
Jakarta, Piptrail – Zudan Arif, Kepala BKN, meminta PNS untuk komitmen terhadap pekerjaan mereka, termasuk menentukan formasi saat mendaftar sebagai CPNS. Di Kantor Pusat BKN di Jakarta, Jumat (24/1), Zudan Arif, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), mengadakan pertemuan dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda yang gelisah karena bekerja jauh dari rumah mereka dan menjalani hubungan jangka panjang (LDR).
Zudan Arif, Kepala BKN, meminta PNS untuk komitmen terhadap pekerjaan mereka, termasuk menentukan formasi saat mendaftar sebagai CPNS.
Dia menegaskan bahwa PNS tidak dapat secara sembarangan mengajukan mutasi atau pindah tempat kerja. Peraturan Menteri PANRB 06/2024 Pasal 59 menetapkan bahwa pelamar pengadaan ASN harus membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka bersedia mengabdi pada instansi pemerintah yang dilamar sejak awal dan tidak akan mengajukan pindah ke instansi lain karena alasan pribadi dalam waktu 10 tahun sejak diangkat sebagai PNS.
Kepala BKN menegaskan, “Jika tetap mengajukan pindah tanpa memenuhi syarat perjanjian tersebut, dianggap mengundurkan diri.”
Dalam pekerjaan mereka, para ASN muda harus selalu siap dan fleksibel untuk menghadapi perubahan teknologi yang berkembang. Dengan cara ini, PNS dapat dengan sigap menangani keluhan masyarakat.
Baca juga, Presiden Prabowo Menghemat Besar, Mengurangi APBN dan APBD Rp306 Triliun
Selain itu, para ASN muda diminta untuk mempertahankan kejujuran dan profesionalisme saat menjalankan tugas mereka, terutama dengan menghindari tindakan nepotisme dan korupsi.
Selain itu, memahami kebutuhan proses bisnis dan berkontribusi pada pengembangan kepegawaian ASN adalah tantangan bagi PNS muda ASN.
Para PNS dapat memberikan pelayanan yang adil dan merata kepada masyarakat dengan keterampilan ini.
Pemuda ASN harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka, berani mengambil risiko dan mencoba hal baru, dan mencari solusi inovatif untuk masalah yang dihadapi. Namun, mereka juga harus tetap sabar dan penuh syukur dengan semua yang saat ini mereka miliki, termasuk menjadi ASN.
Terakhir, para ASN muda diminta untuk bijak bermedia sosial dan menjaga martabat profesinya. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari perubahan positif dalam birokrasi dan lebih baik melayani masyarakat.
Dia menambahkan, “Kita harus bersyukur karena sudah capek bekerja, bukan karena masih mencari pekerjaan.”