Bollinger Bands diciptakan oleh John Bollinger pada 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang membentuk “pita” di sekitar harga, dan memperlihatkan arah rata-rata sekaligus tingkat volatilitas.

Tiga Komponen
| Komponen | Perhitungan standar |
|---|---|
| Garis tengah | SMA 20 periode |
| Pita atas | SMA 20 + (2 × deviasi standar) |
| Pita bawah | SMA 20 − (2 × deviasi standar) |
Deviasi standar mengukur seberapa jauh harga menyebar dari rata-ratanya. Saat harga bergejolak, pita melebar. Saat tenang, pita menyempit. Dasar SMA dijelaskan di EMA vs SMA.
Contoh Hitungan Sederhana
Misalkan SMA 20 emas = US$4.040 dan deviasi standar = US$45.
- Pita atas = 4.040 + (2 × 45) = US$4.130
- Pita bawah = 4.040 − (2 × 45) = US$3.950
Secara statistik, sekitar 95% pergerakan harga biasanya berada di antara kedua pita, meski pasar tidak selalu mengikuti distribusi normal.
Empat Cara Membaca
1. Squeeze (pita menyempit). Volatilitas sangat rendah sering terjadi sebelum pergerakan besar. Squeeze sering muncul menjelang rilis berita penting seperti FOMC.
2. Penembusan pita. Harga yang menutup di luar pita setelah squeeze bisa menandai awal pergerakan kuat. Namun penembusan saja tidak menentukan arah.
3. “Berjalan di pita” (band walk). Dalam tren kuat, harga bisa berulang kali menyentuh pita atas atau bawah. Menyentuh pita tidak otomatis berarti harga akan berbalik.
4. Kembali ke rata-rata. Di pasar menyamping, harga yang menyentuh pita luar cenderung kembali ke garis tengah.
Contoh: Hammer di Dekat Pita Bawah
Pada 26 Oktober 2026, emas (XAU/USD) membentuk pola hammer di dekat pita bawah Bollinger Bands pada grafik 4 jam, setelah anjlok sekitar 4% pada pekan sebelumnya. Kombinasi ini sering dibaca sebagai sinyal awal koreksi naik, dengan target menuju garis tengah atau resistance terdekat. Konteks pergerakan emas dibahas di analisa XAU/USD 26 Oktober.
Namun, tren utama emas saat itu masih menurun di dalam saluran turun. Sinyal pembalikan dari pita bawah lebih kuat jika didukung faktor lain.
Kombinasi yang Sering Dipakai
| Alat | Fungsi |
|---|---|
| RSI | Konfirmasi jenuh beli/jual |
| Pola candlestick | Konfirmasi pembalikan |
| ATR | Menentukan jarak stop loss, lihat ATR |
| Level support/resistance | Target harga |
Kesalahan Umum
- Menjual setiap kali harga menyentuh pita atas di pasar yang sedang bertren naik.
- Mengabaikan konteks berita saat terjadi squeeze.
- Mengubah parameter terlalu sering tanpa pengujian. Cara menguji strategi dijelaskan di backtesting strategi trading.
Penjelasan resmi dari penciptanya dapat dibaca di BollingerBands.com.
Materi ini bersifat edukasi. Contoh angka bersifat ilustratif, dan tidak ada metode analisis yang menjamin hasil. Trading forex menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Bollinger Bands?
Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari garis tengah SMA 20 serta pita atas dan bawah yang berjarak dua deviasi standar, untuk menunjukkan arah rata-rata dan tingkat volatilitas harga.
Apa arti Bollinger squeeze?
Squeeze adalah kondisi ketika pita atas dan bawah menyempit karena volatilitas rendah, yang sering terjadi sebelum pergerakan harga besar.
Apakah harga menyentuh pita atas berarti harus jual?
Tidak selalu. Dalam tren kuat, harga bisa berulang kali menyentuh pita atas. Sinyal pembalikan sebaiknya dikonfirmasi dengan alat lain seperti pola candlestick atau RSI.
