Minyak WTI sempat turun di bawah US$100 per barel pada 27 Oktober 2026, dari sekitar US$101,20 sebelumnya. Penurunan dipicu harapan meredanya ketegangan AS–Iran. Brent tetap tinggi di sekitar US$115,50, sehingga selisihnya dengan WTI sekitar US$15.

Mengapa US$100 Penting?
Angka bulat seperti US$100 sering menjadi level psikologis. Banyak order beli, jual, dan stop loss ditempatkan di sekitarnya. Penembusan yang bertahan di bawah US$100 bisa memicu penjualan lanjutan, sementara kegagalan bertahan di bawahnya bisa memicu pantulan cepat.
Peta Level
| Level | Harga (US$) | Keterangan |
|---|---|---|
| Resistance dekat | 101,20 | Posisi sebelum turun |
| Level psikologis | 100,00 | Penentu arah |
| Support psikologis | 95,00 | Angka bulat berikutnya |
| Support kuat | 90,00 | Angka bulat besar |
Level 95 dan 90 bersifat ilustratif sebagai angka bulat, bukan hasil perhitungan indikator.
Faktor Pekan Ini
- Geopolitik AS–Iran. Harapan de-eskalasi bisa cepat berbalik.
- Data stok minyak AS pada Rabu malam WIB; konsensus memperkirakan penurunan stok sekitar 0,3 juta barel.
- FOMC pada Kamis dini hari WIB. Dolar yang kuat menekan harga minyak.
- Laporan keuangan perusahaan minyak besar yang memberi gambaran permintaan.
Dampak ke Mata Uang
- CAD cenderung tertekan saat minyak turun, bersamaan dengan keputusan Bank of Canada.
- Rupiah diuntungkan jika minyak terus turun, karena biaya impor energi berkurang.
Analisis Brent sebelumnya ada di analisa Brent 26 Oktober. Cara memasang batas risiko berbasis volatilitas ada di ATR untuk stop loss. Data stok resmi tersedia di EIA.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa US$100 penting bagi minyak WTI?
US$100 adalah level psikologis tempat banyak order dan stop loss ditempatkan, sehingga penembusannya dapat memicu pergerakan lanjutan.
Berapa harga WTI pada 27 Oktober 2026?
WTI sempat turun di bawah US$100 per barel dari sekitar US$101,20, sementara Brent berada di sekitar US$115,50.
Apa yang bisa menggerakkan minyak pekan ini?
Perkembangan geopolitik AS–Iran, data stok minyak AS, keputusan FOMC, dan laporan keuangan perusahaan minyak besar.
