BOJ: 5 Keputusan Penting yang Mengguncang Pasar Global

Yen Jepang melemah mendekati level terendah sembilan bulan di tengah ketidakpastian kenaikan suku bunga BoJ. Pelajari faktor utama, peringatan intervensi, dan prospek teknikal USD/JPY dalam pembahasan lengkap ini.

PipTrail – Yen Jepang kembali berada di bawah tekanan dan bergerak mendekati level terendah sembilan bulan terhadap Dolar AS (USD). Pergerakan ini terutama dipicu oleh ketidakpastian pasar mengenai waktu kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Meskipun mata uang ini sempat mencatat pemulihan tipis pada sesi sebelumnya, Yen Jepang tetap gagal memperoleh momentum bullish yang kuat.

Ketidakpastian mengenai arah kebijakan BoJ, ditambah sikap dovish dari pejabat pemerintah Jepang, membuat pasar memilih bersikap hati-hati. Artikel ini mengulas kondisi fundamental yang mempengaruhi Yen Jepang, komentar pejabat Jepang, dinamika global, hingga analisis teknikal USD/JPY dalam konteks pergerakan mata uang Jepang tersebut.

Mengapa Yen Jepang Melemah?

Yen Jepang kembali melemah setelah komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi yang menegaskan bahwa pemerintah menginginkan suku bunga tetap rendah. Pernyataan tersebut menekan ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dalam waktu dekat, sehingga mengurangi daya tarik Yen Jepang di pasar global.

Biasanya, kondisi risk-off akan mendukung penguatan Yen Jepang sebagai aset aman. Namun kali ini, situasinya berbeda. Sentimen pasar terhadap JPY tetap lemah meskipun Dolar AS melemah. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap Yen Jepang bukan berasal dari faktor eksternal semata, tetapi juga dari ketidakpastian kebijakan moneter domestik.

Faktor utama yang menekan Yen Jepang antara lain:

  • Ketidakpastian terkait waktu kenaikan suku bunga BoJ
  • Peringatan intervensi yang dianggap belum cukup tegas
  • Dolar AS yang melemah namun tidak memberi dukungan signifikan
  • Kekhawatiran inflasi dan pertumbuhan upah di Jepang

Pernyataan Pejabat Jepang dan Dampaknya terhadap Yen Jepang

Komentar beberapa pejabat penting Jepang menjadi motor penggerak pergerakan Yen Jepang selama beberapa hari terakhir.

a. PM Sanae Takaichi Dorong Suku Bunga Rendah

Takaichi menekankan bahwa suku bunga rendah penting untuk mendorong perusahaan menaikkan upah lebih cepat dari inflasi.
Dampak: Yen Jepang melemah karena pasar menilai peluang kenaikan suku bunga makin kecil.

b. Peringatan Verbal dari Menteri Keuangan

Satsuki Katayama memperingatkan volatilitas pergerakan mata uang Jepang.
Dampak: Mendukung Yen Jepang hanya secara sementara, karena pasar menganggap peringatannya kurang tegas.

c. Menteri Ekonomi Kiuchi: Pelemahan JPY Tekan Inflasi

Minoru Kiuchi menyatakan bahwa Yen Jepang yang terlalu lemah dapat mempercepat inflasi melalui kenaikan biaya impor.
Dampak: Memicu kekhawatiran baru, tetapi tidak mengubah arah tren.

d. Gubernur BoJ Ueda: Konsumsi Tangguh

Kazuo Ueda menyampaikan bahwa konsumsi domestik tetap kuat dan inflasi inti bergerak menuju target 2%.
Dampak: Ada peluang kenaikan suku bunga, tetapi waktunya masih belum pasti.

Ketidakpastian Suku Bunga BoJ dan Dampaknya terhadap Yen Jepang

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga BoJ masih terbagi:

  • 24% peluang kenaikan pada Desember
  • 46% peluang kenaikan pada Januari

Angka ini menunjukkan bahwa investor belum benar-benar yakin BoJ akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat Yen Jepang tetap berada di bawah tekanan, karena investor menunggu kepastian sebelum menempatkan posisi bullish.

Faktor Global yang Membebani Yen Jepang

Meski Dolar AS melemah, Yen Jepang tidak mendapatkan keuntungan besar.

Beberapa faktor global yang memengaruhi Yen Jepang:

  • Pemerintah AS baru mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang
  • Data ekonomi seperti inflasi dan ketenagakerjaan mungkin tertunda
  • Federal Reserve menunjukkan sikap hati-hati
  • Peluang pemotongan suku bunga AS pada Desember turun menjadi 50%
  • Indeks DXY jatuh ke level terendah dua minggu

Namun, pelemahan USD tidak mengangkat Yen Jepang secara signifikan karena tekanan terbesar justru berasal dari faktor domestik Jepang.

Peringatan Intervensi Masih Belum Mengangkat Yen Jepang

Peringatan dari pejabat Jepang biasanya menahan volatilitas mata uang. Kali ini, reaksi pasar terhadap peringatan tersebut lebih terbatas. Banyak pelaku pasar menilai bahwa pernyataan itu belum cukup kuat untuk mendorong intervensi nyata.

Selama belum ada tindakan agresif, Yen Jepang masih berpotensi bergerak lemah.

Analisis Teknikal USD/JPY: Implikasi untuk Yen Jepang

Secara teknikal, pasangan USD/JPY masih berada dalam tren bullish.

Resistance Utama:

  • 155,00 – level psikologis
  • 155,60–155,65
  • 156,00

Support Penting:

  • 154,00 – peluang buy-on-dip
  • 153,60–153,50
  • 153,00
  • 152,15–152,10 – jika ditembus, bias berubah bearish

Selama harga bertahan di atas 154,00, tekanan terhadap Yen Jepang kemungkinan berlanjut.

Prospek Yen Jepang dalam Jangka Pendek

Yen Jepang masih berada dalam posisi rentan karena:

  • Fundamental domestik cenderung dovish
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga masih rendah
  • Peringatan intervensi belum cukup kuat
  • USD melemah tetapi tidak memberi dorongan berarti

Dalam jangka pendek, Yen Jepang kemungkinan tetap bergerak sideways cenderung melemah hingga ada:

  1. sinyal lebih tegas dari BoJ, atau
  2. intervensi nyata dari pemerintah.

Related Posts

USD/CAD Bertahan di 1,39 usai IHK AS

USD/CAD bertahan kuat di dekat 1,3900 setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi memperkuat pandangan The Fed yang berhati-hati. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran berpotensi membatasi penguatan dolar AS terhadap…

IHSG Pecahkan Rekor 9.021, Investor Tahan Gas Jelang BI

IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.021,14 namun bergerak tertahan setelahnya. Minim katalis domestik membuat investor menahan aksi jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan depan, sementara emas Antam kembali…

One thought on “BOJ: 5 Keputusan Penting yang Mengguncang Pasar Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *