
GBP/JPY melonjak ke 212,30, tertinggi multi-tahun, didorong tekanan politik Jepang dan ekspektasi suku bunga Inggris yang tetap ketat
PipTrail – Pasangan mata uang GBP/JPY mencetak level tertinggi multi-tahun di area 212,30 pada sesi Asia awal pekan. Kenaikan ini menandai level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun dan mencerminkan kombinasi sentimen negatif terhadap Yen Jepang serta ketahanan Pound Sterling di tengah ekspektasi kebijakan moneter Inggris.
Lonjakan GBP/JPY terjadi saat Yen Jepang kembali menjadi mata uang dengan kinerja terlemah di antara mata uang utama, sementara pelaku pasar mulai menilai ulang risiko politik dan arah kebijakan Bank of Japan (BoJ).
Yen Jepang Tertekan Risiko Politik Domestik
Pelemahan Yen Jepang menjadi faktor utama yang mendorong reli GBP/JPY. Kekhawatiran politik meningkat setelah muncul spekulasi bahwa pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk menggelar pemilihan umum mendadak pada awal Februari.
Ketidakpastian Politik Picu Tekanan JPY
Rencana pemilihan mendadak dinilai dapat meningkatkan ketidakpastian kebijakan fiskal dan stabilitas pemerintahan dalam jangka pendek. Kondisi ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap Yen Jepang dan beralih ke mata uang dengan profil risiko yang lebih stabil.
Tekanan terhadap JPY semakin besar karena ketidakpastian ini muncul bersamaan dengan kebingungan pasar terkait waktu kenaikan suku bunga lanjutan oleh BoJ. Meskipun bank sentral Jepang telah mulai menjauh dari kebijakan ultra-longgar, langkah selanjutnya dinilai masih akan berlangsung sangat hati-hati.
BoJ Dihadapkan pada Dilema Kebijakan
Inflasi Jepang yang belum sepenuhnya stabil serta pertumbuhan upah yang tidak merata membuat BoJ sulit mengambil keputusan agresif. Akibatnya, Yen Jepang tetap rentan terhadap pelemahan, terutama saat sentimen global cenderung mendukung aset berimbal hasil lebih tinggi.
Pound Sterling Stabil Menjelang Data Ketenagakerjaan
Di sisi lain, Pound Sterling bergerak relatif stabil dan menjadi penopang utama penguatan GBP/JPY. Investor menunggu rilis data ketenagakerjaan Inggris untuk periode tiga bulan hingga November, yang dipandang krusial bagi arah kebijakan Bank of England (BoE).
Pasar Tenaga Kerja Inggris Masih Jadi Sorotan
Sepanjang 2025, pasar tenaga kerja Inggris menghadapi tantangan struktural. Banyak perusahaan menahan perekrutan agresif sebagai respons terhadap kenaikan kontribusi jaminan sosial yang harus dibayarkan oleh pemberi kerja.
Namun demikian, tingkat upah dan kondisi ketenagakerjaan masih menjadi indikator penting bagi BoE dalam menentukan kebijakan suku bunga. Data yang solid berpotensi memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan di level tinggi lebih lama, sehingga mendukung Pound Sterling.
Ekspektasi BoE Menopang GBP
Berbeda dengan BoJ yang masih sangat akomodatif, BoE dinilai memiliki ruang kebijakan yang lebih ketat. Perbedaan arah kebijakan moneter antara Inggris dan Jepang ini memperlebar selisih imbal hasil dan terus mendukung tren naik GBP/JPY.
Kinerja Yen Terlemah di Antara Mata Uang Utama
Pergerakan pasar menunjukkan Yen Jepang melemah hampir terhadap seluruh mata uang utama. Kinerja terburuk tercatat terhadap Franc Swiss, mencerminkan kuatnya arus keluar dari JPY menuju aset safe haven alternatif maupun mata uang berimbal hasil lebih tinggi.
Kondisi ini menggarisbawahi bahwa pelemahan Yen bukan hanya bersifat teknikal, melainkan didorong oleh faktor fundamental dan sentimen risiko yang lebih luas.
Analisis Teknikal: Tren Naik Masih Dominan
Dari sisi teknikal, GBP/JPY berada dalam tren naik yang sangat kuat pada grafik jangka menengah hingga panjang. Penembusan area 212,00 menegaskan dominasi buyer dan membuka ruang penguatan lanjutan.
Area Resistance dan Support Kunci
Setelah mencetak level tertinggi baru di 212,30, resistance berikutnya bersifat psikologis dan berada di kisaran 215,00. Selama harga mampu bertahan di atas area breakout sebelumnya, peluang koreksi diperkirakan masih terbatas.
Di sisi bawah, area 208,50–210,00 menjadi zona support terdekat yang perlu diperhatikan. Penurunan ke area ini berpotensi dipandang sebagai koreksi sehat selama tidak disertai perubahan sentimen fundamental.
Risiko Koreksi Tetap Perlu Diwaspadai
Meski tren masih bullish, reli yang sudah sangat panjang meningkatkan risiko aksi ambil untung. Data ketenagakerjaan Inggris dan perkembangan politik Jepang akan menjadi pemicu volatilitas jangka pendek.
Kenaikan GBP/JPY ke level tertinggi multi-tahun di 212,30 didorong oleh tiga faktor utama: pelemahan Yen Jepang akibat ketidakpastian politik dan kebijakan BoJ, stabilnya Pound Sterling menjelang data ketenagakerjaan Inggris, serta dukungan tren teknikal yang kuat.
Selama ketidakpastian politik Jepang berlanjut dan perbedaan kebijakan moneter antara BoE dan BoJ tetap lebar, GBP/JPY berpotensi mempertahankan bias bullish. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai koreksi jangka pendek di tengah kondisi pasar yang semakin sensitif terhadap data dan berita politik.





