PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai membangun ekosistem hidrogen hijau dan membidik pasar hidrogen rendah karbon untuk sektor industri, pembangkit listrik, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PLN Group untuk mendukung sistem energi rendah karbon di Indonesia.
Bagian dari Strategi Energi Rendah Karbon PLN Group
Vice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Anita Puspita Sari, menjelaskan bahwa pengembangan hidrogen dan amonia dijadikan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, sejalan dengan sejumlah inisiatif lain yang juga tengah dikembangkan PLN Group, seperti energi terbarukan, pembangkit nuklir, teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), energy storage, hingga Green Energy Super Grid. Pernyataan tersebut disampaikan Anita, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (26/7).
Sasaran Awal: Industri dengan Kebutuhan Hidrogen Tinggi
Pada tahap awal, PLN EPI menyasar sektor industri yang memiliki kebutuhan hidrogen relatif tinggi, seperti industri pupuk dan amonia, kilang minyak dan petrokimia, industri baja dan logam, serta industri kimia. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi menjadi pasar awal bagi pengembangan hidrogen hijau di Indonesia.
Peluang Besar di Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan
Selain memenuhi kebutuhan industri, PLN EPI turut melihat peluang besar pada pengembangan electro-Sustainable Aviation Fuel (e-SAF). Melalui teknologi ini, hidrogen hijau dikombinasikan dengan karbon dioksida hasil penangkapan emisi untuk menghasilkan synthetic crude, yang selanjutnya diolah menjadi bahan bakar penerbangan rendah karbon melalui konsep closed carbon loop.
Baca juga, MenPAN-RB Beber Progres Seleksi CPNS 2026, Jadwal Masih Dibahas
Permintaan e-SAF Diproyeksikan Terus Meningkat
Anita menjelaskan bahwa kebutuhan e-SAF diproyeksikan terus meningkat, seiring berkembangnya regulasi internasional yang mendorong penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan guna menekan emisi sektor aviasi. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam industri hidrogen hijau, didukung sumber energi terbarukan yang melimpah, meski tantangan ke depan terletak pada percepatan pembangunan ekosistem, penguasaan teknologi, serta penciptaan pasar yang mampu mendukung pengembangan hidrogen secara berkelanjutan.
Melalui pengembangan ekosistem hidrogen hijau yang terintegrasi dari sisi teknologi, rantai pasok, hingga pasar, PLN EPI menyatakan akan terus memperkuat transformasi bisnis energi primer menuju energi rendah karbon.
