Analisa mingguan GBP/JPY 2–6 November 2026: pasangan ini bergerak di sekitar 211, mencerminkan GBP/USD di sekitar 1,3387 dan USD/JPY di sekitar 157,6, dengan keputusan Bank of England pada Kamis, 5 November, sebagai penggerak utama. Mayoritas ekonom memperkirakan BoE menaikkan suku bunga dari 3,75% ke 4,00%.
Selisih suku bunga Inggris dan Jepang yang lebar membuat GBP/JPY berada di level tinggi. Namun, risiko intervensi yen dan sentimen risiko global membatasi ruang kenaikan.

Bagaimana Fundamental GBP/JPY?
Jika BoE naik ke 4,00% sementara BoJ bertahan di 1,25%, selisih suku bunga melebar menjadi 2,75 poin persentase. Selisih ini mendukung pound terhadap yen dalam kondisi pasar tenang. Namun, GBP/JPY juga sangat sensitif terhadap sentimen risiko karena sering dipakai dalam carry trade. Analisis pasangan ini pada pekan bank sentral sebelumnya ada di analisa mingguan GBP/USD 2–6 November 2026.
Apa Skenario BoE?

Jika BoE naik dengan voting kompak dan sinyal kenaikan lanjutan, pound bisa menguat terhadap yen dan GBP/JPY menguji 212–213. Jika BoE naik tetapi voting terbelah tipis atau proyeksi pertumbuhan sangat lemah, pound bisa melemah meski suku bunga naik, seperti yang terjadi pada dolar Australia setelah RBA pada 3 November. Jika BoE menahan, pound bisa turun tajam. Preview keputusan ada di Bank of England diperkirakan naik ke 4%.
Bagaimana Sisi Yen?
USD/JPY berada di sekitar 157,8 setelah Jepang kembali memperingatkan soal pergerakan yen. Risiko intervensi membatasi pelemahan yen lebih jauh. Pasar Jepang libur pada 3 November, sehingga likuiditas sesi Asia tipis. BoJ menahan di 1,25% dengan voting 8–1, dan satu anggota meminta kenaikan ke 1,5%.
Level Teknikal Pekan Ini
| Level | Jenis | Catatan |
|---|---|---|
| 213,00 | Resistance | Area tinggi |
| 212,00 | Resistance terdekat | Angka bulat |
| 211,00 | Harga | Perkiraan awal pekan |
| 209,70 | Support | Area akhir Oktober |
| 208,00 | Support kuat | Low pekan bank sentral |
Level ini bersifat perkiraan dari kombinasi GBP/USD dan USD/JPY.
Skenario Bullish
BoE hawkish, sentimen risiko membaik setelah pemilu AS, dan yen tetap lemah dapat mendorong GBP/JPY ke 212 lalu 213. Penembusan di atas 213 akan membawa pasangan ke area tertinggi tahun ini, yang meningkatkan risiko respons otoritas Jepang.
Skenario Bearish
Voting BoE terbelah, aksi jual saham global, atau intervensi yen dapat menurunkan GBP/JPY ke 209,70 lalu 208. Penurunan bisa cepat karena penutupan posisi carry trade biasanya terjadi serentak.
Apa Peran Data AS?
Data tenaga kerja AS pada Jumat memengaruhi USD/JPY dan, melalui itu, GBP/JPY. Data kuat cenderung menaikkan USD/JPY dan mendukung GBP/JPY, sementara data lemah bisa menekan yen pasangan dolar dan mengurangi dukungan bagi GBP/JPY.
Agenda yang Perlu Dipantau
- Hasil pemilu sela AS mulai Rabu pagi WIB.
- Inflasi kilat zona euro pada Rabu.
- Keputusan BoE dan Laporan Kebijakan Moneter pada Kamis pukul 19.00 WIB.
- Data tenaga kerja AS pada Jumat pukul 20.30 WIB.
Bagaimana Pengaruh Anggaran Inggris?
Anggaran Inggris yang diumumkan pada akhir Oktober tidak membawa kejutan besar bagi pasar obligasi, sehingga pound relatif stabil. Lembaga anggaran Inggris memangkas proyeksi pertumbuhan 2027, yang menjadi salah satu pertimbangan BoE. Jika BoE menilai pertumbuhan sangat lemah, sinyal kenaikan lanjutan bisa lebih lunak, yang dapat menahan penguatan pound terhadap yen.
Bagaimana Perbandingan dengan Reaksi RBA?
Pada 3 November, RBA menaikkan suku bunga sesuai perkiraan, tetapi dolar Australia justru melemah karena voting terbelah dan tidak ada sinyal tegas kenaikan lanjutan. Pola serupa bisa terjadi pada pound setelah BoE. Trader GBP/JPY sebaiknya memperhatikan hasil voting dan proyeksi, bukan hanya keputusan suku bunga. Analisis AUD setelah RBA ada di analisa AUD/USD hari ini 3 November 2026.
Bagaimana Trader Memakai Analisis Ini?
Strategi yang lebih aman adalah menunggu konferensi pers BoE selesai dan melihat apakah GBP/JPY ditutup di atas 212 atau di bawah 209,70 pada grafik 4 jam. Konfirmasi ini membantu menghindari pergerakan palsu pada menit-menit awal pengumuman. Gunakan ukuran posisi lebih kecil karena volatilitas pasangan ini tinggi.
Bagaimana Posisi Teknikal Jangka Panjang?
Dalam grafik mingguan, GBP/JPY berada di dekat area tinggi beberapa tahun terakhir, didorong selisih suku bunga yang besar. Level tinggi ini membuat pasangan rentan terhadap koreksi tajam jika sentimen risiko memburuk. Trader jangka menengah biasanya memperhatikan apakah harga mampu membentuk high baru atau mulai membentuk pola pembalikan seperti double top.
Manajemen Risiko
GBP/JPY termasuk pasangan paling volatil di antara pasangan utama, dengan pergerakan harian bisa lebih dari dua yen. Kurangi ukuran posisi menjelang BoE, pasang stop berbasis ATR, dan waspadai risiko intervensi yen di level tinggi. Cara memakai ATR dijelaskan di ATR untuk menentukan stop loss.
Informasi resmi tersedia di Bank of England dan Bank of Japan.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana reaksi pound bisa mirip AUD setelah RBA?
Jika BoE naik tetapi voting terbelah dan tanpa sinyal lanjutan, pound bisa melemah meski suku bunga naik.
Berapa GBP/JPY awal November 2026?
Sekitar 211, dari kombinasi GBP/USD sekitar 1,3387 dan USD/JPY sekitar 157,6.
Kapan keputusan Bank of England?
Kamis, 5 November 2026 pukul 19.00 WIB.
Berapa selisih suku bunga BoE dan BoJ jika BoE naik?
Sekitar 2,75 poin persentase, yaitu 4,00% dibanding 1,25%.
Apa risiko utama GBP/JPY?
Voting BoE terbelah, aksi jual saham global, dan intervensi yen.
Apa level penting GBP/JPY?
Resistance 212 dan 213, support 209,70 dan 208.
