🔥 Trending:
📅 Rab, 4 Nov 2026 10:01
Analisa Forex & Edukasi Trading
# Top Tags Dolar AS Forex the FED Analisa Mingguan USD/JPY EUR/USD analisis teknikal RBA
⚡ Latest Story
Berita Forex

Dolar Melemah 0,32% ke 101,39 setelah Hasil Awal Pemilu Sela AS: Euro 1,1239, Pound 1,3464

✍️ Tim Analisis PipTrail 📅 November 4, 2026 👁 2 views

Dolar melemah 0,32% ke 101,39 pada 4 November 2026 pagi WIB setelah hasil awal pemilu sela AS menunjukkan Partai Demokrat unggul, sementara euro naik 0,4% ke 1,1239 dan poundsterling naik 0,37% ke 1,3464. Yield Treasury 10 tahun turun 6 basis poin ke 4,906%.

Sejumlah media besar AS memproyeksikan Demokrat merebut kendali DPR, sementara kendali Senat masih ketat saat artikel ini disusun.

Fakta kunci: Dolar Melemah 0,32% ke 101,39 setelah Hasil Awal Pemilu Sela AS: Euro 1,1239, Pound 1,3464
Pergerakan dolar dan mata uang utama pada 4 November 2026 pagi.

Mengapa Dolar Melemah?

Pasar memperkirakan Kongres yang dikuasai Demokrat akan membatasi kebijakan fiskal pemerintah, sehingga penerbitan utang bisa lebih kecil dan yield turun. Yield yang lebih rendah mengurangi daya tarik aset dolar. Charu Chanana dari Saxo mengaitkan pelemahan dolar dan tekanan saham dengan ekspektasi stimulus fiskal yang lebih rendah dan potensi regulasi teknologi. Pergerakan dolar sebelumnya ada di dolar melemah 0,3% setelah ISM 55,5 dan minyak anjlok.

Bagaimana Mata Uang Utama Bergerak?

Pandangan analis tentang dolar setelah pemilu
Pandangan analis tentang dolar setelah hasil awal pemilu.

Euro dan poundsterling menguat paling jelas. Rupiah dibuka menguat 28 poin ke Rp18.132 per dolar dari penutupan Rp18.160. Futures S&P 500 turun 0,8% dan futures Nasdaq turun 1,8%, menunjukkan pelemahan dolar terjadi bersamaan dengan tekanan pada saham, bukan karena sentimen risiko yang membaik.

Indikator4 November pagi
Indeks dolar101,39 (−0,32%)
EUR/USD1,1239 (+0,4%)
GBP/USD1,3464 (+0,37%)
USD/IDR18.132 (rupiah +0,15%)
Yield 10 tahun AS4,906% (−6 bps)

Apa Kata Analis?

Jesper Koll dari Monex di Tokyo justru memperkirakan dolar bisa sedikit menguat karena persepsi independensi Federal Reserve yang lebih besar jika Kongres dikuasai oposisi. Tai Hui dari J.P. Morgan Asset Management mengingatkan Presiden Trump tetap memiliki hak veto, sehingga Kongres terbelah bisa membatasi defisit tetapi presiden tetap berpengaruh melalui perdagangan dan kebijakan luar negeri. Michael Arone dari State Street menilai risiko terbesar adalah reaksi berlebihan investor.

Bagaimana Hasil Sementara Pemilu?

Menurut laporan media AS, Roy Cooper diproyeksikan merebut kursi Senat North Carolina, Jon Ossoff terpilih kembali di Georgia, dan James Talarico diproyeksikan menang di Texas. Jika Senat berakhir 50–50, Wakil Presiden JD Vance memegang suara penentu, sehingga Republik tetap mengendalikan Senat. Hasil resmi masih menunggu penghitungan.

Bagaimana Peluang Fed?

CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga Fed pada Desember sekitar 78%. Hasil pemilu tidak banyak mengubah ekspektasi ini karena Fed lebih fokus pada data inflasi dan tenaga kerja. Pembahasan pejabat Fed sebelumnya ada di pejabat Fed serukan kenaikan lanjutan.

Bagaimana Emas Bereaksi?

Emas naik tipis 0,1% ke sekitar US$3.931 per ons. Chris Weston dari Pepperstone menyebut dolar yang melemah serta penurunan yield nominal dan riil mendukung emas. Perak justru turun 1,3% ke US$49,12 karena tekanan pada logam industri.

Bagaimana Bursa Asia?

Nikkei turun sekitar 3% setelah kembali dari libur dan KOSPI turun 1,6%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5%. IHSG dibuka turun 0,41% ke 4.884,16 setelah anjlok 3,78% sehari sebelumnya.

Apakah Pelemahan Dolar Akan Berlanjut?

Arah dolar berikutnya bergantung pada hasil akhir Senat, data ADP dan ISM jasa pada 4 November malam WIB, serta nonfarm payrolls pada Jumat. Data tenaga kerja yang kuat bisa cepat mengembalikan dukungan bagi dolar karena peluang kenaikan Fed tetap tinggi.

Bagaimana Pengaruh Refunding?

Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana penerbitan utang kuartalan pada 4 November. Penerbitan obligasi tenor panjang yang lebih kecil dari perkiraan bisa memperkuat penurunan yield dan pelemahan dolar. Penerbitan yang lebih besar bisa membalikkan arah.

Apa Arti bagi Trader?

Pergerakan awal setelah hasil pemilu terjadi saat likuiditas Asia tipis. Reaksi pertama bisa dikoreksi saat pasar Eropa dan AS buka. Panduan trading saat pemilu ada di cara trading forex saat pemilu dan peristiwa politik.

Bagaimana Dampaknya ke Pound?

Poundsterling naik ke 1,3464 menjelang keputusan Bank of England pada 5 November. Pasar memperkirakan BoE menaikkan suku bunga ke 4%, sehingga pound mendapat dukungan ganda dari dolar yang melemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga Inggris. Pembahasannya ada di Bank of England diperkirakan naik ke 4%.

Bagaimana dengan Yen?

Yen bergerak relatif stabil karena pasar Jepang baru kembali dari libur dan fokus pada penurunan tajam Nikkei. Pelemahan saham biasanya mendukung yen sebagai aset aman, tetapi selisih suku bunga yang lebar dengan AS masih membatasi penguatan yen.

Bagaimana Dampaknya ke Rupiah dan IHSG?

Pelemahan dolar memberi ruang penguatan rupiah, tetapi aksi jual di pasar saham membatasi dukungan tersebut. Investor asing cenderung berhati-hati saat bursa Asia tertekan. Bank Indonesia biasanya menjaga stabilitas rupiah agar pergerakan tidak terlalu tajam.

Agenda Berikutnya

  • Hasil akhir kendali Senat AS.
  • Data ADP dan ISM jasa AS pada 4 November malam WIB.
  • Keputusan Bank of England pada 5 November.
  • Nonfarm payrolls pada 6 November.

Data resmi tersedia di Federal Reserve dan U.S. Department of the Treasury.

Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas menggunakan leverage dan berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa indeks dolar pada 4 November 2026 pagi?

101,39, turun 0,32%.

Mengapa dolar melemah?

Karena hasil awal pemilu mengarah pada kebijakan fiskal lebih terbatas sehingga yield turun.

Berapa EUR/USD dan GBP/USD?

EUR/USD 1,1239 dan GBP/USD 1,3464.

Apakah dolar akan terus melemah?

Bergantung pada hasil akhir Senat, data ADP, ISM jasa, dan nonfarm payrolls.

Bagaimana peluang Fed naik Desember?

Sekitar 78% menurut CME FedWatch.

Tim Analisis PipTrail
Tim Analisis PipTrail