Dolar melemah sekitar 0,3% pada 2 November 2026 meski indeks ISM manufaktur AS naik ke 55,5, di atas perkiraan 54,7, karena anjloknya harga minyak lebih dari 7% menurunkan yield Treasury dan sedikit mengurangi peluang kenaikan suku bunga Fed. Euro naik sekitar 0,5% ke kisaran 1,118, sementara USD/JPY bergerak di dekat 157,8.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pada hari dengan berita besar, faktor energi dan ekspektasi inflasi bisa lebih dominan dibanding data ekonomi.

Mengapa Dolar Melemah?
Harga minyak Brent anjlok 7,63% ke US$104,77 karena harapan perundingan damai ASโIran. Penurunan minyak meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga yield Treasury 10 tahun turun ke sekitar 4,90%. Peluang kenaikan Fed pada Desember menurut CME FedWatch turun tipis dari 80% ke 77%. Yield yang lebih rendah mengurangi daya tarik aset dolar, sehingga dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang utama.
Apa Isi Data ISM?

Indeks ISM manufaktur naik ke 55,5 dari 54,5, menandai ekspansi sepuluh bulan berturut-turut. Produksi naik ke 59,0 dan indeks harga input tetap tinggi di 75,2. Data ini biasanya mendukung dolar karena menunjukkan ekonomi kuat dan tekanan harga tinggi. Namun, efeknya tertutup oleh penurunan minyak pada hari yang sama. Pernyataan pejabat Fed sebelumnya dibahas di pejabat Fed serukan kenaikan lanjutan.
Bagaimana Mata Uang Utama Bergerak?
| Pasangan | Pergerakan 2 Nov 2026 |
|---|---|
| EUR/USD | Naik sekitar 0,5% ke ~1,118 |
| USD/JPY | Di dekat 157,8 |
| Indeks dolar | Turun sekitar 0,3% |
| GBP/USD | Di sekitar 1,34 |
Yen tidak menguat banyak karena selisih imbal hasil AS dan Jepang tetap lebar dan pasar Jepang libur pada 3 November. Menteri Keuangan Jepang kembali memperingatkan soal pergerakan yen berlebihan.
Bagaimana Dampaknya ke Emas?
Emas naik 1,9% ke US$3.947,60 dan perak 3,1% ke US$50,63. Dolar yang melemah dan yield yang turun mendukung logam mulia. Emas memantul dari titik terendah tahunan di sekitar US$3.870.
Mengapa Ini Penting bagi Trader?
Pergerakan 2 November menunjukkan pentingnya memahami hubungan antaraset. Trader yang hanya fokus pada data ekonomi bisa salah membaca arah dolar. Dalam kondisi geopolitik tegang, harga minyak bisa menjadi penggerak utama ekspektasi inflasi dan suku bunga. Indeks dolar pada akhir Oktober dibahas di indeks dolar 101,77 menuju kenaikan bulanan kedua.
Apa yang Bisa Membalikkan Arah?
Jika perundingan ASโIran gagal dan minyak kembali naik, yield bisa naik dan dolar menguat kembali. Data tenaga kerja AS yang kuat pada Jumat juga bisa memperkuat dolar. Hasil pemilu sela AS yang memicu kekhawatiran defisit bisa menaikkan yield tenor panjang.
Bagaimana Peran Yield Treasury?
Yield Treasury 10 tahun turun dari sekitar 4,93% ke 4,90%. Meski penurunan ini kecil, dampaknya terhadap dolar cukup terasa karena pasar sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Yield 30 tahun yang sebelumnya di sekitar 5,33% juga ikut turun. Selisih yield AS dengan negara lain tetap lebar, sehingga dolar masih memiliki dukungan dalam jangka menengah.
Bagaimana Pound dan Dolar Australia?
Poundsterling bergerak di sekitar 1,34 menjelang keputusan Bank of England pada Kamis. Dolar Australia bergerak menjelang keputusan RBA pada Selasa pagi, lalu melemah setelah RBA menaikkan suku bunga ke 4,85%. Kedua mata uang ini lebih dipengaruhi keputusan bank sentral masing-masing dibanding pergerakan dolar AS secara umum.
Bagaimana Kaitannya dengan Rupiah?
Pelemahan dolar dan penurunan harga minyak mendukung rupiah. Rupiah ditutup Rp18.156 per dolar pada 2 November, lalu dibuka sedikit menguat ke Rp18.149 pada 3 November. Jika dolar kembali menguat setelah pemilu atau data tenaga kerja AS, rupiah bisa tertekan lagi. Analisis EUR/USD hari ini ada di analisa EUR/USD hari ini 3 November 2026.
Bagaimana Pengaruh Harga Minyak terhadap Inflasi AS?
Harga bensin menyumbang porsi besar dalam inflasi utama AS. Ketika minyak turun tajam, pasar memperkirakan inflasi utama bisa melambat dalam beberapa bulan, sehingga tekanan bagi Fed berkurang. Namun, inflasi inti yang tidak memasukkan energi masih tinggi, yang membuat Fed tetap berhati-hati.
Apa Pelajaran bagi Trader Pemula?
Data ekonomi tidak selalu menentukan arah mata uang pada hari rilis. Trader perlu melihat berita lain yang terjadi bersamaan, seperti harga minyak atau kabar geopolitik. Mencatat reaksi pasar setiap kali data keluar membantu memahami faktor mana yang dominan dalam kondisi tertentu.
Agenda yang Perlu Dipantau
- RBA pada 3 November dan reaksi dolar Australia.
- Hasil pemilu sela AS mulai Rabu pagi WIB.
- Inflasi kilat zona euro pada Rabu.
- Bank of England pada Kamis dan nonfarm payrolls pada Jumat.
Data resmi tersedia di Institute for Supply Management dan Federal Reserve.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa dolar melemah meski ISM kuat?
Karena minyak anjlok, yield turun ke sekitar 4,90%, dan peluang kenaikan Fed sedikit berkurang.
Berapa ISM manufaktur AS Oktober 2026?
55,5, naik dari 54,5 dan di atas perkiraan 54,7.
Berapa EUR/USD pada 2 November?
Sekitar 1,118 setelah naik sekitar 0,5%.
Mengapa yen tidak menguat banyak?
Karena selisih imbal hasil ASโJepang tetap lebar.
Apa yang bisa membuat dolar menguat lagi?
Minyak naik kembali, data tenaga kerja AS kuat, atau hasil pemilu yang menaikkan yield.
