
EUR/JPY diperdagangkan naik tipis di atas level 183 didorong pelemahan Yen Jepang dan sikap hawkish ECB, dengan pasar menanti rilis data inflasi konsumen Zona Euro.
PipTrail – Pasangan mata uang EUR/JPY diperdagangkan dengan kenaikan moderat di atas level 183 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakan ini menghentikan penurunan beruntun selama tiga hari terakhir, meskipun kenaikannya masih tergolong terbatas. Pada saat penulisan, EUR/JPY berada di kisaran 183,20, mencatatkan kenaikan tipis kurang dari 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Meskipun terjadi rebound kecil, harga masih bergerak dekat dengan level terendah dua pekan yang tercapai pada awal minggu. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih bersikap hati-hati sambil menanti katalis baru, terutama dari rilis data inflasi konsumen Zona Euro yang akan menjadi sorotan utama hari ini.
Pelemahan Yen Jepang Jadi Penopang Utama
Ketidakpastian Kebijakan BoJ
Yen Jepang (JPY) kembali berada di bawah tekanan seiring berlanjutnya ketidakpastian mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya oleh Bank of Japan (BoJ). Meskipun BoJ telah memulai proses normalisasi kebijakan dalam beberapa waktu terakhir, pasar belum memperoleh kejelasan terkait langkah lanjutan dan kecepatannya.
Ketidakpastian ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap JPY, terutama di tengah lingkungan pasar global yang relatif kondusif terhadap aset berisiko. Dalam kondisi risk-on seperti ini, mata uang safe haven seperti Yen biasanya kehilangan daya tarik.
Kekhawatiran Fiskal Jepang
Selain faktor kebijakan moneter, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Jepang turut menekan Yen. Tingginya beban utang pemerintah dan kebutuhan pembiayaan jangka panjang menimbulkan persepsi bahwa ruang kebijakan BoJ untuk menaikkan suku bunga secara agresif masih terbatas. Situasi ini membuat JPY rentan terhadap pelemahan lanjutan, terutama terhadap mata uang dengan prospek kebijakan yang lebih ketat seperti Euro.
Euro Diuntungkan Sikap Hawkish ECB
Ekspektasi Suku Bunga Stabil
Di sisi lain, Euro (EUR) mendapatkan dukungan dari sikap hawkish Bank Sentral Eropa (ECB). Otoritas moneter Zona Euro menegaskan tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar bahkan mulai memprakirakan bahwa suku bunga simpanan ECB dapat bertahan di level 2% sepanjang tahun ini.
Ekspektasi tersebut diperkuat oleh kinerja ekonomi Zona Euro yang relatif solid sepanjang 2025. Beberapa indikator utama menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan, sehingga mengurangi tekanan bagi ECB untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Peran Pelemahan Dolar AS
Pelemahan Dolar AS juga memberikan dukungan tidak langsung terhadap Euro. Ketika USD melemah, mata uang utama lainnya cenderung mendapatkan aliran modal, termasuk EUR. Kondisi ini menambah daya tarik Euro terhadap Yen, terutama dalam pasangan silang seperti EUR/JPY.
Fokus Pasar pada Inflasi Zona Euro
Data IHK Jadi Penentu Arah
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis awal Indeks Harga Konsumen (IHK) Zona Euro. Data inflasi ini akan menjadi faktor kunci dalam membentuk ekspektasi kebijakan ECB ke depan. Jika inflasi menunjukkan ketahanan atau kembali menguat, peluang ECB mempertahankan sikap hawkish akan semakin besar.
Sebaliknya, jika inflasi melemah lebih cepat dari perkiraan, pasar bisa mulai berspekulasi mengenai potensi pelonggaran kebijakan di akhir tahun. Skenario ini berpotensi membatasi penguatan Euro, termasuk terhadap Yen.
Inflasi Jerman Melambat
Sebelumnya, data inflasi Jerman menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan, turun ke level 2% pada Desember. Meskipun demikian, angka tersebut masih berada di sekitar target inflasi ECB. Oleh karena itu, perlambatan ini belum cukup kuat untuk mengubah pandangan pasar bahwa ECB akan bersikap sabar dan berhati-hati dalam mengubah kebijakan.
Risiko Intervensi Pemerintah Jepang
Ancaman bagi Trader Bullish
Meskipun latar belakang fundamental saat ini cenderung mendukung kenaikan EUR/JPY, risiko intervensi dari otoritas Jepang tetap menjadi faktor penghambat. Pemerintah Jepang dan otoritas terkait telah beberapa kali menyatakan keprihatinan terhadap pelemahan Yen yang terlalu cepat atau tidak teratur.
Ancaman intervensi ini membuat pelaku pasar, khususnya trader bullish EUR/JPY, cenderung berhati-hati dalam menambah posisi beli secara agresif. Setiap sinyal atau pernyataan keras dari pejabat Jepang dapat memicu koreksi tajam dalam waktu singkat.
Normalisasi BoJ Masih Jadi Faktor Penyeimbang
Selain itu, ekspektasi bahwa BoJ akan tetap melanjutkan proses normalisasi kebijakan secara bertahap juga menjadi faktor penyeimbang. Meskipun waktunya belum jelas, prospek kenaikan suku bunga BoJ di masa depan dapat membatasi pelemahan Yen yang terlalu dalam.
Gambaran Teknis EUR/JPY
Tren Jangka Pendek Masih Korektif
Dari sudut pandang teknikal, pergerakan EUR/JPY masih berada dalam fase koreksi setelah mencetak puncak sepanjang masa beberapa waktu lalu. Rebound saat ini belum cukup kuat untuk mengonfirmasi bahwa koreksi dua pekan terakhir telah benar-benar berakhir.
Harga yang masih bertahan di dekat area terendah dua minggu menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Oleh karena itu, dibutuhkan dorongan lanjutan, baik dari data ekonomi maupun sentimen kebijakan, untuk memvalidasi kelanjutan tren naik.
Menunggu Konfirmasi Arah Selanjutnya
Secara keseluruhan, kombinasi pelemahan JPY, sikap hawkish ECB, dan lingkungan risk-on global masih memberikan dukungan dasar bagi EUR/JPY. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat risiko intervensi Jepang dan ketidakpastian kebijakan BoJ. Konfirmasi pergerakan selanjutnya kemungkinan besar akan sangat bergantung pada hasil rilis inflasi Zona Euro dan dinamika pasar global dalam beberapa hari ke depan.







