AUD/JPY Turun 103,20 Usai RBA Tahan Suku Bunga

AUD/JPY melemah ke 103,20 setelah RBA mempertahankan suku bunga di 3,6%. Pasar menilai prospek inflasi Australia dan potensi penundaan kenaikan suku bunga BoJ imbas gempa Jepang.

PipTrail – Pasangan mata uang AUD/JPY mencatat pelemahan pada awal sesi Asia hari Selasa setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Di saat yang sama, ketidakpastian kebijakan Bank of Japan (BoJ) serta dampak gempa Jepang menambah tekanan pada pergerakan yen dan meningkatkan volatilitas pasar.

Ringkasan Utama

  • AUD/JPY melemah menuju 103,20 pada Selasa pagi.
  • RBA mempertahankan OCR di 3,6%, sesuai ekspektasi pasar.
  • Inflasi inti Australia masih perlu dipantau, menurut RBA.
  • Gempa Jepang berpotensi memengaruhi kebijakan BoJ.
  • BoJ bisa menunda kenaikan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan terjadi minggu depan.

Kebijakan RBA: Suku Bunga Tetap, Nada Hati-Hati Berlanjut

RBA Pertahankan OCR di 3,6%

Pada pertemuan kebijakan bulan Desember, Reserve Bank of Australia memutuskan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) di level 3,6%. Keputusan tersebut sudah sepenuhnya dihitung dalam harga pasar, mengingat bank sentral sebelumnya mengisyaratkan pendekatan lebih berhati-hati terkait tekanan inflasi.

RBA menjelaskan bahwa beberapa kenaikan inflasi inti yang muncul belakangan ini bisa disebabkan oleh faktor sementara. Namun, mereka menegaskan perlunya kewaspadaan karena sejumlah data menunjukkan adanya kenaikan harga yang lebih luas.

Nada Pernyataan RBA

Dalam pernyataan resminya, RBA menyampaikan bahwa:

  • Inflasi masih berada di atas target jangka menengah.
  • Tekanan harga dari sektor jasa perlu diperhatikan.
  • Bank akan terus menyesuaikan pandangan berdasarkan data terbaru.
  • Kebijakan yang berhati-hati dianggap tepat untuk saat ini.

Nada ini memperkuat pandangan bahwa RBA tidak ingin terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter. Pasar kini menilai peluang penurunan suku bunga pada paruh pertama 2026 menjadi lebih kecil.

Dampak ke AUD: Pelemahan Setelah Keputusan RBA

AUD Kehilangan Momentum

Setelah keputusan RBA, dolar Australia justru bergerak melemah. Pelaku pasar melihat keputusan tersebut sebagai sinyal bahwa RBA belum siap memperketat kebijakan lebih jauh, berbeda dengan beberapa bank sentral utama lain yang menunjukkan kecenderungan hawkish.

AUD/JPY pun tertekan dan bergerak ke kisaran 103,20, lebih rendah dari level psikologis 103,50 yang menjadi area penahan sebelumnya.

Faktor Lain yang Menekan AUD

Selain kebijakan RBA, beberapa faktor lain turut membatasi penguatan AUD:

  • Prospek pertumbuhan global yang masih sensitif terhadap risiko.
  • Kinerja ekspor komoditas Australia yang cenderung stabil namun belum memberi dorongan besar.
  • Pergerakan dolar AS yang tetap kuat terhadap mata uang utama.

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, AUD/JPY masih rentan terhadap koreksi, terutama jika sentimen risiko global melemah.

Situasi di Jepang: Gempa dan Ketidakpastian Kebijakan BoJ

Dampak Gempa di Jepang

Berita mengenai gempa yang mengguncang Jepang menjadi perhatian utama pasar. Meskipun dampak kerusakan masih dalam penilaian, peristiwa tersebut dapat memengaruhi sentimen investasi dan menambah volatilitas pada yen Jepang.

Para pelaku pasar kini mencoba memperkirakan seberapa besar pengaruh gempa tersebut terhadap aktivitas ekonomi dan stabilitas keuangan Jepang dalam jangka pendek.

Spekulasi Penundaan Kenaikan Suku Bunga BoJ

Sebelum gempa terjadi, sebagian analis memperkirakan bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 18–19 Desember. Ekspektasi tersebut muncul seiring tanda-tanda meningkatnya inflasi jasa di Jepang.

Namun, situasi berubah setelah gempa. Kini muncul pandangan bahwa:

  • BoJ mungkin memilih menunda kenaikan suku bunga.
  • Atau, BoJ dapat mempertahankan pendekatan ultra-longgar demi menjaga stabilitas ekonomi.
  • Ketidakpastian ini menahan apresiasi yen dan membuat pergerakan AUD/JPY lebih dinamis.

Prospek AUD/JPY: Faktor Risiko Masih Dominan

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, beberapa level teknis menjadi fokus pelaku pasar:

  • Support utama: 103,20 – jika ditembus dapat membuka jalan ke 102,80.
  • Resistance awal: 103,50 – area yang sebelumnya ditembus ke bawah.
  • Resistance lanjutan: 103,90 – menjadi kunci untuk pemulihan lebih tinggi.

Selama AUD/JPY bertahan di bawah 103,50, sentimen jangka pendek cenderung negatif.

Sentimen Risiko Global

Salah satu penentu utama pergerakan pasangan AUD/JPY adalah sentimen pasar global. AUD sebagai mata uang yang sensitif terhadap risiko akan melemah ketika investor mencari aset aman. Yen biasanya diuntungkan dalam kondisi tersebut, namun kali ini perannya terganggu oleh ketidakpastian kebijakan BoJ dan dampak gempa.

AUD/JPY melemah setelah RBA mempertahankan suku bunga di 3,6% dan memberikan pernyataan bernada hati-hati terkait inflasi. Di saat yang sama, berita gempa di Jepang serta spekulasi bahwa BoJ mungkin menunda kenaikan suku bunga semakin menambah tekanan pada yen dan memperbesar volatilitas pasangan ini.

Dalam waktu dekat, fokus pasar tertuju pada:

  • Pidato Gubernur BoJ Kazuo Ueda.
  • Penilaian lebih lanjut terhadap kondisi pasca-gempa.
  • Data inflasi dan tenaga kerja Australia.

Selama ketidakpastian ini berlangsung, pergerakan AUD/JPY diperkirakan tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah di bawah level 103,50.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “AUD/JPY Turun 103,20 Usai RBA Tahan Suku Bunga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *