Indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 101,77 pada 30 Oktober 2026 dan menuju kenaikan bulanan sekitar 0,3%, kenaikan bulanan kedua berturut-turut, meski yield Treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 4,90%, terendah dalam lebih dari sebulan. Kenaikan DXY sepanjang Oktober terutama didorong pelemahan euro, yang memiliki bobot terbesar dalam indeks. Sementara itu, penurunan yield dipicu permintaan aset aman setelah kekhawatiran belanja AI menekan saham teknologi.

Mengapa DXY Naik Meski Yield Turun?
Biasanya, yield AS yang turun melemahkan dolar. Namun, DXY adalah indeks relatif terhadap enam mata uang, bukan ukuran mutlak. Euro, dengan bobot sekitar 57,6%, turun sekitar 1,2% di Oktober karena ECB menahan suku bunga dan Lagarde mengumumkan mundur. Pelemahan euro ini cukup untuk mendorong DXY naik meski dolar melemah terhadap pound dan relatif datar terhadap yen. Komposisi DXY dibahas di analisa mingguan DXY.
Bagaimana Pergerakan Yield Treasury?

| Tenor | Yield 30 Okt 2026 | Keterangan |
|---|---|---|
| 10 tahun | sekitar 4,90% | Terendah lebih dari sebulan |
| 30 tahun | sekitar 5,26% | Terendah lebih dari sebulan |
Sebelumnya, yield 10 tahun sempat mendekati 5%, seperti dibahas di yield Treasury 10 tahun dekati 5%. Penurunan pekan ini terjadi meski data PDB AS kuartal III tumbuh 3,4% dan inflasi PCE September 3,6%. Sentimen risiko, terutama setelah saham Alphabet turun sekitar 12%, lebih dominan daripada data ekonomi.
Bagaimana Kinerja Dolar terhadap Mata Uang Utama?
| Pasangan | Perubahan Oktober (perkiraan) | Arti bagi dolar |
|---|---|---|
| EUR/USD | sekitar −1,2% | Dolar menguat terhadap euro |
| GBP/USD | sekitar +1,0% | Dolar melemah terhadap pound |
| AUD/USD | sekitar +1,2% | Dolar melemah terhadap AUD |
| NZD/USD | datar | Seimbang |
| USD/JPY | relatif datar | Seimbang |
Pola ini menunjukkan penguatan dolar di Oktober tidak menyeluruh. Dolar kuat terutama terhadap euro, tetapi melemah terhadap mata uang dengan bank sentral yang lebih ketat seperti RBA.
Apa Dampak The Fed terhadap Dolar?
The Fed menahan suku bunga di 3,75–4,00% pada 28 Oktober tanpa memberi arah jelas, sehingga dolar sempat melemah harian. Namun, data ekonomi yang kuat menjaga peluang suku bunga tetap tinggi atau bahkan naik pada Desember, yang menopang dolar dalam jangka menengah.
Apa yang Perlu Dipantau Pekan Depan?
- Pemilu sela AS pada 3 November: hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan fiskal dan yield.
- ISM manufaktur dan jasa pada 2 dan 4 November pukul 22.00 WIB.
- Nonfarm payrolls pada 6 November pukul 20.30 WIB.
- Keputusan RBA dan BoE, yang dapat menggerakkan AUD dan GBP terhadap dolar.
Bagaimana Dampaknya bagi Rupiah?
Rupiah ditutup menguat ke Rp18.137 per dolar AS pada 29 Oktober setelah dolar melemah harian. Namun, dengan DXY menuju kenaikan bulanan kedua, tekanan terhadap mata uang negara berkembang belum sepenuhnya hilang. Penurunan yield AS dapat membantu rupiah jika berlanjut.
Mengapa DXY Bukan Satu-satunya Ukuran Dolar?
DXY tidak memasukkan yuan, peso Meksiko, won, atau rupiah. Karena itu, trader yang fokus pada mata uang Asia juga memantau indeks dolar berbobot perdagangan atau pergerakan dolar terhadap mata uang Asia secara langsung. Pada 29 Oktober, sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar, dengan won naik sekitar 0,54%.
Mengapa Dolar Disebut Aset Aman?
Saat terjadi gejolak global, investor sering membeli obligasi pemerintah AS dan memegang dolar karena likuiditasnya paling dalam. Namun, pada akhir Oktober 2026, permintaan aset aman lebih banyak mengalir ke obligasi, sehingga yield turun, sementara dolar hanya naik tipis. Yen juga ikut diuntungkan setelah keputusan BoJ. Ini menunjukkan peran aset aman tidak selalu dipegang dolar sendirian. Pembahasan peran aset aman lain ada di carry trade forex untuk konteks yen.
Bagaimana DXY Dibanding Tahun Lalu?
Indeks dolar di sekitar 101–102 masih lebih rendah dibanding puncak beberapa tahun terakhir ketika DXY sempat berada di atas 110. Artinya, meski dolar menguat dua bulan berturut-turut, posisinya belum ekstrem secara historis. Trader jangka menengah memantau apakah DXY mampu menembus area 102 secara berkelanjutan sebagai tanda tren naik baru.
Apa Kaitannya dengan Harga Komoditas?
Dolar yang lebih kuat biasanya menekan harga komoditas yang dihargai dalam dolar, seperti emas. Pada akhir Oktober, emas turun mendekati US$4.000 per ons sejalan dengan kenaikan bulanan DXY, meski minyak tetap naik karena faktor pasokan geopolitik.
Bagaimana Trader Memakai DXY?
Trader dapat memakai DXY sebagai gambaran umum kekuatan dolar sebelum menganalisis pasangan tertentu. Jika DXY naik terutama karena euro, posisi pada pasangan dolar lain perlu dianalisis terpisah. Konsep risiko korelasi ini dibahas di risiko korelasi forex.
Data yield resmi tersedia di Departemen Keuangan AS, sedangkan kalender FOMC dapat dicek di Federal Reserve.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa indeks dolar AS pada 30 Oktober 2026?
Sekitar 101,77, menuju kenaikan bulanan sekitar 0,3%.
Mengapa DXY naik meski yield Treasury turun?
Karena DXY sangat dipengaruhi euro yang berbobot sekitar 57,6%, dan euro turun sekitar 1,2% di Oktober.
Berapa yield Treasury 10 tahun pada 30 Oktober?
Sekitar 4,90%, terendah dalam lebih dari sebulan.
Mata uang apa yang menguat terhadap dolar di Oktober?
Dolar Australia sekitar +1,2% dan poundsterling sekitar +1,0%.
Apa yang memengaruhi dolar pekan depan?
Pemilu sela AS, ISM, nonfarm payrolls, serta keputusan RBA dan BoE.
