Yen Jepang (JPY) Menguat di Level 155!

Yen Jepang menguat di tengah spekulasi kenaikan suku bunga BoJ dan melemahnya sentimen risiko global, menekan pergerakan USD/JPY.

PipTrail – Yen Jepang (JPY) melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan sesi Asia, Selasa. Mata uang Jepang ini menyentuh level tertinggi dalam satu setengah minggu terakhir, didorong oleh kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) serta melemahnya sentimen risiko global.

Penguatan JPY juga menandai hari keempat pergerakan positif dalam lima sesi perdagangan terakhir. Meski demikian, para pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan enggan membuka posisi agresif menjelang pertemuan kebijakan moneter BoJ yang dinilai krusial bagi arah pasar ke depan.

Ekspektasi Hawkish BoJ Jadi Penopang Utama

Pernyataan Gubernur BoJ Dorong Spekulasi

Dukungan utama bagi Yen Jepang berasal dari meningkatnya keyakinan pasar bahwa BoJ akan segera menaikkan suku bunga. Spekulasi ini menguat setelah Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan bahwa peluang tercapainya proyeksi ekonomi dan inflasi bank sentral semakin meningkat secara bertahap.

Komentar tersebut dipersepsikan sebagai sinyal bahwa BoJ semakin percaya diri terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi domestik. Hal ini mendorong pelaku pasar untuk memperkirakan adanya langkah pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat, sebuah perubahan signifikan setelah periode kebijakan ultra-longgar yang berlangsung lama.

Data Domestik Jepang Berikan Dukungan Tambahan

Sentimen Bisnis Mencapai Level Tertinggi

Survei kuartalan terhadap produsen besar Jepang yang dirilis baru-baru ini menunjukkan peningkatan sentimen bisnis ke level tertinggi dalam empat tahun. Hasil ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Jepang berada pada jalur pemulihan yang lebih stabil, sehingga memberikan ruang bagi BoJ untuk menormalisasi kebijakan moneternya.

Di sisi lain, data sektor swasta menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur Jepang masih berada dalam fase kontraksi, meskipun dengan laju yang lebih lambat. Sementara itu, sektor jasa kehilangan sedikit momentum pada bulan Desember. Namun, data ini belum cukup kuat untuk mengubah sentimen positif pasar terhadap Yen Jepang.

Yen Diuntungkan oleh Status Safe Haven

Sentimen Risiko Global Melemah

Selain faktor domestik, Yen Jepang juga diuntungkan oleh meningkatnya permintaan aset safe haven. Sentimen pasar global cenderung defensif, terutama di kawasan Asia, seiring kekhawatiran terhadap valuasi pasar saham dan potensi terbentuknya gelembung di sektor kecerdasan buatan (AI).

Tekanan pada pasar ekuitas mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk Yen Jepang. Kondisi ini semakin membebani pasangan mata uang USD/JPY, terutama ketika Dolar AS sendiri berada dalam tekanan.

Dolar AS Tertekan oleh Ekspektasi Dovish The Fed

Taruhan Pemangkasan Suku Bunga Berlanjut

Di sisi lain, Dolar AS kesulitan bangkit dari tekanan dan masih bergerak di dekat level terendah dua bulan. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter.

Pasar memprakirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga tambahan pada tahun 2026, seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi AS. Ekspektasi ini menjaga Indeks Dolar AS tetap tertekan dan memperlemah posisi USD terhadap mata uang utama lainnya, termasuk Yen Jepang.

Selain itu, spekulasi mengenai kemungkinan pengganti Ketua The Fed Jerome Powell yang cenderung dovish turut membebani Dolar AS dan memperkuat divergensi kebijakan antara The Fed dan BoJ.

USD/JPY Tertekan di Bawah Level Psikologis

Tekanan Teknis Semakin Menguat

Pasangan mata uang USD/JPY tercatat bergerak di bawah level psikologis 155,00. Kegagalan berulang untuk menembus Simple Moving Average (SMA) 100-jam dan penembusan di bawah area support utama memperkuat dominasi penjual.

Indikator teknikal pada grafik harian dan per jam menunjukkan sinyal negatif, yang membuka peluang penurunan lanjutan menuju area swing low bulanan di kisaran 154,35. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 154,00.

Peluang Pemulihan Masih Terbatas

Resistance Menjadi Tantangan Utama

Di sisi atas, setiap upaya pemulihan USD/JPY diperkirakan akan menghadapi resistance kuat di area 155,40–155,45. Jika level ini berhasil ditembus, pasangan mata uang tersebut berpotensi menguji kembali SMA 100-jam di sekitar 156,00.

Aksi beli lanjutan berpotensi memicu pergerakan short-covering yang dapat mengangkat USD/JPY menuju area 157,00, yang merupakan swing high bulanan. Namun, skenario ini dinilai kurang dominan selama divergensi kebijakan BoJ dan The Fed masih berpihak pada Yen Jepang.

Outlook Jangka Pendek Yen Jepang

Dengan kombinasi ekspektasi hawkish BoJ, sentimen risiko global yang melemah, serta tekanan berkelanjutan pada Dolar AS, Yen Jepang diperkirakan tetap berada dalam posisi yang relatif kuat dalam jangka pendek. Selama tidak ada kejutan signifikan dari data ekonomi AS atau perubahan sikap bank sentral, tren penguatan JPY terhadap USD berpeluang berlanjut.

Related Posts

BoJ Tegaskan Normalisasi, USD/JPY Melemah di 158,52

Bank of Japan menegaskan normalisasi kebijakan moneter dan potensi kenaikan suku bunga bertahap, sementara USD/JPY melemah dan bergerak di kisaran 158,52. PipTrail –  Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda,…

Emas Bertahan di $4.600 usai Rekor $4.643

Harga emas bertahan di sekitar $4.600 setelah pullback dari rekor $4.643, tertekan dolar menguat, data AS solid, dan meredanya risiko geopolitik, tetapi prospek tetap bullish. PipTrail – Harga emas (XAU/USD)…

One thought on “Yen Jepang (JPY) Menguat di Level 155!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *