cepat—sebuah langkah yang mencerminkan kehati-hatian di tengah transisi kebijakan.
Faktor Risiko: Ekspansi Fiskal dan Kekhawatiran Pertumbuhan
Meskipun Yen Jepang pulih, beberapa faktor domestik Jepang masih membatasi ruang penguatan yang lebih agresif, khususnya:
Ekspansi Fiskal Jepang
Rencana belanja besar pemerintah Jepang mendorong imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun ke level tertinggi dalam 18 tahun. Kenaikan yield ini menandakan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas fiskal jangka panjang, yang berpotensi menimbulkan tekanan tambahan pada mata uang Jepang.
Pertumbuhan Ekonomi Menurun
Revisi data Produk Domestik Bruto (GDP) menunjukkan:
- Kontraksi 0,6% QoQ pada kuartal ketiga
- Kontraksi tahunan 2,3%, tercepat sejak Q3 2023
Data ini menambah kompleksitas kebijakan BoJ: inflasi naik, namun ekonomi melemah. Situasi ini menyebabkan pelaku pasar berhati-hati dalam bertaruh pada penguatan Yen yang terlalu besar.
Ekspektasi Fed: Beban Tambahan untuk USD
Di sisi lain, Dolar AS tertekan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve semakin dekat dengan siklus pemangkasan suku bunga.
Tiga Faktor Utama yang Melemahkan USD
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC.
- Data ekonomi AS yang mulai melemah secara bertahap.
- Sentimen dovish dari pejabat Fed dalam beberapa pekan terakhir.
Kombinasi ini membuat USD bergerak di dekat level terendah sejak akhir Oktober, memberi ruang bagi Yen Jepang pulih secara bertahap.
Menjelang FOMC dan Pertemuan BoJ
FOMC (hari ini)
Pasar menunggu:
- Dot plot terbaru
- Proyeksi inflasi dan pertumbuhan
- Pernyataan Jerome Powell
Setiap sinyal dovish tambahan dapat menekan USD/JPY lebih dalam.
BoJ (minggu depan)
Pertemuan ini sangat krusial karena:
- Jika BoJ menaikkan suku bunga, Yen berpotensi mengalami apresiasi signifikan.
- Jika BoJ kembali menunda, volatilitas dapat meningkat tajam.
Kedua pertemuan ini menjadi katalis utama bagi arah USD/JPY dalam beberapa hari ke depan.
Analisis Teknikal USD/JPY
Secara teknikal, USD/JPY masih menahan pola bullish, tetapi tekanan fundamental membuat arah kenaikan tidak terlalu meyakinkan.
Level Resistance
- 157.00 – jika ditembus, jalan terbuka menuju
- 157.45 – level antara yang kuat
- 158.00 – puncak multi-bulan, menjadi resistance utama
Level Support
- 156.00 – level buy-on-dip potensial
- 155.30–155.35 – area konfluensi SMA 100 jam
- 155.00 – jika tembus, bias bullish berubah menjadi bearish jangka pendek
Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur teknikal mendukung kenaikan terbatas, selama support psikologis tetap terjaga.
Yen Jepang pulih berkat:
- Data inflasi yang solid
- Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ
- Melemahnya USD akibat ekspektasi dovish Fed
Namun, penguatan Yen tetap dibatasi oleh kekhawatiran fiskal dan pelemahan ekonomi domestik. Untuk jangka pendek, pertemuan FOMC dan BoJ akan menjadi penentu utama arah USD/JPY.
Secara teknikal, pasangan ini masih berada dalam fase bullish terbatas, tetapi risiko penurunan meningkat bila tekanan dari fundamental terus menguat.





